Showing posts with label Kisah. Show all posts
Showing posts with label Kisah. Show all posts

Tuesday, July 28, 2009

Nasib Malang Penambang Emas Bombana

By Line : dedy kurniawan -----


Ibarat pepatah sudah jatuh tertimpa tangga pula, seperti itulah nasib yang kini dialami ratusan penambang emas di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.

Betapa tidak, jauh-jauh mereka datang dari luar Sulawesi Tenggara menggunakan pesawat atau kapal laut namun sesampainya di Bombana justru mereka dikejar-kejar tim penertiban bentukan Pemerintah Daerah setempat.

Celakanya lagi, para penambang emas yang hampir seluruhnya dipastikan tak mengantongi ijin resmi dari pemerintah itu, sudah membayar hingga jutaan rupiah kepada sejumlah orang yang secara ajaib tiba-tiba mengaku memiliki lahan hingga ratusan hektar di kawasan tambang emas seperti di Tahi Ite dan Wumbubangka.

Lucunya, orang-orang yang mengaku pemilik lahan ini belakangan terungkap juga berstatus sebagai pendatang di daerah itu. Namun para penambang mengaku tak berdaya, sebab rata-rata orang-orang yang mengaku pemilik lahan itu memiliki sejumlah tukang pukul yang kerap menenteng golok atau parang kemana-mana.


Ironisnya, tanah yang diklaim itu berada di kawasan konsesi milik perusahaan pertambangan yang telah mengantongi ijin resmi dari pemerintah berupa Kuasa Pertambangan.

Tak heran, selain merugi jutaan rupiah, banyak diantara penambang ini setiap hari resah karena dikejar-kejar tim penertiban tambang yang menganggap mereka adalah penambang liar. Jika tertangkap, tak hanya alat menambangnya disita. Tenda atau pondok tempat para penambang tinggal juga dibakar.

Thursday, June 11, 2009

ehem...saya dapat award nih

Dua hari lalu, saya dapat info kalo blog ini mendapatkan award. Awalnya sih saya ragu. Masak sih, blog yang umurnya belum setahun bisa dapat award.

Iseng-iseng saya coba ikut petunjuknya, nggak taunya bener. Seorang teman pengelola belajarbisnismania.blogspot memberi saya award persahabatan.

Terima kasih banyak ya. Ternyata, meski tak pernah bertemu muka secara langsung, paling tidak award ini makin mempererat hubungan persahabatan kita. Formal banget ya, tapi itulah yang mau saya sampaikan.

Sekali lagi terima kasih atas awardnya...

Friday, April 17, 2009

Aha, Akhirnya Genap 100 Postinganku

By Line: Dedy Kurniawan

Setelah berbulan-bulan berusaha, akhirnya genaplah 100 postinganku di blog yang masih sangat sederhana ini. Berita di bawah merupakan postinganku yang ke - 100. He he he....Bukannya sombong tapi paling tidak aku yakin sama diriku sendiri dan bisa memamerkannya sama anak istriku. Paling tidak kalo nanti anakku sekolah, dia bisa cerita sama teman-temannya kalo ayahnya ternyata bisa juga bikin blog. Ffffiuh...cape juga sih ngerjainnya. Soalnya, lebih dari 95 persen isi tulisan di blogku ini, asli bin original buatanku (termasuk videonya loh).
Aku ingat, waktu pertama kali bikin blog aku harus pontang-panting nanya sana sini sama teman-teman yang sudah punya blog. Yaahh.., maklum saja, biar aku sarjana tapi latar belakang pendidikanku sama sekali nggak ada hubungannya dengan ilmu komputer apalagi soal blog atau internet marketing.

Beruntunglah, teman-teman blogger yang sudi mampir ke blogku mau mengajariku berbagai hal soal mengelola blog. Aku sangat bersyukur punya teman-teman blogger yang bersedia memberikan ilmunya secara gratis..tis..tis. Kalaupun bayar, paling aku cuman diminta mengklik ads di blog teman-teman.

Untuk itu, lewat blogku ini, aku mo ngucapin banyak terima kasih atas bantuan semua teman-teman blogger.

Eh, udah dulu yah. Soalnya ada tamu yang ngajakin tukeran klik...he he he he

Sunday, April 5, 2009

Eksekutif bergaji Rp 8,8 M Jadi Pengantar Pizza

Great Story

VIVA news - Selama 45 tahun, hidup Ken Karpman tampaknya nyaris sempurna. Lulus dengan gelar sarjana S-1 dan MBA (Master of Business Administration) dari universitas bergengsi UCLA (University of California), Karpman langsung mendapat kerjaan dengan gaji yang menggiurkan sebagai pialang saham.

Dia pun bisa menikahi perempuan idamannya, Stephanie dan dikarunai dua anak. Mereka pun rutin berlibur ke tempat-tempat mahal di penjuru dunia.

Setelah 20 tahun meniti karir sebagai pialang, Karpman pun naik jabatan menjadi eksekutif perusahaan. Gajinya pun naik menjadi US$750.000 (sekitar lebih dari Rp 8,8 miliar) per tahun.

"Saat itu hidup begitu indah. Kami bisa cetak banyak uang. Entah mengapa situasi itu kok tidak berlanjut?" kata Karpman dalam wawancara khusus dengan stasiun televisi ABC.

Dari segala sisi, Karpman dan keluarga saat itu hidup dalam "Impian Amerika" (American Dream). Mereka tinggal di sebuah rumah besar di kota Tampa, Florida. Rumah mereka pun dilengkapi lapangan golf.

"Saat itu saya sudah tidak tahu berapa harga barang-barang di toko. Pokoknya, tinggal bawa troli dan ambil saja," kata Karpman.

Dia pun begitu percaya diri dengan kemampuannya mencetak banyak uang. Maka, tahun 2005 dia meninggalkan perusahaan tempat dia bekerja dan membuat usaha sendiri yang sejenis.

Untuk mendirikan perusahaan sendiri sekaligus meningkatkan taraf hidup, dia Karpman dengan enteng mengeluarkan dana US$500.000 dari tabungannya. Seperti kebiasaan orang-orang Amerika, Karpman juga mengajukan kredit dalam jumlah besar dengan jaminan rumah.

Namun, badai krisis keuangan menerpa Amerika Serikat (AS). Karpman tak mampu menarik investor, sehingga perusahaannya bubar.

Sejak saat itu, dia menjadi penganggur dan sulit mendapat kerja. Padahal, di masa lalu, Karpman tak perlu pusing mencari kerja.

"Dulu, saat menjalani tes wawancara kerja, saya bisa jadi bersikap kurang ajar, karena justru sayalah yang sering menanyai si pewawancara, apakah perusahaannya cukup layak mempekerjakan saya," kata Karpman dalam wawancara yang ditayangkan di stasiun televisi ABC.

"Sekarang, justru saya yang kini berharap-harap minta kerja sambil memegang topi di tangan," lanjut Karpman.

Saat dia susah mendapat kerja, tabungannya ludes untuk keperluan hidup sehari-hari dia dan keluarga. Bahkan, keluarga Karpman kini harus menanggung utang ratusan ribu dolar dan rumah mewah terancam disita pihak kreditur.

Mereka pun tak mampu menanggung biaya pendidikan anak-anak di sekolah swasta yang mencapai US$30.000 (Rp 352,3 juta). Namun mereka bersyukur ada seorang dermawan yang membantu membiayai uang sekolah anak-anak mereka hingga tahun depan.

Maka, Karpman sudah bertekad, kerja apapun akan dia lakukan, asalkan mendapat uang. Dia pun bersedia turun derajat. Karpman tak lagi mencari posisi-posisi yang tinggi, maka dia sempat melamar sebagai bartender (peramu minuman), namun ditolak. Istrinya, Stephanie, kini juga akan menjual baju-bajunya yang bertumpuk-tumpuk di lemari pakaian di toko-toko loak.

Akhirnya Karpman mendapat kerjaan baru. Namun, bukan lagi sebagai eksekutif, melainkan sebagai pengantar pizza (roti isi khas Italia) di restoran Mike's Pizza & Deli di kota Clearwater.

Pemilik restoran, Mike Dodaro, bingung saat melihat Karpman datang ke tempatnya untuk wawancara kerja dengan mengendarai mobil mewah Mercedes Benz. Dodaro pun terkejut saat membaca CV (riwayat pendidikan dan pekerjaan) Karpman.

Untuk menjadi pengantar pizza dari rumah ke rumah tak perlu harus bergelar MBA dan berpengalaman sebagai manajer pialang saham. Dengan kata lain, Karpman tergolong over-qualified (bobot pendidikan dan pengalaman kerja terlalu tinggi untuk posisi kerja yang dia lamar).

Namun, Karpman tetap mengambil lowongan itu. Dia rela kini digaji US$7,29 atau sekitar lebih dari Rp.85.000,- per jam - belum termasuk tips. Karpman pun tak peduli dengan reaksi istrinya yang kaget dengan profesi suaminya saat ini.

"Menurut saya, yang paling buruk adalah saat datang ke teman sambil berkata, 'boleh pinjam uangmu?' Menjadi pengantar pizza pun sudah kemajuan," lanjut Karpman.

Tuesday, January 6, 2009

Tewas Gara-gara Makan Tumis Kangkung


Jika Anda penggemar kangkung, baik itu cah kangkung, petis kangkung, kangkung cos, dll yang berkaitan dengan kangkung, mungkin cerita ini dapat menjadi pertimbangan bagi Anda pada saat akan mengkonsumsi kangkung.

Saya mendapat cerita ini dari seorang teman, tapi Saya lupa tempat persisnya di Negara mana, yang jelas antara Singapura / Malaysia .

Pada suatu hari di rumah sakit terkenal, semua dokter kebingungan hanya karena ada seorang anak kecil yang tampan menderita sakit perut. Anak itu dibawa ke rumah sakit oleh orang tuanya setelah 2 hari menderita diare.Sudah bermacam obat sakit perut yang diberikan kepada anak itu, namun diarenya tidak kunjung sembuh.

Di rumah sakit orang tua anak tersebut ditanya oleh dokter, makanan apa saja yang sudah dimakan oleh anak tersebut selama 2 hari ini. Orang tua anak itu kebingungan, karena sejak anaknya diare otomatis anak tersebut tidak mau makan, dia hanya minum susu, itu pun langsung dikeluarkan lagi. Usut punya usut, ternyata sebelum menderita diare, malamnya anak tersebut baru saja diajak makan kangkung cos di Restoran oleh orang tuanya.

Dokter segera melakukan rontgen, ternyata diusus anak tersebut telah berkembang biak lintah dengan anaknya yang kecil-kecil. Dokter angkat tangan dan menyatakan tidak sanggup mengambil tindakan medis apapun.

Akhirnya anak kecil tampan yang malang itupun meninggal dunia.

Ternyata lintah itu sebelumnya bersemayam di dalam batang kangkung yang besar. Memang, untuk penggemar kangkung cos yang paling enak adalah batangnya, apa lagi jika dimasak oleh seorang ahli, maka kangkung cos rasanya akan menjadi renyah. Lintah yang berada di dalam batang kangkung tidak akan mati walau dimasak selama apapun, apa lagi untuk kangkung cos proses memasak tidak terlalu lama untuk menghasilkan rasa kangkung yang enak. Lintah hanya akan mati jika dibakar.

Di dalam usus anak tadi, lintah yang tadinya hanya 1 dalam 2 hari berkembang biak dengan cepatnya karena terus menerus menghisap darah yang ada, otomatis dokter juga kebingungan, bagaimana mematikan/membersih kan lintah yang telah sangat banyak tersebut dari dalam usus anak malang itu.

Jujur, sejak mendengar cerita itu, kesukaan saya akan kangkung menjadi berkurang, boleh dibilang sudah 1 bulan ini saya sama sekali tidak mengkonsumsi kangkung dalam bentuk apa pun, bukan karena menjadi paranoid, tapi bagi Saya lebih baik menjaga segala kemungkinan yang ada, toh tidak hanya kangkung yang dapat kita konsumsi, masih banyak sayur lain yang dapat kita makan dengan meminimalisir segala kemungkinan "lintah" yang terselip di dalamnya.

Semoga cerita ini dapat men jadi pertimbangan untuk kita semua pada saat ingin mengkonsumsi kangkung.