Showing posts with label Pariwisata. Show all posts
Showing posts with label Pariwisata. Show all posts

Friday, May 20, 2011

Kondisi Obyek Pariwisata Sultra Memprihatinkan

Kendari/KTV - Sinergi antar pihak masih menjadi hambatan dalam pengembangan dunia pariwisata Sultra secara keseluruhan. Dinas Pariwisata Sultra mengakui berbagai potensi masih dikelola seadanya, karena keterbatasan sarana penunjang seperti transportasi yang memadai.Selengkapnya ...

Wednesday, May 7, 2008

Buah Tangan dari Sulawesi Tenggara

Bingung nyari oleh-oleh khas SULTRA? Gak usah bingung lagi… coba saja berkunjung ke showroom Dewan Kerajinan Nasional SULTRA (DEKRANAS SULTRA) di depan lorong Transito atau mungkin ke toko Souvenir Bravo di depan Hotel Imperial Wua-Wua. Oh iya, setahuku ada satu lagi cabang toko Bravo di daerah kota lama dan ada beberapa toko lain. Namun banyak diantaranya hanya menjual jenis barang tertentu saja dan tidak selengkap toko bravo ataupun showroom DEKRANAS.

Kali ini saya akan bercerita ttg kunjungan saya ke DEKRANAS beberapa minggu yang lalu. Gedungnya tidak asing lagi karena hampir setiap hari saya melewatinya. Hanya saja, baru sekarang ini saya berkesempatan mengunjunginya.Saat masuk, saya tertarik dengan bangunan kecil yang terpisah satu sama lain. Ternyata, bangunan tersebut adalah ruang khusus yang disediakan untuk para pengrajin yang melakukan aktivitasnya. Pertama, saya menjumpai dua orang ibu yang sedang membuat tenun ikat. Salah seorang penenun itu, Ibu Manihu mengatakan bahwa kegiatan menenun di DEKRANAS telah dimulai sejak tahun 1986, namun peralatan tenun mereka masih sangat sederhana seperti halnya yang digunakan oleh para penenun di daerah Masalili, Kab. Muna. Saat itu mereka mengolah kapas menjadi benang hingga menjadi kain yang dapat dipakai. Sekitar tiga tahun kemudian barulah DEKRANAS mendatangkan beberapa set ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) dan menyelenggarakan pelatihan untuk para penenunnya. Masih menurut Ibu Manihu, dengan ATBM ini mereka dapat menyelesaikan tenunan ikat sepanjang 1 meter selama 2 hari. Mereka pun tak harus mengolah kapas lagi hingga menjadi benang karena mereka dapat membeli sendiri benang dan memintalnya. Meskipun demikian, proses ini tetap terbilang cukup lama jika dibandingkan dengan mesin karena setiap kali memintal benang mereka juga harus mengatur kembali susunan benang itu agar sesuai dengan corak yang diinginkan. Melihat prosesnya yang cukup rumit, tak heran jika harga tenunan tradisional per-meternya bisa mencapai ratusan ribu.

Hasil tenunan di Masalili bercorak khas Muna yang tentu saja berbeda dengan corak Tolaki ataupun Buton. Menurut pengamatanku selama ini, ada beberapa corak tenunan Muna yang agak mirip dengan corak yang dibuat oleh para penenun di kepulauanWakatobi. Mungkin ada diantara teman-teman blogger yang tau bedanya, silahkan ditulis lebih detail tentang ragam corak tenunan SULTRA. Yah, sukur sukur jika bisa dibuat dalam bentuk dokumentasi ataupun dipatenkan agar kebudayaan kita tidak diklaim oleh pihak lain. Kita tentu tidak ingin terulang kembali kasus “Batik, lagu rasa sayang-sayange dari Maluku, Reog Ponorogo, Angklung Sunda” yang diklaim oleh negara lain sebagai ragam budaya mereka. Parahnya lagi, tempe pun sudah dipatenkan oleh negara lain. What a big looseness...

Beranjak ke ruang berikutnya, saya mendapati para pengrajin perak yang sedang rehat sejenak. Thanks God, mereka tak keberatan ditanyai mengenai beberapa hal. Menurut salah seorang pengrajin, Anto, mereka mengkhususkan pada pembuatan perhiasan seperti cincin, kalung bros dan lain-lain. Untuk pesanan khusus mereka bisa menyelesaikannya selama sekitar 4 hari dengan harga Rp 17.000/gram. Jangan takut jika anda membutuhkannya segera, karena display hasil karya mereka ada di showroom DEKRANAS.Oh iya, di showroom tersebut juga ditampilkan anyaman hagel dalam bentuk tas, topi dll. Selain anyaman dari tali hagel, SULTRA juga memiliki kerajinan khas yang disebut anyaman nentu yang berasal dari Pulau Muna. Nentu ini bisa dijadikan topi, tas, tudung saji, tempat buah dll. Selain itu, ada juga pilihan oleh-oleh lain yaitu Madu Kolaka, Mutiara Buton, Bagea Kendari, Mente dari Lombe, dan masih banyak lagi. Jepretan berikut adalah contoh kerajinan khas SULTRA di showroom DEKRANAS. They are amazing, aren’t they?

Saturday, March 17, 2007

Yang terbaru dari Kendari

Kemarin cukup ramai juga di forum kendari.info ttg apa saja yang terbaru di di Kendari?
Jika dibandingkan dengan setahun yang lalu, memang ada beberapa hal yang cukup signifikan terjadi di sana. Terlebih dengan terselenggaranya MTQ tingkat nasional tahun 2006 kemarin.
Nah....foto2 berikut semoga bisa mengobati rasa rindu dan keingintahuan anakonda ataupun pengunjung kendari beach ttg beberapa sudut Kendari. Menurut temans di forum, Kendari jauh lebih indah dari apa yang tampak di balik lensa. Mau bukti? Ayo main ke Kendari!!!
Btw...semua ini terselenggara atas kebaikan hati teman kita Arham. Enjoy the pics!!!

Pic 1: International Airport Kendari yang baru. Selamat datang di Kendari!!!
(Photo: courtesy of Arham)


Pic 2: Suasana malam di Kendari. Dari atap kantornya Arham
(Photo: courtesy of Arham)

Pic 3: Lokasi terselenggaranya MTQ tingkat nasional tahun 2006.
(Photo: courtesy of Arham)




Tuesday, January 30, 2007

Cari Pasangan dengan Molulo

Bagaimana bisa?

Bisa saja to...,soalnya Tari Molulo merupakan tarian pergaulan, yang umumnya dibawain oleh para muda-mudi.Tarian ini dibawakan sambil bergandengan tangan dengan membentuk lingkaran,dan kadang bisa ada beberapa lingkaran yang dibuat, bukan lingakaran yang terpisah, tapi dalam lingkaran ada lingkaran lagi.

Tarian ini dibawain dengan lagu dan diiringi dengan alat-alat musik tradisional lainnya.Tapi sekarang cukup diiringi Band ataupun Organ Tunggal,dan kalau mau yang sederhana, cukup dengan memutar lagunya lewat CD, atau, cukup pake Tape. Lagu yang sering dimainkan adalah lagu Daerah, maupun Lagu-lagu lainnya yang kira-kira cocok. Lagu-lagu Ambon atau Lagu Menado, cocok juga itu..

Namanya juga Tarian Pergaulan, pasti peminatnya banyak banget di kalangan kaum muda-mudi, baik sekedar kenalan ataupun cari pasangan.

Kalau dalam lingkaran itu ada yang diincar,ga perlu nunggu musiknya berhenti, langsung masuk aja, tapi liat-liat dulu kalo mau masuk. Jangan sampai disampingnya sudah ada pasangannya, bisa kacau. Kalau kamu laki-laki, liat dulu pasangannya, disebelah mana, kiri atau kanannya, soalnya kamu bisa masuk dari sebelah kirinya doang, begitupula sebaliknya kalo kamu cewek, kamu bisa masuk disebelah kananya cowok. Tapi kalo belum ada pasangannya, kamu boleh masuk disebelah mana saja.

Kalo mau nanya ataupun sekedar ngobrol, boleh saja, nari sambil ngobrol, asal sopan. Tapi Kalo mau cari keringat saja,ikut saja gerkannya, Jangan banyak Bacot, hehehe bercanda cess.
Buat kamu yang belu ngerti gimana gerak tarinya, bisa melihat-lihat dulu sambil belajar, Tapi kalo kamu PeDe, masuk saja, sambil belajar..toh...tapi kamu harus nunduk sambil melihat dan mengikuti gerak kaki yang sudah mahir. Konsekuesinya kamu ngga bisa ngobrol, ngga bisa kenalan, dan ga bisa PeDeKaTe karena terkonsen untuk mengikuti gerakan tarinya.

Tapi jangan coba-coba kamu berdampingan sama orang yang baru belajar, bisa kacau, soalnya kalau tak seragam gerakannya, bisa menginjak kaki orang lain.
Tarian ini sangat menarik, karena bisa diikutin secara masal seperti halnya tari SaJojo dari Menado, tapi keunggulannya kita bisa bergandengan tangan yang menggambarkan kedekatan dan ikatan persaudaraan yang kuat



Bagaiman dengan tari Molulo terpanjang akhir tahun lalu, sabelom dengar itu proses acaranya, mungkin ada yang bisa menambahkan?

Thursday, January 18, 2007

Tourist spots di kendari???mmmm.......

Aneh rasanya kalo ada yang tanya tentang objek wisata yang menarik di Kendari. Almost speechless....Karena menurutku belum tertata rapi hingga sisi cantiknya belum terlihat.

Terus terang, saya saja baru 2 kali ke pantai Taipa, sekali ke Batu Gong dan belum pernah ke Moramo dan Rawa Opa. Setahuku objek wisata itulah yang lumayan populer disana. Dua yang terakhir malah menyimpan kekayaan alam yang luar biasa selain kecantikan alamnya.
Saya sendiri termasuk orang yang senang travelliing sambil ukur jalan, tapi karena tidaklah gampang untuk mencapai tempat-tempat itu, maka keinginan itu tertekan dengan sendirinya.
Terus terang, saya pun ingin mengenal daerah sendiri, apalagi melihat secara langsung kekayaan alam yang dimilikinya. Yah...sukur-sukur kalau bisa diabadikan dalam flickr.com.

Setelah kupikir pikir, main ke tempat wisata di Kendari memang tidaklah gampang dan kurang nyaman. Pertama, sarana transportasi ke sana yang kurang padahal tempatnya rata-rata cukup jauh dari kota Kendari. Otomatis kita harus punya kendaraan pribadi atau carter angkot buat ke sana. Untuk itu, jelas dibutuhkan dana ekstra. Padahal tau sendiri, pendapatan perkapita rakyat kendari, termasuk saya masih sangat rendah. Mana sempat pikirkan jalan ke moramo yang jauh itu, makan saja masih numpang sama pace mace....

Masih ada kaitannya dengan transportasi, jalan ke daerah wisata terkadang masih jauh dari mulus dan kurang fasilitas pendukung lainnya. Satu saat, akibat kurangnnya papan penunjuk arah dan kondisi jalan yang rusak parah sempat membuat saya cukup senewen. Karena kami tersesat di tengah belantara menuju Batu Gong tanpa satupun warga sekitar yang terlihat. Untungnya saat itu, saya bersama teman-teman yang lain, jika tidak..entah...apa yang terjadi. Kita berkendara dengan hanya berdasarkan pada pengalaman teman yang pernah ke sana. Itupun sekitar sepuluh tahun yang lalu...wahhhhh........

Alasan lainnya adalah sarana dan prasarana di tempat wisata yang inconvenience. (?hmmm..sengaja pake bahasa sulit biar kesan dramatisnya lebih terasa). Toilet yang kurang nyaman bahkan terkadang airnya terasa asin. Jadi, setiap kali ke sana, pulangnya badan pasti kurang fit. Bagaimana tidak....kondisi toilet umum yang kurang nyaman tadi bikin kita tersugesti untuk menunda-nunda panggilan alam. Alhasil, saat kesempatan itu datang, bukannya kenyamanan yang didapat justru rasa sakit yang dituai.

Yang terakhir menurutku kurang adanya publikasi. Kayanya asik juga kalau ada event besar diadakan di sana. Tapi yah itu...siapa yang akan sediakan dananya?
So, kalau ada teman dari luar kota main ke Kendari, mendingan ajak saja ke Kendari Beach makan ikan bakar sama nasi panas, sambal colo-colo sama sayur kangkung tumis seafood...
Nyammmannnnyyaaaaaaaaaa........ditanggung bisa lupa utang....
Apalagi lokasinya juga gampang dicapai. Cukup naik pete-pete 1B kalau mau cepat. Tapi kalau mau ajak teman putar-putar di RRI, pete-pete 1A adalah pilihan yang tepat....
(TM: 19/01/07, 4 subuh wQLD)