Showing posts with label Serba-serbi. Show all posts
Showing posts with label Serba-serbi. Show all posts

Monday, April 9, 2007

Seputar Uang Panai

Photo : Courtesy of Sarahfriedlander - Flickr.com

Beberapa hari yang lalu, saya chatting dengan beberapa teman dari Kendari dan salah satu topiknya adalah tentang mahalnya uang panai di Kendari. Apa sebenarnya uang panai itu? Uang panai adalah sejumlah uang yang diserahkan oleh pihak mempelai pria kepada mempelai wanita. Berangkat dari hal ini, sudah semestinyalah jika ada unsur keikhlasan dari kedua belah pihak di dalamnya. Pada dasarnya uang panai sendiri bisa dibagi menjadi dua unsur yaitu, uang mahar yang merupakan hak prerogatif mempelai wanita dan uang yang dipakai untuk membiayai pesta dan urusan-urusan lain seputar prosesi pernikahan. Untuk jenis yang kedua, biasa disebut uang belanja atau uang yang hangus dimakan api.
Pernikahan sendiri pada dasarnya bukan saja menikahkan kedua mempelai namun juga mempersatukan dua keluarga besar, sehingga tidaklah heran hampir setiap keluarga selalu berupaya untuk menyelenggarakannya semeriah mungkin. Namun demikian, hal ini tergantung dari kesepakatan kedua belah pihak. Dan penentuan seberapa besar uang panai itu, tergantung dari hasil mufakat dari kedua keluarga tersebut. Dengan demikian, tidak ada patokan dalam penentuan seberapa besar uang panai tersebut. Oleh karenanya, anggota delegasi yang diutus untuk melamar ataupun bernegosiasi dengan pihak wanita sangatlah berperan penting dalam penentuannya.
Berikut tips untuk anda yang ingin menikah namun terbentur kendala uang panai.
  1. Berdoa. Bagi yang beragama Islam, pernikahan adalah setengah dari dien (agama) dan ijab kabul menandai apa2 yang tadinya haram menjadi halal. Janji Allah untuk memudahkan urusan orang-orang yanag berniat baik sangat jelas disebutkan dalam Al-Quran. So, keep praying guys....
  2. Menghadap langsung ke orang tua wanita. Saat ini, sebaiknya anda jangan membawa orang tua anda terlebih dahulu, just in case ada hal-hal yang tidak diinginkan. Sampaikan itikad dan niat baik anda dan sampaikan juga apa yang menjadi kendalanya. Namun tentu saja dengan cara yang bijak. Jika kedua orangnya adalah orang tua yang bijak, Insya Allah merekapun akan terkesan dengan sikap anda. Tunjukkan sopan santun dan kesungguhan anda di hadapan mereka.
  3. Minta si gadis untuk melobi keluarganya. Karena pernikahan tersebut diawali dari keiginan 2 insan untuk bersatu, sudah semestinya si wanita juga menunjukkan upayanya agar prosesnya tidak dipersulit. Caranya, bisa dengan bicara dari hati ke hati dengan orang tua. Jika takut pada Ayah, coba mulai dengan ibu yang biasanya hatinya lebih lembut. Ataupun sebaliknya. Jika masih ditolak, cobalah terus dengan cara bijak. Jangan sampai ada tindakan yang mengarahkan kepada durhaka pada orang tua. Bukankah niat menikah itu adalah hal yang suci? jadi jangan kotori dengan awal yang tidak baik.
  4. Temukan Wali yang tepat. Jika anda adalah seorang pria dari kota lain yang kebetulan berniat ingin melamar seorang gadis dari Sulawesi Tenggara, cobalah untuk meminta kesediaan seorang wali yang mengetahui prosesi adat seputar pernikahan di Sultra. Akan lebih baik lagi jika beliau adalah seseorang yang bijak dan perkataannya didengarkan dalam upacara-upacara adat. It works !!! kata teman saya yang berhasil mempraktekkannya. Beliau berhasil menyunting gadis pujaannya dengan jumlah uang panai yang rasionil sesuai kemampuannya dan tanpa utang di akhir pesta.

Jika anda sudah berhasil dengan urusan panai, jangan langsung senang dulu. Apalagi jika prosesi pernikahan yang sesungguhnya belum terjadi. Jika pernikahan yang akan dilaksanakan itu mengikutsertakan upacara adat didalamnya, ada baiknya anda tetap berkonsultasi dengan pihak yang mengetahui secara pasti prosedur yang harus dilewati.

Orang bilang, lain padang lain belalang lain lubuk lain ikannya. Mungkin di daerah anda, saat mempelai datang langsung ditaburi untain melati, namun di beberapa suku di Sultra anda harus melewati prosesi lain. Sebagai catatan, di Sultra sendiri ada beragam suku, i.e. Muna, Tolaki, Buton, Moronene, Kabaena dll. Sebagai contoh, masyarakat Muna biasanya menyajikan silat khas daerah Muna sebagai upacara penyambutannya. Jadi, rombongan pihak mempelai pria akan berangkat dengan pesilatnya demikian pula halnya pihak wanita juga akan menyambutnya dengan pesilat mereka. Dan selanjutnya mereka akan bermain silat selama beberapa saat yang menandakan penerimaan pihak wanita terhadap rombongan dari keluarga pria.

Selain itu, jumlah pinang ataupun hantaran yang diserahkan ke pihak wanita akan sangat beragam maknanya. Anda pasti tak ingin dianggap kurang paham adat. So, ikut sertakan orang yang lebih paham dalam prosesi ini. Manfaat lainnya, pihak keluarga wanita juga tentu akan senang jika mendapatkan seorang menantu yang mau menghormati adat mereka. Untuk pihak wanita, mereka pun sebaiknya memiliki seorang narasumber yang paham akan adat pihak mempelai pria. Karena setelah prosesi pernikahan biasanya ada upacara mengantar kedua mempelai ke rumah mempelai pria. Dengan demikian kesalahpahaman yang biasanya terjadi hanya karena kesalahan komunikasi bisa terhindarkan. Dan kedua mempelaipun akan tersenyum dengan lebih manis lagi di atas singgasananya.

Akhir kata, coba mi dipraktekkan guys...then you'll be fine & wish u luck...

Thursday, March 8, 2007

Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun

Seluruh kru KENDARI BEACH

mengucapkan..

TURUT BERDUKA ATAS MUSIBAH YANG MENIMPA INDONESIA...

Semoga para korban yang wafat mendapat tempat yang layak di sisi-NYA
Semoga para korban yang selamat beserta keluarga diberi ketabahan
Semoga kita bisa memetik hikmah dari apa yang telah terjadi

(belum kering air mata akibat peristiwa tsunami Aceh, gempa Jogja, jatuhnya Adam Air, banjir Kendari dll sekarang gempa Solok, jatuhnya Garuda di Jogja, puting beliung Bali....)

pertanda apa ini?

....setengah tiang untuk negeriku...

Sunday, March 4, 2007

FORUMnya Masyarakat SULTRA

Forum Silaturahim & komunikasi Masyarakat Sultra sudah ada dan dilaunching sejak Akhir Februari kemarin.

Salut buat Ichal yang punya ide yang bagus, buat menyatukan segala macam uneg2, masukan dari anak2 SULTRA pada umumnya.Dengan adanya FORUM ini, diharapkan kita bisa membangun Silaturahim dan Komunikasi demi membangun bersama daerah kita tercinta.

Di FORUM kita bebas menyampaikan aspirasi, cerita lucu ( disini kalian bisa mengenal arham_kendari lebih jauh ) sapa tau bisa nyaingin Tukul Baronang, dan buat yang
romantis sapa tau bisa kirim-kirim puisi cinta, yang patah hati juga bisa diterima, nanti ada yang hibur-hibur, kalo tidak kuat menanggung derita.Buat yang bocor-bocor, bisa juga bagosip disini ataupun sekedar curhat, banyak yang mo tampung itu....Buat yang berkeluh kesah dengan daerah yang belum maju-maju, langsung keluarkan, sapa tau ada bapak-bapak- ibu-ibu yang ada di Pemerintahan yang jadi anggota ini FORUM bisa langsung direalisakan mungkin.

Dan biar tidak tersesat dan tidak kelaparan pendatang-pendatang, bisa kita kasih info tentang
tempat-tempat makan, nongkrong, sampai kepelosok-pelosoknya kalau perlu.Kalau mau keren-keren sedikit, bisa juga ikuti perkembangan IT (ai ti...hehehe)

Kalo sudah baca ini, langsung saja daftar nah, jangan lupa perkenalkan diri di thread Anakonda, biar yang lain kenal kamu, sapa tau bisa ketemu teman lama yang tidak pernah ketemu lagi..

Sudah-sudahmi juga friendster terus, coba main-main juga di FORUM supaya terbuka itu pikiran...., kapanmi mo maju kalo cuma koleksi foto2 teman saja...


Jangan lupa langsung daftar di FORUM

Monday, February 26, 2007

Save the Earth

Beberapa saat yang lalu saat berkesempatan mengujungi Sydney Opera House (SOH), ada beberapa hal yang menurut saya sangat menarik untuk dibagi di blog ini. Banyak burung yang bebas bermain dan hidup damai bersama pengunjung. Padahal SOH ini letaknya tepat di jantung kota Sydney, yang notabene salah satu kota metropolitan di dunia.
(Photo: Courtesy of Chewy Chua - Flickr.com)
Burung-burung dengan santainya memakan remah-remah roti langsung dari tangan pengunjung. Pengunjungpun tenang aja bermain bersama mereka tanpa ada niatan untuk menangkapnya. Bahkan banyak yang memanfaatkan momen ini untuk berfoto. Tampak jelas kalau burung-burung tersebut tidak stress melihat manusia. Menariknya, hal ini bukan saja terjadi di Sydney, tapi juga kota-kota lain di Aussie. Emang sih, ada punishment yang cukup keras jika sampai ketahuan menyakiti binatang. Bisa kena denda sekitar $100-an on the spot.

Jadi ingat Kendari, kapan ya bisa seperti ini. Boro-boro mendapatkan gerombolan kupu-kupu atau burung yang sedang beterbangan di taman di kawasan Kendari Beach. Adanya malah gerombolan nyamuk karena kodokpun sudah takut menampakkan diri.
Apa harus ada pemberlakuan hukuman yang keras? Sepertinya pemecahan masalahnya tidaklah sesederhana itu. Harus ada kesadaran bersama seluruh warga Kendari untuk menciptakan lingkungan yang nyaman. Dan itu harus dimulai sejak dini, at least dari diri kita sendiri.
Kegiatan yang diadakan oleh beberapa TK untuk membiasakan siswanya peduli akan lingkungan sejak usia dini patut untuk dicontoh. Salah satu TV swasta pernah menayangkan aksi penanaman pohon para siswa salah satu TK di Jabotabek. Kurang jelas apakah TK atau SD di kota Kendari sudah mengadopsi hal ini. Jadi ingat zaman sekolahan dulu, tiap siswa bertanggung jawab atas kebersihan kelasnya masing-masing. Lomba kebersihan dan taman terindah penting untuk dilestarikan. Cuman kurang tau, apa lomba semacam ini masih tetap diadakan, karena hampir tiap sekolah sekarang ini punya petugas kebersihan yang disewa khusus untuk tugas ini. Padahal lewat kegiatan ini siswa jadi belajar untuk bertanggung jawab dan peduli dengan lingkungannya.

Satu hal lagi, meskipun Sydney adalah kota yang dinamis dengan penduduk yang cukup banyak dan beragam, namun anda masih bisa menghirup udara segar di sana. Bisa dipastikan, adalah hal yang almost impossible mendapatkan orang merokok di bus. Sedangkan jika anda sedang berada di pete-pete di Kendari, meskipun anda sudah menutup hidung bahkan menegur langsung, masih ada beberapa oknum perokok yang tetap saja tenang mengisap rokoknya. Heran juga...apa mereka tidak sadar kalau sudah menyakiti orang lain dengan asapnya? Tidakkah mereka sadar bahwa orang lainpun punya hak untuk tidak menikmati asap rokok mereka?Entahlah.....

Mungkin lingkungan yang benar-benar bersih dan nyaman masih sekedar mimpi. Tapi paling tidak, mulailah dari rumah kita. Mulailah bertanya, "sudah berapa pohon yang kita tanam?". Boleh juga dengan menandai salah satu momen penting dalam hidup kita dengan satu pohon. Bagi yang punya anak, mungkin bisa dengan menanam satu pohon untuk setiap kelahiran. Lainnya, bisa dengan memisahkan sampah yang bisa di recycled dan yang tidak. Masih banyak cara kreatif lagi yang bisa kita kerjakan untuk meningkatkan kualitas hidup di Kendari, kota kita yang tercinta. Semoga wilayah Bunga Kamboja dan lainnya tidak akan mengalami lagi yang namanya banjir tahunan......
PEACE AND SAVE THE EARTH.....

Monday, February 5, 2007

Oqkot

Dalam EYD (baca: ejaan bahasa Indonesia yang disempurnahkan ) atau dalam kamus Bahasa Indonesia , tidak mengenal kata oq-kot. Walaupun dalam wikipedia.com tidak ada penjelasan tentang kata ini. Apa sebenarnya arti kata oq-kot itu ? Untuk menjelaskan ini kita dapat menggunakan padanan kata yaitu Logat. Sejauh ini itulah pengertian Oq-kot itu.

Dimana dijumpai kata oq-kot itu ?
Kata oq-kot tidak pernah tertulis dalam susunan huruf-huruf, tetapi hanya dapat didengarkan saja. Kita dapat menjumpai kata oq-kot yaitu pada lirik lagu yang berjudul Oq-kot.
…..jammi ko malogat
…taunya oq-kot tonnji..

Klo di Jawa orang kenal medok , maka di sulawesi dikenal oq-kot. Bahasa oq-kot itu seperti ini …………
Sa punya blog ini sa kasi nama oq-kot karena biar orang yang baca khususnya orang sulawesi , apalagi orang kendari terasa akrab. Baru semua tulisan yang sa buat sa pake eksen kendari. Soalnya klo mo pake Bahasa Indonesia yang sempurnah susah sekali bela, baru kita menulis kaku. Itu bahasa tidak perkembang. Klo oq-kot itu kata-kata da mengalir seperti air… iyo tawwa di’.

Di Kendari memang rata-rata anak-anak sekolah suka oq-kot. Eh… nda tau mi oq-kot itu istilah dimakassar ato di Kendari . Ah..terserah mi deh… yang penting dimengertimi klo oq-kot itu = logat.

Kendari itu nama kota di Sulawesi Tenggara. Lambang daerahnya itu Kepala Anoa. Sa ingat dulu waktu ikut pramuka di lengan kanan Baju ta dipasang lambang segi lima , baru ada gambar kepala Anoanya. Memang di Kendari masih ada hidup jenis Hewan liar yang ganas ini. Mereka hidup di gunung-gunung. Pernah waktu masih SD waktu kita mo pi gi ambe jambu mente ato lobe-lobe digunung kita ketemu Anoa,..puuuuuu….... kita di kejar kasian. Langsung kita lari belok-belok di sela-sela pohon. ( Logat Kendari kata Kita = Saya dan yang lain). Hampir sama dengan Banteng. Tapi Anoa itu hanya bisa lari lurus. Da setenga mati belok. Mungkin karena tidak ada Stirnya…..hahahaaa..

Yang sa mo ceritakan sebenarnya, kenapa lambang daerah yang bagus itu mo diganti kasian. Bagusnya mi. Kalo alasannya karena ini hewan ganas maka orang takut ke kendari, kenapa pale Surabaya lambangnya Ikan Hiu Vs Buaya na rame ji juga. Baru mo digantikan dengan Lambang Menara Persatuan ( belum pi jadi juga…. ).
Kalo Kendari mo rame strategi penataan kotanya mi yang diganti. Kan sekarang ini kendari di bilangi usus buntu. Karena kalo orang naik pesawat mentok mi disitu. Ato logat kendarinya Ta tumbbu…Pesawat tidak transit, tapi balik. Sa punya saran klo kendari mau berkembang to…
1.Buka mi itu bandara udara kasih besar… biar pesawat besar bisa mi juga masuk. Baru ganti mi itu namanya Wolter Monginsidi. Karena bukan ji nama orang Sulawesi tengara. Gantikan dengan nama Haluoleo ato nama yang khas dengan daerah. Asal jangan diberi nama Sinonggi ato kasoami…( nanti ada tulisan tentang itu tersendiri )
2.Dari laut, pindahkan mi pelabuhannya ke Luar dekat Toronipa. Biar kapal-kapal kontainer juga banyak yang masuk. Klo pelabuhannya masih di Kota lama, puu..de elaaa….hanya kapal kecil kasian yang bisa masuk.
3.Angkutan darat, ini yang agak susah. Kalo orang yang baru masuk kendari lewat darat… baru dia naik Bus penumpang… sa jamin pasti da munta-munta di jalan. Bagemana tidak minta pa, kalo jalannya taputar-putar, baru jalanannya tidak bagus. Sukur-sukurmi kalo itu bus da tidak muat sayur-sayur…..minta ampun mi.
4.Harus ada penataan kota yang bisa mencirikan daerah. Sekaranag ini dimana-mana dibangun Ruko ( Rumah Toko ) baru tidak teratur.

Friday, February 2, 2007

Ko gambar.....

Pernah dengar kalimat "ko gambar...."?
Itu emang istilah khas Kendari. Jangan tersinggung jangan marah kalo misalnya anda mengadu ke teman lantas dia menjawab "ko gambar....".
Itu sebenarnya refleksi rasa peduli dia akan cerita anda. Misalnya saja, anda sedang berada di rantau dan satu saat anda kangen berat dengan masakan rumah lantas bercerita ke teman tentang hal itu. Saat dia menjawab seperti itu bisa jadi dia sedang ingin menghibur anda dengan memberi solusi yang rada-rada tak biasa.

Anakonda(ri) istilahnya emang beragam dan setiap tahun selalu ada yang baru. Beberapa tahun yang lalu, istilah yang kerap terdengar adalah "janter......jangan terlalu....." . Biasanya istilah ini digunakan untuk menanggapi hal/cerita yang agak2 berlebihan entah dalam nilai rasa atau tindakan. Mungkin agak mirip dengan istilah orang betawi "sok loe...." atau "belagu loe....". Entah...boleh juga kalo ada yang berminat riset tentang hal ini.

Istilah terbaru yang sempat terekam pertengahan tahun lalu, saat balik ke Kendari adalah..."jang ko bacrit.....". Apaan tuh.....
Bacrit itu singkatan dari banyak cerita. So, "jang ko bacrit......" bisa berarti "jangan cerewet" atau "jangan jadi ember bocor" atau "do not be a chatter box".
Yah....itulah anakonda(ri) emang suka menyingkat kata...
Segini dulu....takut bacrit ahhh.......

uppsss....apa lagi ya..istilah terbaru di Kendari?

Tuesday, January 30, 2007

Acara Tahun Baru Islam 1428 H

Ini acaranya, baru saja selesai kemarin malam. Berawal dari Jumat 19 Januari 2006 (sehari sebelum 1 Muharram) ada Dzikir Akbar di Mesjid kebanggaannya Kendari, dimana lagi di' klo bukan di Mesjid Agung yg di Mandonga itu.

Saya sendiri sebenarnya nda' ikut tuh acara, hanya diceritakan juga ma tante ku yang datang ke sana waktu itu.. katanya Dzikir nya itu dipimpin sama pelaksana daerah (dalam hal ini wakil Gubernur, tau mi toh Gubernurnya kita skarang dimana??) acaranya lumayan ramai ji and hikmat pula. Owuh iyye.. katanya diakhir acara disampaikan mi juga klo 10 Muharram nanti ada acara Taudziah Akbar, yang jadi penceramahnya itu Hj. Neno Warisman. Yaa mendengar itu, pasti mi smua senang.

Next, Minggu kemarin (28 Jan '07) ada Pawai Akbar, kali ini saya liat.. karena kebetulan pagi2 waktu lagi di warnet lewat itu rombongan pawai.. ramai.. diawali dengan pembukaan marcinbennya ank SMP 1 (ayoo... sapa alumni dari SMP itu?? klo saya sih bukan.. hehehhh) bagus tawwa. Habis itu, menyusul mi ibu2 pengajian biasanya lebih dikenal dengan sebutan Ibu2 Majelis Ta'lim.. pawai nya itu katanya start dari lokasi MTQ... trus spt biasa finishnya di KeBi.

The last, kemarin malam mi alias Senin (29 Jan '07) penutupan rangkaian acara Tahun Baru.. yaitu Taudziah Akbar di Mesjid Agung (lagi).. nah saya datang kesitu.. Kita2 sholat Isya disana, abis itu... dilanjutkan dengan dengar ceramah.. hikzz.. banyak yg kecewa apalagi Ibu2 Majelis Ta'lim.. karena spt yg sudah dijanjikan.. klo katanya yg mau kasih ceramah itu Hj. Neno Warisman, tapi heee nyattanya bukan pua'.. Uztadst lokal ji (duuhhh maaff.. sa lupa belah namanya tuh Uztadst.. makanya tuh Ibu2 ada yg pulang.. kecewa mungkin!! Tapi bagus ji tawwa itu Uztadst da bawakan ceramah.. inti ceramahnya dia ingatkan kita tentang perjalanan Hijrah nya Nabi Muhammad SAW. trus apa2 saja sebenarnya yg harus kita lakukan dalam memperingati hari Assyurah ini.. hmmm.. maksudnya.. kita itu toh nda boleh melakukan hal2 yg tidak sesuai syariah Islam.. yaa kayak gitu lah kira2. Walaupun jama'ah yg hadir ada yg pulang.. tapii Alhamdulillah tuh acara sukses ji juga tawwa. Yaa, smoga klo ada lagi acara yg spt ini diusahakan itu penceramah yg sudah dijanjikan datang, supaya nda' kecewa jama'ahnya.

Cari Pasangan dengan Molulo

Bagaimana bisa?

Bisa saja to...,soalnya Tari Molulo merupakan tarian pergaulan, yang umumnya dibawain oleh para muda-mudi.Tarian ini dibawakan sambil bergandengan tangan dengan membentuk lingkaran,dan kadang bisa ada beberapa lingkaran yang dibuat, bukan lingakaran yang terpisah, tapi dalam lingkaran ada lingkaran lagi.

Tarian ini dibawain dengan lagu dan diiringi dengan alat-alat musik tradisional lainnya.Tapi sekarang cukup diiringi Band ataupun Organ Tunggal,dan kalau mau yang sederhana, cukup dengan memutar lagunya lewat CD, atau, cukup pake Tape. Lagu yang sering dimainkan adalah lagu Daerah, maupun Lagu-lagu lainnya yang kira-kira cocok. Lagu-lagu Ambon atau Lagu Menado, cocok juga itu..

Namanya juga Tarian Pergaulan, pasti peminatnya banyak banget di kalangan kaum muda-mudi, baik sekedar kenalan ataupun cari pasangan.

Kalau dalam lingkaran itu ada yang diincar,ga perlu nunggu musiknya berhenti, langsung masuk aja, tapi liat-liat dulu kalo mau masuk. Jangan sampai disampingnya sudah ada pasangannya, bisa kacau. Kalau kamu laki-laki, liat dulu pasangannya, disebelah mana, kiri atau kanannya, soalnya kamu bisa masuk dari sebelah kirinya doang, begitupula sebaliknya kalo kamu cewek, kamu bisa masuk disebelah kananya cowok. Tapi kalo belum ada pasangannya, kamu boleh masuk disebelah mana saja.

Kalo mau nanya ataupun sekedar ngobrol, boleh saja, nari sambil ngobrol, asal sopan. Tapi Kalo mau cari keringat saja,ikut saja gerkannya, Jangan banyak Bacot, hehehe bercanda cess.
Buat kamu yang belu ngerti gimana gerak tarinya, bisa melihat-lihat dulu sambil belajar, Tapi kalo kamu PeDe, masuk saja, sambil belajar..toh...tapi kamu harus nunduk sambil melihat dan mengikuti gerak kaki yang sudah mahir. Konsekuesinya kamu ngga bisa ngobrol, ngga bisa kenalan, dan ga bisa PeDeKaTe karena terkonsen untuk mengikuti gerakan tarinya.

Tapi jangan coba-coba kamu berdampingan sama orang yang baru belajar, bisa kacau, soalnya kalau tak seragam gerakannya, bisa menginjak kaki orang lain.
Tarian ini sangat menarik, karena bisa diikutin secara masal seperti halnya tari SaJojo dari Menado, tapi keunggulannya kita bisa bergandengan tangan yang menggambarkan kedekatan dan ikatan persaudaraan yang kuat



Bagaiman dengan tari Molulo terpanjang akhir tahun lalu, sabelom dengar itu proses acaranya, mungkin ada yang bisa menambahkan?

Wednesday, January 24, 2007

Minggir pak...

Different pond different fish. Kebiasaan tiap daerah emang beda. Termasuk saat anda hendak memberitahu pak supir untuk menghentikan kendaraannya. Jika anda seorang pendatang yang baru saja naik pete-pete (sebutan khas untuk angkot) di kendari, silahkan aplikasikan tips berikut.

Satu hal yang perlu anda ingat, warga Kendari lebih familiar dengan istilah "minggir pak..." daripada istilah "stop pak...", "kiri pak...." ataupun "berhenti pak....". Seringkali saya satu pete-pete dengan pendatang dari kota lain dan orang tersebut kebingungan karena saat dia bilang "kiri pak / stop pak", supirnya malah tenang-tenang saja menjalankan pete-petenya. Yah, itulah supir di sana memang lebih terbiasa dan awas dengan kalimat " minggir pak...daripada kalimat lainnya".

Selain itu, saat mengucapkannya andapun harus bersuara keras namun tetap sopan. This is the hardest part. Mengapa demikian? Karena rata-rata pete-pete di Kendari full music. Bahkan banyak yang dilengkapi peralatan audio visual. Jika tidak demikian, pete-pete tersebut kekurangan daya tarik untuk mengundang penumpang. Malah ada selentingan, kalau pete-petenya tidak dilengkapi music, anak sekolahan malas naiknya. Padahal merekalah pangsa pasar terbesar bisnis transportasi di Kota kendari.

Saat anda berada dalam pete-pete, bisa jadi anda akan merasa sedang berada di dalam diskotik. Jadi anda harus mengimbangi suara music dalam pete-pete tersebut. Tapi ingat, nada suara anda harus tetap sopan, jika tidak supirnya bisa tersinggung dan malah menurunkan anda cukup jauh dari tempat tujuan. Serba salah ya....anyway..enjoy hanging around in Kendari

Sunday, January 21, 2007

Malu Bertanya Sesat di Kendari

Artikel ini bukan ditujukan buat anda yang familiar dengan Kendari. Tapi, jika anda termasuk orang yang baru datang di kendari (dengan terpaksa) karena di pindah tugas, dalam perjalanan bisnis sehari - dua hari, wisatawan lokal (kecil kemungkinannya), atau wisatawan mancanegara (lebih tidak mungkin lagi), mungkin artikel ini bisa berguna bagi anda. Saya juga tidak meng-klaim bahwa apa yang tertulis dalam artikel ini adalah spesifik untuk Kota Kendari. Artikel ini hanya bersifat membantu untuk memahami konsep spasial "sehari-hari" terhadap ruang domestik, dan dapat memiliki kesamaan dengan daerah lain.

Malu bertanya sesat di jalan, hmmm peribahasa yang umum. Malu bertanya sesat di Kendari? sama saja lah. Tapi, mungkin sekedar bertanya saja belum cukup. Dua kali bertanya? bisa juga sih. Namun yang lebih penting, sebelum anda ke Kendari, lebih baik anda tau dulu kebiasaan Kendarians (istilah saya pribadi untuk menyebut penduduk kendari, hmm terinspirasi dari Martians ;P). Ada istilah "if you want to know well about particular area, ask the local wisemen", mau tau cara menebang kayu? tanyalah tukang kayu :p . Saya bukan tukang kayu(apalagi local wisemen), anggap saja saya guide anda. Ini perlu, bagi anda yang ingin berpetualang di Kendari, untuk menghindari resiko terkena stress, pusing-pusing, tersesat, frustasi, yang bisa mengakibatkan anda terkena shock culture, dengan akibat buruk anda bisa merasa tidak betah tinggal di Kendari, atau, resiko dompet anda terkuras habis gara-gara kemana-mana naik taxi (atau ojek yg kian menjamur). :p
Well, pertama-tama, tidak perlu map / peta jalan untuk ke Kendari. Its simply because no street map ever existed ! Tidak usah repot-repot tanya sodara dan teman, atau browsing berjam-jam mencari peta jalan Kota Kendari, karena memang tidak ada, tidak ada yang jual, bahkan mungkin tidak ada yang "mencoba" untuk membuat. Walaupun ternyata ada, hmmm saya jamin bakalan tidak berguna, mengapa? Pertama, belum semua jalan/gang/lorong di Kendari mempunyai plang nama, dan kedua, walaupun ada, tidak semua orang di Kendari hapal nama-nama jalan (kecuali jalan depan rumahnya), entah prosentasi nya berapa (perlu survey untuk itu), namun itu bukan kebiasaan kendarians untuk menggunakan nama jalan dan nomor untuk menjelaskan alamat. Perkecualian buat pak Pos atau Supir Taxi :). Bukan berarti nama jalan itu jadi tidak penting, namun tidak bisa terlalu diandalkan. Anda harus punya informasi tambahan.

Kedua, tidak perlu kompas untuk ke Kendari. Kecuali jika anda seorang petualang yang memang terbiasa menggunakan kompas dan membuat peta perjalanan anda sendiri. Mengapa? sebab kendarians jarang (atau hampir tidak ada?) yang menggunakan arah mata angin sebagai patokan arah. Beda dengan di Jogja, sebagai contoh, yang punya landmark sebagai patokan untuk itu, Gunung Merapi di Utara, dan arah sebaliknya untuk Selatan. Sehingga banyak sekali dijumpai nama tempat dengan tambahan "kidul" "kulon" "wetan" "lor". Dan kebiasaan penduduk lokal jogja pun banyak yang menggunakan arah mata angin sebagai penunjuk jalan, misalnya "jalan ke Selatan, sampai Mirota, belok ke Timur".Saya saja yang asli lahir di Kendari, sampai saat ini masih bingung dengan patokan mata angin di Kendari. :P Alasannya, mungkin keadaan topografi di Kendari yang memang sulit untuk menentukan arah mata angin. Gunung di sebelah kiri, dan laut di sebelah kanan, tidak bisa secara otomatis dijadikan patokan, ini dikareankan letak Kota Kendari yang mengelilingi teluk.

So, bagaimana strateginya?
Pertama, kenali nama daerah, anda harus bertanya untuk itu, di daerah mana anda tinggal, dan daerah mana yang di tuju. Nama daerah yang saya maksud adalah nama kelurahan, misalnya: kemaraya, mandonga, watu-watu, benu-benua, wua-wua atau bisa juga nama jalan (yang terkenal), misalnya: saranani, masjid agung.

Kedua, untuk lebih spesifik, perhatikan landmark di sekitar anda, bisa berarti nama toko, masjid, sekolah, kantor pemerintah, pasar dan sebagainya. Akan lebih besar kemungkinannya alamat anda di kenal jika dibekali informasi tambahan seperti ini.

Ketiga, orientasi. Walaupun Kota Kendari sudah mengalami perubahan yang cukup pesat, bentuk awalnya yang linier masih dominan. Sebagai informasi, awalnya, Kota Kendari membentang dari timur ke barat. Kota Lama (termasuk pelabuhan barang dan penumpang) terletak di ujung timur dan di ujung barat adalah daearah Wua-wua. Kedua titik ini dihubungkan dengan jalan poros utama dengan bukit/gunung di sebelah utara, dan laut di sebelah selatan.Jadi, sebenarnya gampang sekali, jika anda ingin ke timur, berarti anda ke "Kota", dan jika anda ingin ke ujung yang satunya, cukup ke "Wua-wua". Namun sekarang, daerah Wua-Wua sudah menjadi titik pertumbuhan baru yang cukup dominan. Mungkin perlu satu artikel terpisah untuk menceritakan daerah ini (will be coming soon!).Nah, daerah-daerah yang lain, semisal Kemaraya (tempat tinggal para seleb Kendari-cieee sory ini hak nya penulis), Mandonga dll, kemungkinannya terletak di antara dua "kutub" tersebut. Nah sekarang posisi anda di mana? Bisa jadi anda di ujung timur, barat, atau di tengah-tengah.

Keempat, waktu. Memang perlu waktu untuk mengenal daerah baru. Semakin lama anda tinggal di Kendari, maka anda akan semakin kenal dengan daerahnya (jelasmi itu). Semakin gaul anda, semakin cepat vocabulary anda tentang "tempat nongkrong yang asik" bertambah.
Kelima, gunakan public transportation. Hehehe. Selain berarti anda mengurangi kemacetan jalan di kendari (yang sebenarnya tidak macet), save the earth from global warming, berarti anda juga berhemat, dan bisa mengenal kota Kendari lebih dekat. Jangan lupa penjelasan saya di atas, cukup naik angkot (istilah lokal: pete-pete) ke "kota" atau "wua wua". Simple isnt it? Dijamin perjalanan anda bakal memuaskan, sebab pete-pete itu full music, bisa berhenti dimana saja, dan cukup murah. Namun sayangnya, pak supir mungkin tidak menerima request lagu. Jadi siap siap saja jika lagu yang diputar tidak sesuai selera anda. ;)

Nah, akan tiba saat nya anda menguji "local wisdom" anda. Jika anda sudah familiar dengan alamat seperti tertera di bawah ini, maka Congratulation! You are one of us! ;)
Bakso levos; belakang balatkop.
Mager Sari; Perum Dolog, Kemaraya.
Saya tinggal di samping sma satria, dekat Nurman Jaya.
Cotto Makasar depan SMA 1 (nama warung makan-nya sendiri apa ya?)


Catatan: Artikel ini bersifat open ended. Anda bisa mengusulkan tambahan atau perbaikan terhadap artikel ini dengan mengisi "Comment".