Showing posts with label Politik. Show all posts
Showing posts with label Politik. Show all posts
Wednesday, January 23, 2013
Tim Sultan Minta PNS Pemkab Konawe Bersikap Netral
Unaaha-(Kabar Anoa)
Sekretaris pemenangan pasangan Syamsul Ibrahim-Litanto (Sultan), Arief Rahman mensinyalir adanya gerakan dari segelintir oknum PNS di Konawe mendukung pasangan tertentu. Dukungan itu terlihat sebelum penetapan cabup dan cawabup. "Nah, ini yang ingin kami ingatkan bahwa khusus PNS terikat pada surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang netralitas PNS dalam Pemilukada yang mengharamkan keterlibatan PNS menggalang dukungan untuk pemenangan calon tertentu," ujar Arief Rahman sembari menunjukkan SE Menteri PAN/Reformasi Birokrasi bernomor SE/08/M.PAN/3/2005 tentang Netralitas PNS dalam Pemilukada.
Diaturan Pemilukada sendiri, menurut Arief Rahman juga mengharamkan keterlibatan PNS dalam Pemilukada didaerah manapun termasuk di Pemilukada Konawe ini. Dan sanksinya sangat jelas, PNS yang terlibat dalam Pemilukada terancam hukuman kurungan selama enam bulan. "Jadi, saya hanya mau mengingatkan saudara-saudara kita yang PNS terutama pejabat struktural untuk tidak melibatkan diri dalam pemilukada ini. Sebab, ancamannya jelas. Paling singkat enam bulan penjara,"tambah Arief Rahman kepada koran ini di Kantor KPU Konawe, kemarin.
Menurut Arief Rahman, peringatan itu diutarakannya karena pihaknya menengarai adanya indikasi keterlibatan oknum PNS kepada calon bupati tertentu yang dilakukan secara masif dan terbuka. Lalu mengapa sinyalamen itu baru diungkapkan saat ini? "Indikasinya sangat jelas. Kami baru ungkapkan sekarang setelah penetapan calon, karena sudah jelas calon-calonnya. Nah, kami temukan beberapa indikasi namun tidak bisa kami sampaikan secara terbuka. Tetapi jelas sekali ada gerakan oknum PNS secara sistematis untuk mendukung calon tertentu," ungkap Arief Rahman sembari menolak menyebutkan oknum PNS itu mendukung calon dimaksud.
"Kami tidak etis menyebutkan itu. Kami hanya mau menyampaikan kepada calon tertentu yang merasa diri secara sistematis menggunakan kekuatan agar dihentikan pasca penetapan calon," pintanya.
Lain halnya sebelum penetapan calon kompetitor Pemilukada karena pihak Sultan belum memastikan akan terdaftar sebagai peserta pemilukada.
Arief Rahman enggan berspekulasi terkait dukungan PNS tersebut, yang jelas pantauan lapangan tim Sultra terdapat oknum PNS yang bergerak mendukung calon tertentu. Selama ini pihaknya belum mengadukan ke Pnawas Konawe karena belum adanya calon bupati dan wakil bupati yang ditetapkan KPU Konawe. "Nah, sekarang setelah calon ditetapkan dan apabila kami temukan secara langsung maka akan kami laporkan (kepada Panwas,red) karena ancamannya sangat jelas. Paling singkat enam bulan penjara," tukasnya. (Cr-6/KA-01)
Labels:
Politik
Delapan Cabup Konawe Ditetepkan KPU
Unaaha-(Kabar Anoa)
Sebelumnya, Delapan bakal colan Bupati dan Wakil Bupati yang telah mendaftarkan diri ke KPU November 2012 lalu, kini delapan bakal cabup resmi ditetapkan KPU melalui rapat plono terbuka digedung Wekoila, Rabu (16/1) lalu, yang dihadiri lima komisioner KPU Konawe, dan juga para kandidat yang diwakili anggota tim kemenangan calon para kandidat.
Delapan calon Bupati dan wakil Bupati ini, diantaranya dua pasang jalur indepeden dan enam pasang diusung Partai politik, kategori yang masuk dalam jalur independen diantaranya andi Hasbullah Husain Moita dan dr Mardi Santosa (Hasmar). Sedangkan Pasangan yang diusung partai politik yaitu, pasangan Irawan Laliasa-Burhanuddin Ak (Ilham) diusung PNBK, PKB dan Hanura. Minus Gerindra dan PPP, hanya sebagai partai pendukung bukan pengusung. Disusul pasangan Kery Saiful Konggoasa-Parinringi (Berkesan) diusung PAN. Kemudian pasangan, Masmuddin-Mustakin yang diusung Partai Demokrat dan PPNUI.
Selanjutnya, pasangan Surunuddin Dangga-Siti Aminah Rasak Porosi (Srasi), didukung partai Golkar, PKS dan Partai Pelopor. Disusul pasangan Syamsul Ibrahim-Litanto (Sultan) diusung PDIP, PBB, dan PPD. Kemudian, pasangan independen Hj.Weni-Sainal Kamase (Wekoila) dengan jumlah 17.236 dukungan.Terakhir, pasangan Yusuf Tawulo-Azis Tondrang diusung 13 parpol non seat.
Sebelumnya Ketua Pokja Pencalonan Pilbup KPU Konawe, Ir.Hajartul Aswath Taridala membacakan hasil verifikasi dukungan parpol dan calon
independen. Termasuk hasil pemeriksaan kesehatan. Kedelapan calon memenuhi syarat seperti berkas SKCK, focotcopy KTP legalisir, keabsahan ijazah, NPWP, Laporan Hasil Kekayaan Penyelenggara Negara (LHPN), partai pendukung dan dokumen kesehatan. "Begitupun formulir tidak memiliki tanggungan utang, tidak sedang vailid, formulir surat keterangan sedang tidak dicabut hak pilihnya semua calon memenuhi syarat," ujar Ir.Hajartul Aswath Taridala saat membacakan hasil verifikasi didampingi empat komisioner KPU lainnya, Sukiman Tosugi, Bislan, Rudiasin dan Suhardin.
Ir.Hajartul Aswath Taridala membantah isu beredar bahwa KPU Konawe meloloskan delapan calon hanya sekedar mengamankan diri atau menghindari
konflik apabila tidak diloloskannya beberapa calon. "Tidak benar itu. Kita sudah bekerja untuk memverifikasi secara baik. Makanya hari ini kami secara transparan mengumumkan. Berkasnya dapat dilihat. Kalaupun ada yang komplain silakan. Kami siap merubah. Tetapi kan kami sudah memakai jasa instansi pemeriksa berkasnya," tambah Ir.Hajartul Aswath Taridala.
Ir.Hajartul Aswath Taridala mengaku rapat internal KPU Konawe, Selasa malam lalu. terkait bakal calon yang akan diloloskan dapat dikatakan berjalan alot dapat pula dikatakan tidak alot. Sebab, dalam menentukan pasangan yang diusung parpol non seat. "Tadinya kan 15 parpol. Nah, setelah diverifikasi kembali secara baik dan utuh ternyata hanya 13 parpol saja," ucapnya.
Sebelum pleno penetapan pun menurut Ir.Hajartul Aswath Taridala pihaknya senantiasa berkoordinasi dan rapat konsultasi dengan Panwas
Kabupaten Konawe. Tujuannya untuk menyerap masukan sebelum pleno penetapan cabup dan cawabup Konawe ini. "Kami juga menyahuti masukan Panwas. Kalau memenuhi syarat kenapa tidak diloloskan, sebaliknya kalau tidak memenuhi syarat maka jangan diloloskan," tegasnya.
Ditempat yang sama, Ketua KPU Konawe Sukiman Tosugi lalu membacakan SK penetapan pasangan calon kepala dan wakil kepala daerah sebagai peserta Pemilukada yakni nomor 30/KPTS/PKWK/KPU/027.433256/I/2013. "Setelah tahapan ini, KPU Konawe selanjutnya memasuki tahapan penetapan, penentuan nomor urut dan pengumuman pasangan calon yang berlangsung 19 hingga 21 Januari 2013," ujar Sukiman Tosugi. (Cr-6/KA-01)
Sebelumnya, Delapan bakal colan Bupati dan Wakil Bupati yang telah mendaftarkan diri ke KPU November 2012 lalu, kini delapan bakal cabup resmi ditetapkan KPU melalui rapat plono terbuka digedung Wekoila, Rabu (16/1) lalu, yang dihadiri lima komisioner KPU Konawe, dan juga para kandidat yang diwakili anggota tim kemenangan calon para kandidat.
Delapan calon Bupati dan wakil Bupati ini, diantaranya dua pasang jalur indepeden dan enam pasang diusung Partai politik, kategori yang masuk dalam jalur independen diantaranya andi Hasbullah Husain Moita dan dr Mardi Santosa (Hasmar). Sedangkan Pasangan yang diusung partai politik yaitu, pasangan Irawan Laliasa-Burhanuddin Ak (Ilham) diusung PNBK, PKB dan Hanura. Minus Gerindra dan PPP, hanya sebagai partai pendukung bukan pengusung. Disusul pasangan Kery Saiful Konggoasa-Parinringi (Berkesan) diusung PAN. Kemudian pasangan, Masmuddin-Mustakin yang diusung Partai Demokrat dan PPNUI.
Selanjutnya, pasangan Surunuddin Dangga-Siti Aminah Rasak Porosi (Srasi), didukung partai Golkar, PKS dan Partai Pelopor. Disusul pasangan Syamsul Ibrahim-Litanto (Sultan) diusung PDIP, PBB, dan PPD. Kemudian, pasangan independen Hj.Weni-Sainal Kamase (Wekoila) dengan jumlah 17.236 dukungan.Terakhir, pasangan Yusuf Tawulo-Azis Tondrang diusung 13 parpol non seat.
Sebelumnya Ketua Pokja Pencalonan Pilbup KPU Konawe, Ir.Hajartul Aswath Taridala membacakan hasil verifikasi dukungan parpol dan calon
independen. Termasuk hasil pemeriksaan kesehatan. Kedelapan calon memenuhi syarat seperti berkas SKCK, focotcopy KTP legalisir, keabsahan ijazah, NPWP, Laporan Hasil Kekayaan Penyelenggara Negara (LHPN), partai pendukung dan dokumen kesehatan. "Begitupun formulir tidak memiliki tanggungan utang, tidak sedang vailid, formulir surat keterangan sedang tidak dicabut hak pilihnya semua calon memenuhi syarat," ujar Ir.Hajartul Aswath Taridala saat membacakan hasil verifikasi didampingi empat komisioner KPU lainnya, Sukiman Tosugi, Bislan, Rudiasin dan Suhardin.
Ir.Hajartul Aswath Taridala membantah isu beredar bahwa KPU Konawe meloloskan delapan calon hanya sekedar mengamankan diri atau menghindari
konflik apabila tidak diloloskannya beberapa calon. "Tidak benar itu. Kita sudah bekerja untuk memverifikasi secara baik. Makanya hari ini kami secara transparan mengumumkan. Berkasnya dapat dilihat. Kalaupun ada yang komplain silakan. Kami siap merubah. Tetapi kan kami sudah memakai jasa instansi pemeriksa berkasnya," tambah Ir.Hajartul Aswath Taridala.
Ir.Hajartul Aswath Taridala mengaku rapat internal KPU Konawe, Selasa malam lalu. terkait bakal calon yang akan diloloskan dapat dikatakan berjalan alot dapat pula dikatakan tidak alot. Sebab, dalam menentukan pasangan yang diusung parpol non seat. "Tadinya kan 15 parpol. Nah, setelah diverifikasi kembali secara baik dan utuh ternyata hanya 13 parpol saja," ucapnya.
Sebelum pleno penetapan pun menurut Ir.Hajartul Aswath Taridala pihaknya senantiasa berkoordinasi dan rapat konsultasi dengan Panwas
Kabupaten Konawe. Tujuannya untuk menyerap masukan sebelum pleno penetapan cabup dan cawabup Konawe ini. "Kami juga menyahuti masukan Panwas. Kalau memenuhi syarat kenapa tidak diloloskan, sebaliknya kalau tidak memenuhi syarat maka jangan diloloskan," tegasnya.
Ditempat yang sama, Ketua KPU Konawe Sukiman Tosugi lalu membacakan SK penetapan pasangan calon kepala dan wakil kepala daerah sebagai peserta Pemilukada yakni nomor 30/KPTS/PKWK/KPU/027.433256/I/2013. "Setelah tahapan ini, KPU Konawe selanjutnya memasuki tahapan penetapan, penentuan nomor urut dan pengumuman pasangan calon yang berlangsung 19 hingga 21 Januari 2013," ujar Sukiman Tosugi. (Cr-6/KA-01)
Labels:
Politik
Cabup Konawe Ambil Nomor Urut
Unaaha-(Kabar Anoa)
KPU Konawe melalui pleno terbuka menggelar penetapan dan pencabutan nomor urut bagi delapan pasangan calon, Sabtu (19/1) kemarin. Hasilnya, pasangan Irawan Laliasa-Burhanuddin AK (Ilham) meraih nomor wahid, nomor satu. Padahal pasangan Ilham mendapat posisi terakhir mencabut nomor urut. Sedangkan pasangan Surunuddin Dangga-Siti Aminah Razak Porosi (Srasi) mendapat nomor paling buntut, nomor delapan.
Pasangan Masmuddin-Mustakin nomor urut dua, pasangan Yusuf Tawulo-Azis Tondrang (Yuaz) nomor urut tiga. Disusul pasangan Syamsul Ibrahim-Litanto (Sultan) berada dinomor urut empat, pasangan Andi Hasbullah Husain Moita-dr.Mardi Santosa (Hasmar) nomor urut lima.
Sedangkan pasangan Kery Saiful Konggoasa-Parinringi (Berkesan) kebagian nomor urut enam, disusul pasangan independen Hj.Weni-Sainal Kamase (Wekoila) meraih nomor urut tujuh.
Sebelumnya, setiap pasangan calon mengundi nomor giliran berdasarkan abjad nama untuk mendapat kesempatan pertama dan seterusnya hingga terakhir mengambil nomor urut cabup. Hasmar mendapat giliran kelima, Ilham mendapat giliran kedelapan, Berkesan giliran kelima, Masmustakin giliran ketujuh, Srasi giliran kedua, Sultan giliran ketiga, Wekoila giliran pertama sedangkan Yuaz mendapat giliran keempat untuk mencabut nomor urut cabup.
Irawan Laliasa mengaku nomor satu adalah nomor keberuntungan sebab setiap orang senantiasa berada pada posisi nomor satu dalam setiap moment yang diperebutkan. "Dan itu manusiawi. Menyangkut nomor satu, nomor terbaik saya rasa kalau memang itu keputusan Allah SWT saya kira itulah kenyataannya secara duniawi," ujar Irawan Laliasa kemarin digedung Serbaguna Wekoila.
Irawan Laliasa mengaku tidak menjalani ritual tertentu jelang cabut nomor urut, dia hanya bertawakkal kepada Allah SWT. Dengan nomor urut satu ini, Irawan Laliasa berharap menjadi keberuntungan dalam Pemilukada Konawe, 24 Februari mendatang. "Kita berharap nomor urut satu ini tetap bertahan hingga titik terakhir, tetap yang nomor satu. Dan bertahan diputaran satu saja,"optimis Irawan Laliasa.
Sedangkan bagi Parinringi (Berkesan) mengatakan baginya nomor urut berapapun tidak menjadi masalah. Nomor satu sampai delapan tetap nomor juga. "Intinya, Insya Allah kita kerja keras saja maka apa yang diharapkan dapat tercapai,"ujar pasangan Kery Saiful Konggoasa ini sembari mengaku tidak menjalani ritual tertentu tetapi yang normatif saja dilakukan.
Berbeda dengan Syamsul Ibrahim. Baginya nomor urut empat adalah nomor keberuntangan bagi pasangan Sultan. "Karena kursi Bupati Konawe itu empat kakinya. Jadi, ingat tanggal 24 pilih nomor 4 di TPS," tukasnya.
Kata dia, setiap kursi berkaki empat, tidaka ada berkaki satu atau delapan. "Kalau berkaki delapan itu namanya bangku," tukasnya.
Ia mengaku tidak melakukan ritual spiritual tertentu selain berdoa kepada Allah SWT. Menurutya, Konawe ini tanah Tolaki yang mengenal pembagian wilayah yang disebut Siwole Mbatohu (empat wilayah pemerintaha). Tinggal wilayah Tepuliano Matano Oleo yang belum memimpin di Konawe yakni kader-kader dari wilayah Latoma dan Asinua. Ia percaya dalam periode ini, kader dari sisi Tepuliano Matano Olae yang bakal menjadi pemimpin di Konawe.
Sementara itu, Surunuddin Dangga mengatakan akan mensosialisasikan nomor urut delapan itu. "Angka delapan ini bagi saya sama dengan nomor plat mobil saya, angka delapan juga, DT 88," imbuhnya. (Cr-6/KA-01)
KPU Konawe melalui pleno terbuka menggelar penetapan dan pencabutan nomor urut bagi delapan pasangan calon, Sabtu (19/1) kemarin. Hasilnya, pasangan Irawan Laliasa-Burhanuddin AK (Ilham) meraih nomor wahid, nomor satu. Padahal pasangan Ilham mendapat posisi terakhir mencabut nomor urut. Sedangkan pasangan Surunuddin Dangga-Siti Aminah Razak Porosi (Srasi) mendapat nomor paling buntut, nomor delapan.
Pasangan Masmuddin-Mustakin nomor urut dua, pasangan Yusuf Tawulo-Azis Tondrang (Yuaz) nomor urut tiga. Disusul pasangan Syamsul Ibrahim-Litanto (Sultan) berada dinomor urut empat, pasangan Andi Hasbullah Husain Moita-dr.Mardi Santosa (Hasmar) nomor urut lima.
Sedangkan pasangan Kery Saiful Konggoasa-Parinringi (Berkesan) kebagian nomor urut enam, disusul pasangan independen Hj.Weni-Sainal Kamase (Wekoila) meraih nomor urut tujuh.
Sebelumnya, setiap pasangan calon mengundi nomor giliran berdasarkan abjad nama untuk mendapat kesempatan pertama dan seterusnya hingga terakhir mengambil nomor urut cabup. Hasmar mendapat giliran kelima, Ilham mendapat giliran kedelapan, Berkesan giliran kelima, Masmustakin giliran ketujuh, Srasi giliran kedua, Sultan giliran ketiga, Wekoila giliran pertama sedangkan Yuaz mendapat giliran keempat untuk mencabut nomor urut cabup.
Irawan Laliasa mengaku nomor satu adalah nomor keberuntungan sebab setiap orang senantiasa berada pada posisi nomor satu dalam setiap moment yang diperebutkan. "Dan itu manusiawi. Menyangkut nomor satu, nomor terbaik saya rasa kalau memang itu keputusan Allah SWT saya kira itulah kenyataannya secara duniawi," ujar Irawan Laliasa kemarin digedung Serbaguna Wekoila.
Irawan Laliasa mengaku tidak menjalani ritual tertentu jelang cabut nomor urut, dia hanya bertawakkal kepada Allah SWT. Dengan nomor urut satu ini, Irawan Laliasa berharap menjadi keberuntungan dalam Pemilukada Konawe, 24 Februari mendatang. "Kita berharap nomor urut satu ini tetap bertahan hingga titik terakhir, tetap yang nomor satu. Dan bertahan diputaran satu saja,"optimis Irawan Laliasa.
Sedangkan bagi Parinringi (Berkesan) mengatakan baginya nomor urut berapapun tidak menjadi masalah. Nomor satu sampai delapan tetap nomor juga. "Intinya, Insya Allah kita kerja keras saja maka apa yang diharapkan dapat tercapai,"ujar pasangan Kery Saiful Konggoasa ini sembari mengaku tidak menjalani ritual tertentu tetapi yang normatif saja dilakukan.
Berbeda dengan Syamsul Ibrahim. Baginya nomor urut empat adalah nomor keberuntangan bagi pasangan Sultan. "Karena kursi Bupati Konawe itu empat kakinya. Jadi, ingat tanggal 24 pilih nomor 4 di TPS," tukasnya.
Kata dia, setiap kursi berkaki empat, tidaka ada berkaki satu atau delapan. "Kalau berkaki delapan itu namanya bangku," tukasnya.
Ia mengaku tidak melakukan ritual spiritual tertentu selain berdoa kepada Allah SWT. Menurutya, Konawe ini tanah Tolaki yang mengenal pembagian wilayah yang disebut Siwole Mbatohu (empat wilayah pemerintaha). Tinggal wilayah Tepuliano Matano Oleo yang belum memimpin di Konawe yakni kader-kader dari wilayah Latoma dan Asinua. Ia percaya dalam periode ini, kader dari sisi Tepuliano Matano Olae yang bakal menjadi pemimpin di Konawe.
Sementara itu, Surunuddin Dangga mengatakan akan mensosialisasikan nomor urut delapan itu. "Angka delapan ini bagi saya sama dengan nomor plat mobil saya, angka delapan juga, DT 88," imbuhnya. (Cr-6/KA-01)
Labels:
Politik
Friday, February 25, 2011
Anggota DPRD Asal Dapil Wawonii Minim Kontribusi.
Unaaha, Armin Rumpa (Jurnalis Media Sultra) Anggota DPRD asal dapil Wawonii, masing-masing, Sumijo (Pelopor), Muh Jafar (Demokrat), Musdar (PAN) dan Harianto (Hanura) dianggap minim kontribusi di Wawonii, hal itu diungkapkan Ketua Pusat Perhimpunan Pemuda dan Rakyat Wawonii (Pemurni) Sultra Muamar usai berdialog bersama anggota DPRD Konawe, Rabu lalu.
Muamar mengatakan, pihaknya melihat dengan sangat jelas bahwa jika persoalan yang terjadi di Wawonii, dan perwakilan meraka yang ada di DPRD, konsisten dan memiliki eksistensi memperjuangakn Wawonii, persoalan yang ada tidak perlu berlarut-larut
"Ya, sangat jelas, kami melihat perwakilan rakyat, hari ini mereka kalau memang betul-betul punya eksistensi memperjuangkan masyarakat Wawonii, persoalan ini tidak perlu berlarut-larut, ini karena tidak adanya sikap dari DPRD. Utamanya, anggota DPRD dari Dapil Wawonii," kata Muamar,
Terbuktinya kata Muamar, pengakuan salah seorang anggota dewan asal Wawonii bahwa pasca investigasi Komisi I DPRD Konawe, sampai saat ini tidak ada lagi tindak lanjut dari persoalan ijazah palsu yang diduga dilakukan dua oknum kepala desa terpilih di Wawonii Tenggara.
Indikatornya, selain persoalan pilkades juga segi pembangunan dan permasalahan-permasalahan yang terjadi di Wawonii, Silakan anda turun melihat kondisi masyarakat Wawonii, "Saya selaku Ketua Pemurni menegaskan bahwa memang anggota DPRD Konawe, khususnya perwakilan kita di dewan dapil Wawonii sangat minim kontribusinya terhadap masyarakat Wawonii," Tegas Muamar
Termasuk beberapa kasus yang ada, misalnya Kasus listrik , sampai saat ini belum tuntas, bahkan mereka sendiri berjanji akan menyelesaikan, namun DPRD seakan diam, Sedikit sekali mau mengomentari persoalan-persoalan yang ada disana, "tetapi jujur saja kita katakan, minim sekali kontribusinya,"katanya
Sementara itu, anggota DPRD Konawe asal Wawonii, Musdar menanggapi dingin tudingan Muamar, Ia membantah asumsi Muamar, dan Menurutnya, ia bersama rekan-rekannya senantiasa menyahuti persoalan yang ada di Wawonii. "Minimal secara formal, apapun persoalan disana selalu disahuti melalui mekanisme prosedural," katanya.
Menurut Musdar, Walaupun masih dalam tahap prosedural namun dimungkinkan ada inovasi-inovasi lain untuk dapat menjelaskan masalah yang ada disana, beberapa contoh kasus, misalnya, tingginya tarif air bersih di Wawonii Barat, Itupun DPRD turun secara kelembagaan dan itu sudah dimediasi.
"Insya Allah, tarif itu akan turun. Semua dipresure. Tetapi lagi-lagi legislatif bukan hak eksekusi, Persuasif kelembagaan tetap dilakukan," tambahnya.
Menyangkut anggota DPRD asal Wawonii yang dinilai minim kontribusi, Musdar mengaku kalau itu dikatakan, mungkin saja ada, tetapi kalau pun ada, anggota dewan tidak dapat melakukan 100 persen karena anggota DPRD meliki keterbatasan-keterbatasan
"Karena kita juga ada keterbatasan-keterbatasan, tetapi paling tidak, hal-hal normatif yang prosedural sifatnya, itu tetap dijawab secara prosedural juga," kata Musdar (***)
Muamar mengatakan, pihaknya melihat dengan sangat jelas bahwa jika persoalan yang terjadi di Wawonii, dan perwakilan meraka yang ada di DPRD, konsisten dan memiliki eksistensi memperjuangakn Wawonii, persoalan yang ada tidak perlu berlarut-larut
"Ya, sangat jelas, kami melihat perwakilan rakyat, hari ini mereka kalau memang betul-betul punya eksistensi memperjuangkan masyarakat Wawonii, persoalan ini tidak perlu berlarut-larut, ini karena tidak adanya sikap dari DPRD. Utamanya, anggota DPRD dari Dapil Wawonii," kata Muamar,
Terbuktinya kata Muamar, pengakuan salah seorang anggota dewan asal Wawonii bahwa pasca investigasi Komisi I DPRD Konawe, sampai saat ini tidak ada lagi tindak lanjut dari persoalan ijazah palsu yang diduga dilakukan dua oknum kepala desa terpilih di Wawonii Tenggara.
Indikatornya, selain persoalan pilkades juga segi pembangunan dan permasalahan-permasalahan yang terjadi di Wawonii, Silakan anda turun melihat kondisi masyarakat Wawonii, "Saya selaku Ketua Pemurni menegaskan bahwa memang anggota DPRD Konawe, khususnya perwakilan kita di dewan dapil Wawonii sangat minim kontribusinya terhadap masyarakat Wawonii," Tegas Muamar
Termasuk beberapa kasus yang ada, misalnya Kasus listrik , sampai saat ini belum tuntas, bahkan mereka sendiri berjanji akan menyelesaikan, namun DPRD seakan diam, Sedikit sekali mau mengomentari persoalan-persoalan yang ada disana, "tetapi jujur saja kita katakan, minim sekali kontribusinya,"katanya
Sementara itu, anggota DPRD Konawe asal Wawonii, Musdar menanggapi dingin tudingan Muamar, Ia membantah asumsi Muamar, dan Menurutnya, ia bersama rekan-rekannya senantiasa menyahuti persoalan yang ada di Wawonii. "Minimal secara formal, apapun persoalan disana selalu disahuti melalui mekanisme prosedural," katanya.
Menurut Musdar, Walaupun masih dalam tahap prosedural namun dimungkinkan ada inovasi-inovasi lain untuk dapat menjelaskan masalah yang ada disana, beberapa contoh kasus, misalnya, tingginya tarif air bersih di Wawonii Barat, Itupun DPRD turun secara kelembagaan dan itu sudah dimediasi.
"Insya Allah, tarif itu akan turun. Semua dipresure. Tetapi lagi-lagi legislatif bukan hak eksekusi, Persuasif kelembagaan tetap dilakukan," tambahnya.
Menyangkut anggota DPRD asal Wawonii yang dinilai minim kontribusi, Musdar mengaku kalau itu dikatakan, mungkin saja ada, tetapi kalau pun ada, anggota dewan tidak dapat melakukan 100 persen karena anggota DPRD meliki keterbatasan-keterbatasan
"Karena kita juga ada keterbatasan-keterbatasan, tetapi paling tidak, hal-hal normatif yang prosedural sifatnya, itu tetap dijawab secara prosedural juga," kata Musdar (***)
Labels:
Politik
Tuesday, February 22, 2011
Pilbub Konawe 2013, PKS Akan Berkoalisi dengan PNBK
Unaaha,Armin rumpa(Jurnalis Media Sultra)
Untuk melahirkan satu pasang calon pada Pilbub Konawe 2013 mendatang, rencananya partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang memiliki tiga kursi dilegislatif Konawe, akan berkoalisi dengan Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK) yang memiliki dua kursi di legislatif, hal itu ditegaskan Tahsan Tosepu melalui via telepon selulernya, Selasa (22/2)
Menurut Tahsan, komunikasi saat ini tengah dibangun dengan partai-partai yang akan menampilkan politisi muda untuk memimpin Kabupaten Konawe kedepan "saya sudah bangun komunikasi dengan teman-teman di PNBK, dan saya pastikan bisa berkoalisi dengan PNBK dan masih ada partai-partai lainnya yang akan berkoalisi"katanya.
Tahsan menambahkan, sampai saat ini, yang memimpin di Kabupaten Konawe belum ada dari politisi murni, "kita harus jujur sejak berdirinya mulai dari Kabupaten Kendari dan saat ini Kabupaten Konawe,belum pernah dipimpin dari politisi murni, kenapa tidak kita uji kemampuan Politisi untuk menjadi pemimpin"katanya
Tahsan Optimis politisi bisa memimpin Konawe, karena terbukti misalnya PKS dari tidak ada kursi di Legislatif menjadi ada, yang tentunya keberhasilan PKS di Konawe, didukung oleh masyarakat,
"sejak saya di PKS terbukti dari tidak ada, menjadi perwakilannya dilegislatif, kenapa tidak gelontorkan saya untuk duduk di kosong satu Konawe, karena saya masuk dipartai bukan besar memang, dari tidak ada apa-apanya PKS di Konawe, menjadi ada, dan PKS membangun tidak perorangan"kata Tahsan, yang saat ini tengan mengikuti Mukernas PKS di Yogyakarta.(***)
Untuk melahirkan satu pasang calon pada Pilbub Konawe 2013 mendatang, rencananya partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang memiliki tiga kursi dilegislatif Konawe, akan berkoalisi dengan Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK) yang memiliki dua kursi di legislatif, hal itu ditegaskan Tahsan Tosepu melalui via telepon selulernya, Selasa (22/2)
Menurut Tahsan, komunikasi saat ini tengah dibangun dengan partai-partai yang akan menampilkan politisi muda untuk memimpin Kabupaten Konawe kedepan "saya sudah bangun komunikasi dengan teman-teman di PNBK, dan saya pastikan bisa berkoalisi dengan PNBK dan masih ada partai-partai lainnya yang akan berkoalisi"katanya.
Tahsan menambahkan, sampai saat ini, yang memimpin di Kabupaten Konawe belum ada dari politisi murni, "kita harus jujur sejak berdirinya mulai dari Kabupaten Kendari dan saat ini Kabupaten Konawe,belum pernah dipimpin dari politisi murni, kenapa tidak kita uji kemampuan Politisi untuk menjadi pemimpin"katanya
Tahsan Optimis politisi bisa memimpin Konawe, karena terbukti misalnya PKS dari tidak ada kursi di Legislatif menjadi ada, yang tentunya keberhasilan PKS di Konawe, didukung oleh masyarakat,
"sejak saya di PKS terbukti dari tidak ada, menjadi perwakilannya dilegislatif, kenapa tidak gelontorkan saya untuk duduk di kosong satu Konawe, karena saya masuk dipartai bukan besar memang, dari tidak ada apa-apanya PKS di Konawe, menjadi ada, dan PKS membangun tidak perorangan"kata Tahsan, yang saat ini tengan mengikuti Mukernas PKS di Yogyakarta.(***)
Labels:
Politik
Tahsan Tosepu Siap Tarung di Pilbub Konawe 2013
Unaaha Armin Rumpa (Jurnalis Media Sultra)
Setelah sebelumnya Ardin menyatakan siap ambil bagian dalam pertarungan di Pemilihan Bupati (Pilbub) Konawe 2013 mendatang, kini giliran Tahsan Tosepu dari politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPD Kabupaten Konawe, yang juga anggota Legislatif Konawe, Ketua Komisi C juga menyatakan akan ikut bertarung dalam Pilbub di Konawe 2013 mendatang.
Menurut Tahsan, untuk pemeimpin kedepan di Konawe sebaiknya lahir dari politisi murni, yang memiliki kemampuan untuk membangun daerah "kita ingin pemimpin di Konawe kedepan lahir dari politisi murni, yang siap membangun menuju perubahan untuk semua"katanya.
Dia kata mengatakan, jika masyarakat memberikan kepercayaan kenapa tidak dicoba, untuk menjadi pemimpin di Konawe, pasalnya sejak Konawe berdiri yang dulunya Kabupaten Kendari sekarang menjadi Kabupaten Konawe, belum pernah dipimpin oleh politisi murni, "setahu saya Konawe ini sejak berdirinya, belum pernah dipimpin asal politisi murni"ujar Tahsan.
Kata dia, saat ini tengah melakukan konsolidasi secara intens, dengan struktur dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) sampai ke tingkat ranting, termasuk melakukan silaturahmi dengan tokoh-tokoh baik itu, tokoh masyarakat, pemuda dan Agama di Konawe.
"segala persiapan tengah kita siapakan, karena besar kecilnya sesuatu dalam politik, harus kita perhitungkan"Ujar tahsan melalui via telepon selulernya, Senin (21/2)
lanjutnya, saat ini pula tengah mempersiapkan tim pemenangan yang solid dan relawan yang siap untuk bekerja, juga termasuk mempersiapkan cost politik, juga menyiapkan visi dan misi untuk pemerintahan lima tahun kedepan (***)
Setelah sebelumnya Ardin menyatakan siap ambil bagian dalam pertarungan di Pemilihan Bupati (Pilbub) Konawe 2013 mendatang, kini giliran Tahsan Tosepu dari politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPD Kabupaten Konawe, yang juga anggota Legislatif Konawe, Ketua Komisi C juga menyatakan akan ikut bertarung dalam Pilbub di Konawe 2013 mendatang.
Menurut Tahsan, untuk pemeimpin kedepan di Konawe sebaiknya lahir dari politisi murni, yang memiliki kemampuan untuk membangun daerah "kita ingin pemimpin di Konawe kedepan lahir dari politisi murni, yang siap membangun menuju perubahan untuk semua"katanya.
Dia kata mengatakan, jika masyarakat memberikan kepercayaan kenapa tidak dicoba, untuk menjadi pemimpin di Konawe, pasalnya sejak Konawe berdiri yang dulunya Kabupaten Kendari sekarang menjadi Kabupaten Konawe, belum pernah dipimpin oleh politisi murni, "setahu saya Konawe ini sejak berdirinya, belum pernah dipimpin asal politisi murni"ujar Tahsan.
Kata dia, saat ini tengah melakukan konsolidasi secara intens, dengan struktur dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) sampai ke tingkat ranting, termasuk melakukan silaturahmi dengan tokoh-tokoh baik itu, tokoh masyarakat, pemuda dan Agama di Konawe.
"segala persiapan tengah kita siapakan, karena besar kecilnya sesuatu dalam politik, harus kita perhitungkan"Ujar tahsan melalui via telepon selulernya, Senin (21/2)
lanjutnya, saat ini pula tengah mempersiapkan tim pemenangan yang solid dan relawan yang siap untuk bekerja, juga termasuk mempersiapkan cost politik, juga menyiapkan visi dan misi untuk pemerintahan lima tahun kedepan (***)
Labels:
Politik
Thursday, February 3, 2011
Tuesday, February 1, 2011
Ardin Siap Tarung Pemilukada Konawe 2013
Unaaha, Armin Rumpa (Jurnalis Media Sultra)
Ardin yang juga anggota legislatif Konawe tiga periode itu, dari fraksi Anamat Nasional siap tarung di Pemilukpada Konawe 2013 mendatang.
Ardin mengatakan, kesiapannya dalam posisi manapun, baik itu sebagai kosong satu maupun kosong dua, dan kesiapannya sudah lama direncanakan, Terkait pintu partai, menurutnya, banyak partai tergantung dengan partai mana dirinya akan keluar pasalnya, nanati akan ada pendaftaran calon "siapa tau PAN melirik saya sebagai kadernya"kata Ardin menurutnya, kalau berkompetisi di Partai Amanat Nasional (PAN) tidak mungkin, karena ada etika, dan nanti akan dibicarakan sebaik-baiknya diinternal partai, mungkin saja kosong satu atau kosong dua, yang jelas PAN harus melahirkan yang terbaik,"sebagai kader saya ingin bicara PAN harus melahirkan Pimpinan terbaik, tentunya prioritas pertama adalah ketua"Ujarnya Kata dia, jika PAN memberikan peluang atau kesempatan untuk tampil, tidak menentukan dirinya harus duduk dalam posisi apapun "dua-duanya kosong satu, kosong dua oke" katanya Dia mengklaim, bahwa dirinya punya basis massa dan dukungan , dan akan memberikan pendidikan politik, kepada masyarakat bahwa tidak semua, dalam sistem demokrasi diukur dengan uang, "saya tidak punya uang tapi saya punya massa dan dukungan, dan itu dibuktikan saya menjadi anggota DPRD tiga periode, dan punya kematangan dalam berpolitik"jelas Ardin Menurutnya, masa pendaftaran masih jauh, tetapi sebagai politisi punya hak untuk maju, tetapi biarlah diseleksi oleh alam, karena tujuan politik itu untuk kesejahteraan rakyat dan itu tergantung kepemipinannya dalam memimpin, karena pemimpin adalah manusia dan punya keterbatasan.
Ardin yang juga anggota legislatif Konawe tiga periode itu, dari fraksi Anamat Nasional siap tarung di Pemilukpada Konawe 2013 mendatang.
Ardin mengatakan, kesiapannya dalam posisi manapun, baik itu sebagai kosong satu maupun kosong dua, dan kesiapannya sudah lama direncanakan, Terkait pintu partai, menurutnya, banyak partai tergantung dengan partai mana dirinya akan keluar pasalnya, nanati akan ada pendaftaran calon "siapa tau PAN melirik saya sebagai kadernya"kata Ardin menurutnya, kalau berkompetisi di Partai Amanat Nasional (PAN) tidak mungkin, karena ada etika, dan nanti akan dibicarakan sebaik-baiknya diinternal partai, mungkin saja kosong satu atau kosong dua, yang jelas PAN harus melahirkan yang terbaik,"sebagai kader saya ingin bicara PAN harus melahirkan Pimpinan terbaik, tentunya prioritas pertama adalah ketua"Ujarnya Kata dia, jika PAN memberikan peluang atau kesempatan untuk tampil, tidak menentukan dirinya harus duduk dalam posisi apapun "dua-duanya kosong satu, kosong dua oke" katanya Dia mengklaim, bahwa dirinya punya basis massa dan dukungan , dan akan memberikan pendidikan politik, kepada masyarakat bahwa tidak semua, dalam sistem demokrasi diukur dengan uang, "saya tidak punya uang tapi saya punya massa dan dukungan, dan itu dibuktikan saya menjadi anggota DPRD tiga periode, dan punya kematangan dalam berpolitik"jelas Ardin Menurutnya, masa pendaftaran masih jauh, tetapi sebagai politisi punya hak untuk maju, tetapi biarlah diseleksi oleh alam, karena tujuan politik itu untuk kesejahteraan rakyat dan itu tergantung kepemipinannya dalam memimpin, karena pemimpin adalah manusia dan punya keterbatasan.
Labels:
Politik
Subscribe to:
Posts (Atom)