Showing posts with label Hutan. Show all posts
Showing posts with label Hutan. Show all posts

Tuesday, February 22, 2011

Dishut Konawe Amankan 21 Batang Kayu Jati

Unaaha, Armin Rumpa (Jurnalis Media Sultra)
Sedikitnya dua puluh satu batang kayu jati yang berasal dari Hutan Tanaman Industri (HTI) Kecamatan Pondidaha, diamankan Dinas Kehutanan Kabupten Konawe, di Desa Amesiu Kecamatan Pondidaha, awal Januari lalu.

"21 batang kayu jadi tersebut, kami amankan tanpa pemiliknya, tetapi kayu jati itu berasal dari HTI, karena kayu itu masih berada dihutan jati, jadi itu temuan kami, termasuk hasil curian"kata Kepala Seksi Pengamanan Hutan Dinas Kehutanan Kabupaten Konawe Yasir Syam saat ditemui diruang kerjanya, Senin (21/2)
Menurutnya, ke 21 batang kayu tersebut masuk kategori A1 atau kayu berdiameter diatas 30 cm, dengan panjang dua meter, namun belum dihitung kubikasinya, pelakunya pun tidak berada ditempat "mereka tebang dengan gunakan kampak, sehingga tidak terdengar saat melakukan aksinya" Ujar Yasir.
Saat ini dengan kejadian tersebut, kata Yasir, pihak kehutanan selalu melakukan monotoring kawasan HTI tersebut, pasalnya jika tidak diawasi secara kontinyu dipastikan akan ada pelaku-pelaku yang menjarah hutan jati tersebut.
Yasir mengakui, khususnya di Kabupaten Konawe, termasuk kategori rawan pencurian kayu, atau pembalakan liar, dan hampir terjadi disemua Kecamatan, yang terdapat hutan lindung.(***)

Monday, February 7, 2011

Kerusakan Hutan di Abuki Berkurang

Unaaha,Armin rumpa (Jurnalis Media Sultra) Diakhir tahun 2010 sampai awal tahun 2011, kerusakan hutan Di Kecamatan Abuki sudah berkurang, indikatornya tidak ada lagi penebangan dan pemambalakan liar yang terjadi, hal itu dikatakan Camat Abuki Harmin Ramba, saat ditemui di Kantor Pemda Konawe belum lama ini.

Harmin mengatakan, sejak ditangkapnya puluhan meter kubik kayu hasil pembalakan liar dihutan lindung Abuki, yang kayu olehannya tersebut dihanyutkan di Sungai Anggoro pada bulan Maret tahun 2010 lalu, juga dibulan yang sama ditangkap lagi kayu diatas mobil, kini pembalakan liar sudak tidak ada lagi. "artinya, mereka sudah jerah ditangkap kayunya,karena kami terus lakukan operasi, jika ada informasi kita langsung ke TKP, jadi tidak ada peluang bagi mereka melakukan pambalakan liar" Jelas Harmin. kata dia, jangankan pembalakan liar atau illegal loging, izin pemanpaatan hutan saja, untuk pengolahan kayu di Abuki saat ini tidak ada, dan baginya tidak mudah mengeluarkan rekomendasi pengolahan kawasan hutan. lanjutnya, karena dampaknya ada, terutama berdampak pada persediaan air untuk areal persawahaan, jika dibiarkan pembalakan liar atau ada izin pemanfaatan hutan untuk pengolahan kayu, maka dikuatirkan persawahan di Abuki akan kering, misalnya jika terjadi kemarau saja, sekitar 400 sampai 500 hektar sawah di Abuki mengalami kekeringan. "jika kita biarkan pembalakan liar, kerugiannya akan lebih besar, dari pada untungnya"ujar Harmin. (***)