Tuesday, June 4, 2013

detikcom - Penebang Pohon SMPN 29 Surabaya Merasa Bersalah

Rabu, 22 Maret 2006.

Penebang Pohon SMPN 29 Surabaya Merasa Bersalah

Budi Sugiharto - detikcom



Surabaya -

Tiga hari berturut-turut ini SMPN 29 Surabaya diganggu makhluk halus. Orang yang paling merasa bersalah atas insiden ini adalah Zainal Arifin.



Pria 54 tahun inilah yang menebang ranting-ranting empat pohon yang berdiri di halaman sekolah. Padahal ranting-ranting itu ternyata dihuni oleh banyak makhluk halus, yang kemudian diyakini menjadi marah dan menganggu para siswi sekolah.



Zainal mengaku memangkasi ranting-ranting itu seminggu lalu atas perintah pejabat sekolah. "Sebagai pekerja, ya saya manut saja," kata petugas keamanan SMPN 29 ini di tempat kerjanya kepada detikcom, Rabu (22/3/2006).



Saat menebang, dia menemukan kejadian aneh. Utamanya saat menebas ranting pohon yang ada di pojok sekolah. Zainal mengaku sempat kesulitan mematahkan salah satu cabang pohon, padahal sudah dibacok berulang kali dan tinggal menarik ke bawah saja.



Karena kesulitan, Zainal meminta bantuan teman-temannya. Tapi tetap saja cabang pohon tidak patah. Zainal lalu tersadar ada yang tak beres. Akhirnya dia pun "meminta izin" pada penguasa pohon itu. "Saya minta izin seperti adat Jawa itu," kata Zainal. Setelah "minta izin", cabang pohon itu lepas.



Malam harinya, keanehan juga menimpanya. Saat tidur, Zainal bermimpi didatangi makhluk yang tidak jelas wujudnya, membawa semacam tempat tidur. Makhluk itu meminta Zainal memperbaiki rumahnya.



Dalam mimpi itu Zainal menjawab, dia bekerja (menebas pohon) atas perintah sebagai bawahan. Tidak ada maksud lain. Setelah itu makhluk itu hilang.



Zainal tidak menyadari jika mimpi itu berhubungan erat dengan pohon yang ditebasnya. Baru setelah para siswa mengalami kesurupan pada Senin 20 Maret lalu, Zainal baru ngeh kaitan mimpinya dengan pohon yang ditebasnya.



"Akibat musibah ini saya jadi sasaran. Dan saya merasa bersalah," keluh Zainal.

Saat ini Zainal hanya bisa pasrah pada sekolah dan berharap kiai yang diundang sekolah itu bisa membersihkan sekolah itu dari gangguan yang tidak kasat mata.



Foto:

Para siswa dan guru SMPN 29 berpose di depan pohon yang dipangkas Zainal Arifin.



(

nrl

)