Friday, February 4, 2011

Salah seorang anggota Satpol PP Pingsan Saat Upacara, Operasi Ketupat 2010 di Mapolres Konawe,.

Berita Gambar, Oleh Hasrudin Laumara (Jurnalis Kendari Pos)

Rugikan Warga, FPR Protes Kontrak PT TPM

---Komisi B "Bela" Investor Unaaha,Hasrudin Laumara (Jurnalis Kendari Pos) Front Pemerhati Rakyat (FPR) Konawe menilai kontrak antara manajemen PT Tani Prima Makmur, investor perkebunan kelapa sawit dengan pemilik lahan di Kecamatan Anggaberi, sangat merugikan warga. Berangkat dari analisis itu FPR Konawe melakukan aksi protes. Mereka ramai-ramai bertandang di DPRD Konawe, Rabu (29/12) lalu.

Koordinator Lapangan (Korlap) FPR Konawe, Adi Saputra mengatakan masuknya investor kelapa sawit di Konawe akan menentukan nasib Konawe ke depan. "Kita akan sama dengan daerah lain yang diporak-porandakan musibah bencana alam seperti tanah longsor dan banjir. Ini karena tidak adanya batasan pengelolaan lahan. Sehingga memberi ruang gerak bagi investor memperluas wilayah pengolahan. Bahkan mereka menjanjikan keuntungan besar sehingga masyarakat mengontrakkan lahan mereka, "tuding Adi Saputra. Korlap lainnya, Irwan Efendi mendesak DPRD Konawe memanggil pihak terkait, dalam hal ini Distan/Perkebunan Konawe, Dishut Konawe, Dinas PU bidang Sumber Daya Air, Bappedalda/BLH dan para camat yang wilayahnya masuk dalam area pengelolaan kelapa sawit. "Meminta DPRD Konawe meninjau ulang isi kontrak PT TPM dan pemilik lahan yang sangat merugikan masyarakat. Apabila tuntutan kami tidak diindahkan maka kami akan turun dengan massa lebih besar," ancam Irwan Efendi. Nampaknya diinternal DPRD Konawe tidak satu suara, Wakil Ketua DPRD Konawe, Mustakim sepakat dengan agenda massa FPR Konawe sedangkan Ketua Komisi B, Gusli Topan Sabara justru terkesan "membela" PT TPM. Mustakim berjanji akan menyikapi tuntutan FPR itu. "Bukan hanya persoalan yang ada di Kecamatan Anggaberi saja, namun di 30 kecamatan yang masuk wilayah. Kita akan panggil Distan, Dishut, Bappedalda, Bagian hukum Setda Konawe, PT TPM dan para camat yang wilayahnya masuk perkebunan kelapa sawit. Kita agendakan hari Senin pukul 10.00 wita," janji Mustakim. Ia berjanji akan mengawal tuntutan massa FPR Konawe ini, karena yang merasakan dampaknya bukan hanya warga Anggaberi saja. "Sebab, kehadiran PT TPM ini akan berdampak pada lingkungan," Ketua Gusli Topan Sabara yang "membela" eksistensi PT TPM di Konawe mengatakan ia tahu selama ini Komisi B di hujat, dianggap bermain mata dengan investor. Padahal apa yang dilakukan Komisi B semata-mata untuk 28 ribu jiwa yang akan terserap dalam PT TPM. "Hitungannya, tujuh ribu orang dikalikan dua orang (suami-isteri) menjadi 14 ribu belum lagi ditambahkan dua anak-anak pasutri itu maka mencapai 8 ribu orang. Soal (dampak) lingkungan, sejak Semenanjung Malaya hingga Kualalumpur adalah hamparan kelapa sawit. Mereka buat parit sedalam satu sampai dua meter, ini yang kita contoh. Dan perlu diketahui 1,4 juta jiwa warga Indonesia yang ada di Kualalumpur bekerja di perkebunan kelapa sawit," bela Gusli Topan Sabara. "Kalau ini terbuka (perkebunan milik TPM,red) berarti sekitar 10-20 persen TKI kembali ke tanah air, Ini kan mengangkat harkat hidup masyarakat banyak. Ini saya ungkapkan supaya jelas, bahwa Komisi B ada main mata, itu tidak (benar). Karena ada 28 ribu jiwa yang menggantungkan hidupnya pada perkebunan itu," pembenaran Gusli. Gusli juga berjanji pihaknya akan memanggil pihak terkait untuk rapat kerja karena tuntutan FPR bukan menolak (kehadiran investor) melainkan sharing in put menyangkut kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, Presidium FPR Konawe, Ilham menuding Komisi B DPRD Konawe hanya kembali "menebar" janji untuk menyelesaikan masalah kelapa sawit. "Sikap Komisi B yang diundang seminar Amdal justru tidak hadir," tandas Ilham. (din)

Komisi III Terdampar di Pulau Saponda

---Mesin Kapal Mati, Mengapung Satu Jam Unaaha, Hasrudin Laumara (Jurnalis Kendari Pos) Gara-gara tali fan belt mesin kapal putus, nyaris saja seluruh anggota Komisi III DPRD Konawe mengalami nasib naas. Kamis (3/2) kemarin sepulang dari kunjungan kerja di Pulau Wawonii, di Wawonii Barat, Ketua Komisi III, Tahsan Tosepu bersama anggotanya dan Kabag Ekonomi Setda Konawe, Eka Parawansa mengapung selama satu jam.

Mereka berjumlah sekitar delapan orang, minus anggota Komisi C lainnya, Sumijo yang tidak ikut bertolak ke Konawe. "Kami terdampar di Pulau Saponda," ujar Tahsan Tosepu, kepada koran ini melalui telepon selulernya sekitar pukul 13.41 wita, setibanya di ibukota Kecamatan Soropia setelah dievakuasi dari Pulau Saponda. Tahsan Tosepu menuturkan kronologis mengapungnya mereka di atas laut. Pagi kemarin, usai menyelesaikan permasalahan tarif air bersih, rombongan Tahsan pun bertolak sekitar pukul 10.00 wita menuju Pelabuhan Rakyat Kendari menggunakan kapal motor "Wawonia Dua". Ditengah perjalanan, tepat diperairan antara Pulau Saponda dan Pulau Wawonii mendadak mesin kapal Wawonia Dua itu mati, lantaran tali fan belt. mesinnya putus. Mereka di Pulau Wawonii sejak Rabu (2/2) lalu. Kapal motor bermesin 6 silinder dan berkekuatan 21 GT itu mengapungkan Tahsan Tosepu Cs. Untung saja, turut bersama mereka Eka Parawansa yang juga mantan Camat Soropia. Eka Parawansa menghubungi orang-orangnya di Pulau Saponda, Kecamatan Soropia. Pertolongan pun datang. Mereka dievakuasi di pulau terdekat menggunakan Koli-koli (sejenis sampan kapasitasnya hanya beberapa orang saja). Kondisi mereka baik-baik saja, setelah berada di Pulau Saponda. Meski kondisi mereka basah kuyup. Untung saja, telepon seluler mereka tidak ikut basah sehingga dapat menghubungi orang-orang di Kecamatan Soropia. Tahsan Tosepu mengatakan tak henti-hentinya mengucap rasa syukur, setelah selamat sampai di Pulau Saponda. "Subhanallah. Saya hanya mampu berdzikir. Itu yang saya ucapkan selama terapun dilaut. Ini bagian dari resiko tugas sebagai anggota DPRD. Bagi saya kejadian ini sebagai anugrah Allah SWT untuk dijadikan hikmah untuk menatap dari dekat kekuasaan Allah SWT. Kami tidak gentar menghadapi keganasan alam demi kepentingan masyarakat," ujarnya. Sekretaris Komis III DPRD Konawe, Rusdianto yang saat terapung bersama Tahsan Tosepu menambahkan insiden ini tidak lantas menyurutkan niat dan semangat mereka menjalankan tugas demi kepentingan rakyat. "Meski kami harus mempertaruhkan nyawa kami. Ini demi masyarakat, sampai-sampai kami nyaris tenggelam," timpalnya. Meski nyawa menjadi taruhannya, Rusdianto mengaku tidak kapok untuk kunjungan kerja di Pulau Wawonii. "Minggu depan kami kembali ke Wawonii, untuk sosialisasikan tarif baru. Kami kunjungan kerja dalam rangka selesaikan permasalahan terkait tarif air bersih minum PDAM," pungkasnya. (**)

Melihat dari Dekat Kantor Camat Abuki, Design Ekterior Mirip Hotel

Jadikan Sarana Rekreasi, Halaman Dalam Dilengkapi Kolam Mungkin ini yang pertama di Konawe, bahkan di Sultra. Kantor camat didesign mirip hotel. Halaman dalam Kantor Camat Abuki dilengkapi kolam besar dan air mancur. Halaman luar dilengkapi beberapa gazebo. Staf bakal dimanjakan sarana karaoke. Apa tujuan Camat Abuki, H.Harmin Ramba SE,MM mendesign hal itu?
Laporan : Hasruddin Laumara-Unaaha

Jika anda berkunjung ke Kantor Camat Abuki, tidak seperti umumnya anda berkunjung dikantor pemerintah. Yang penataan ruangannya terkesan monoton. Percaya atau tidak, jika anda berkunjung ke kantor Camat Abuki, mata anda akan disuguhi dan dimanjakan pemandangan yang menghadirkan kesejukan dan keindahan yang mirip di suguhkan hotel-hotel di kota besar.

Eksterior halaman dalam didesign sedemikian rupa. Terdapat kolam berukuran 6x6 meter persegi. Ditepi kolam itu dilengkapi pemanja mata, bunga Asoka merah dipasang dalam pot dan ditempatkan pada beberapa sudut. Nuansa esetetika kembali tersuguhkan kala mata memandang ke tengah kolam. Air pancuran setinggi satu meter mengalir deras dari seperengkat piranti sederhana bertingkat tiga yang digerakkan mesin pompa. "Airnya ini murni dari air pegunungan. Ini bisa dipakai berwudhu," ujar H Harmin Ramba. Jika ada warga Abuki. Yakinlah, kesejukan dan keindahan akan segera menghampiri anda apabila anda akan mengurus surat-surat kelengkapan kependudukan di kantor H Harmin Ramba, SE, MM itu. Nuansa estetika tidak hanya mengalir dari pekarangan dalam kantor saja. Dipekarangan luar, seluas mata memandang, terlihat hamparan luas halaman depan. Rumput hijau dipangkas sedemikian pendeknya. Halaman itu dipotong dengan jalan lebar dan dibuat beton pembatas bercat hitam putih. Disamping kiri bangunan kantor camat terdapat beberapa gazebo yang dibangun. Lebih ke dalam lagi, empat sudut pekarangan dikelilingi empat gazebo berukura kecil. Ditengahnya dibangun gazebo berukuran besar dan dimodifikasi seperti rumah panggung. "Kompleks perkantoran ini saya ingin jadikan alun-alun sebagai sarana rekreasi keluarga warga Abuki. Bisa untuk jogging dan bersantai. Begitupun malam hari. Ada beberapa lampu penerang akan dipasang, sehingga warga bisa bersantai malam hari di tempat ini. Target saya, akan dibangun pagar keliling kompleks perkantoran ini sehingga lebih nyaman sebagai sarana rekreasi keluarga," tambah pria bermotto Tiada Hari Tanpa Membangun, Tiada Hari Tanpa Inovasi dan Kreatifitas. Sedangkan ruang kerja Camat Abuki, H Harmin Ramba didesign sedemikian rupa, mirip ruang kerja direktur perusahaan. Tidak terlihat jika ruang kerja itu milik pejabat pemerintah. Harmin Ramba mengatakan konsep yang terapkan pada bangunan kantornya itu adalah bekal dari setiap kunjungannya diberbagai daerah seperti Bali dan Jakarta. Konsep eksterior sebuah hotel di Bali pun dibangunnya. Eksterior yang mengusung konsep mirip hotel dimaksudkan Harmin Ramba selain untuk menghadirkan nuansa eksetetika juga untuk menciptakan kenyamanan bagi karyawan di Kantor camat Abuki. Termasuk para tamu dan masyarakat yang berkunjung dikantor tersebut. "Tujuan konsep seperti hotel ini untuk kenyamanan, kebersihan dan keindahan. Tiga elemen ini sangat menunjang terhadap kinerja. Malahan ini saya mau pasang TV, sehingga pada jam-jam tertentu staf bisa berkaraoke dalam arti positif yah, untuk menghilangkan kepenatan setelah bekerja. Yang pada akhirnya, inovasi dan kreatifitas kerja akan lahir setelah menghilangkan kepenatan. Begitupun kolam yang dibuat itu. Saya berpikir dengan kolam itu maka akan menambah kesejukan kita berpikir setelah disibukkan pekerjaan," urai mantan Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Bappeda Konawe ini beberapa waktu lalu, usai pembukaan pameran HUT Abuki ke 22. Sayangnya, Harmin enggan merinci anggaran yang dihabiskan untuk mendesain interior dan eksterior kantornya. "Ini tidak ada anggarannya dalam DPA. Ini swadaya murni dari camat dan masyarakat. Kolam dalam kantor camat ini adalah pertama di Konawe. Seluruh kantor camat belum seperti ini di Konawe," tambahnya bangga. Ide mendesign kantor camat seperti itu diperoleh dari perjalanan di beberapa daerah. "Wawasan ini kan muncul kita sering keluar daerah. Jangan keluar hanya unutk shopping. Idenya muncul sebagai pembanding dari daerah-daerah yang lebih maju daripada kita. Konsep ini saya dapat dari Denpasar, Bali. Ada satu kelurahan, lebih bagus lagi. Waktu itu saya mengikuti rapat sewaktu saya masih di Bappeda (Kabid Fispra,red)," runtutnya. H.Harmin Ramba mengapresiasi dukungan Pemkab Konawe atas seluruh inovasi dan kreatifitas yang dikembangkannya. "Terutama kepada Bapak Bupati Konawe, Lukman Abunawas. Dukungan beliau sangat berarti dalam peningkatan kinerja saya. Saya ingin jadikan Abuki ini menjadi kecamatan terdepan di Konawe melalui program Gerakan Abuki Membangun (GAM)," tutupnya. ***

Perkemi Konawe Akan Pertahankan Gelar

Unaaha, Armin Rumpa (Jurnalis Media Sultra) Persaudaraan Kempo Indonesi (Perkemi) Konawe, akan mempertahankan gelar Juara Umum yang telah diraih di Porprop Muna yang lalu, di Porprop XI yang akan diGelar di Kanawe Selatan 19 Juli mendatang.
"kita akan pertahankan gelar itu, kalau perlu kita tingkatkan, karena pada Porprop di Muna yang lalu kita juara Umum" kata Ketua Pencab Perkemi Kabupaten Konawe Harmin Ramba, saat ditemui di Kantor Pemda Konawe, Rabu (2/2) Harmin mengatakan, pada Porprop Di Muna yang lalu,Kontingen Konawe memperoleh gelar Juara Umum dengan perolehan medali 8 Emas, 2 Perak dan 2 Perunggu, mengungguli Kota Kendari dengan perolehan 7 Emas, dari 16 cabang yang dipertandingkan."untuk di Konsel, saingan kita Kota Kendari, karena mereka memliki Atlit handal dan pelatih handal juga, kalau Kabupaten lain kita tidak hitung"Ujarnya. Kata dia, saat ini Atlit tengah melakukan TC berjalan, baik di Kota Kendari maupun di Unaaha, hal itu dilakukan karena 12 Atlit sementara mengenyam pendidikan di Kota Kendari, nanti dua bulan menjelang Porprop baru dilakukan TC terpusat di Konawe "kita jangan dulu ganggu karena mereka lagi sekolah dan kuliah di Kendari"katanya Lanjutnya, TC dibagi tiga bagian, pertama Fisik, kedua Teknik dan ketiga Speed, dan atlitnya Kempo yang tengah melakukan TC semua murni Atlit dari Konawe,"kita tidak gunakan pemain luar, karena aturannya begitu tidak boleh pakai pemain luar"jelas Tiga Dan itu Dia menambahkan, pada Porprop Muna yang lalu, setiap atlit yang mendapat medali, meperoleh bonus, untuk Emas Rp 3,5 juta, Perak Rp 2,5 juta dan Perunggu Rp 1,5 juta, "kalau nanti saya belum tau, karena bukan saya yang tentukan itu" Ujarnya. (***)