Unaaha-(Kabar Anoa)
Di Kabuapten Konawe, bukan hanya Kecamatan Onembute yang sering dilanda musibah angin puting beliung. Terkini, Kecamatan Wawonii Selatan juga diterpa bencana tersebut, Senin (14/1) lalu, sekitar pukul 14.00 wita. Tepatnya di Desa Sawapatani dan Desa Wungkolo. Bencana itu terjadi seperti diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konawe, Jahiuddin, Selasa (15/1) lalu.
Mantan Kabag Keuangan Setkab Konawe itu merinci, di Desa Sawapatani dua unit pasar desa rata dengan tanah dan empat rumah warga rusak ringan. Sedangkan di Desa Wungkolo, sebelas rumah warga rusak ringan dan dua unit rumah rusak berat. "Kami langsung turun lapangan setelah tahu ada bencana ini, untuk membantu korban bersama pemerintah kecamatan, Polsek dan Koramil Wawonii.Sejauh ini belum ada korban jiwa,"ujarnya.
Menurut Jahiuddin, BPBD Konawe telah memberikan bantuan pemenuhan kebutuhan dasar, dan itu sudah menjadi prosedur tetap jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam. Pemenuhan kebutuhan dasar itu berupa bahan makanan yakni beras dan mie instan. "Selain itu, kami juga membantu korban mengevakuasi barang-barang korban sekaligus mendirikan posko penanganan darurat. Disamping itu saya sebagai kepala BPBD Konawe, menghimbau dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar tetap waspada jangan sampai ada badai susulan," tambah Jahiuddin yang kini masih berada dilokasi bencana.
Sekitar sebelas kepala keluarga kini mengungsi sementara di rumah Kepala Desa Wungkolo dan ada juga posko kesehatan yang ada di Desa Wungkolo. Diakui Jahiuddin, bantuan yang diberikan pada korban bencana angin puting beliung masih sangat terbatas. Selayaknya mereka harus diberikan kebutuhan sandang dan pangan.
Terbatasnya bantuan yang diberikan menurut Jahiuddin, akibat keterbatasan anggaran yang diplotkan oleh DPRD Konawe dalam penetapan APBD 2013."Kami berharap agar anggota DPRD konawe, agar kita dudukkan bersama menyangkut penanganan bencana di Konawe ini," tutup Jahiuddin. Sayangnya, Jahiuddin enggan merinci jumlah anggaran yang dipangkas DPRD Konawe saat pembahasan APBD 2013 akhir tahun 2012 lalu. (Cr-6/KA-01)
Wednesday, January 23, 2013
Cari Pemasangan Baru, Oknum Aklindo Jual Nama Akli
Unaaha-(Kabar Anoa)
Cari Pasangan baru oknum Aklindo menjual nama Akli, tak hanya menjual nama Akli juga terkesan memaksa kepada pelanggan, hal ini terungkap ketika oknum tersebut menawarkan pemasangan baru disalah satu rumah di Desa Ambupulu Kecamatan Tongauna, Kamis (16/1) .yang secara kebetulan dirumah tersebut ada Koordinator Akli Konawe Baso Daeng Timung.
Baso Daeng Timung mengaku, dua orang mengendari sepeda motor mendatangi rumah tersebut menawarkan pemasangan baru, yang mengaku anggotanya H. Fajar karena kebetulan Baso berada di rumah tersebut lalu mereka berbicang-bincang beberapa saat, lalu kemudian dia pun menanyai mereka dari organisasi mana, dan mereka menjawab dari Akli, mendengar jawaban itu dirinya hanya terdiam dan senyum.
Kemudian dia kembali menanyai mereka yang kedua kalinya, dari organisasi mana, mereka pun memberi jawaban yang sama, Baso kembali menayai mereka lagi yang ketiga kalinya mereka pun menjawab dari Akli dengan nada sedikit nyaring. Mendengar jawaban yang agak keras lalu koordinator Akli Konawe ini menasehati mereka, kalau mencari uang jangan jual organisasi orang.
"saya nasehati, kalau cari uang jangan jual nama organisasi,ehh justru mereka marah, mereka juga mengacam saya katanya mau bawakan wartawan, saya jawab bawa saja banyak-banyak, mereka juga merekam pembicaraan saya juga foto-foto saya, mereka tanya siapa saya, saya jawab saya koordinator Akli Konawe, dan mereka tanya lagi siapa yang saya kenal di PLN, saya jawab tanya saja di PLN di mana saja di Sultra kalau kenal Baso Daeng Timung" ungkap Baso yang juga Pemimpin umum Surat Kabar Umum Kabar Anoa ini.
Kata Baso, dia sempat menanyai mereka kalau sudah berapa lama di Akli lalu mereka menjawab sudah dua tahun bekerja di Akli, dan mereka juga balik bertanya kepada dirinya kalau sudah berapa lama menjadi anggota Akli, dia menjawab baru 20 tahun, lalu keduanya terdiam mendengan jawaban itu.
Baso mengaku, kedua orang tersebut yang satunya bernama Dirga yang memakai pin Aklindo, dan yang satunya lagi dia tak tau persis namanya namun dia menyebutkan alamatnya di lingkungan Rahabangga Kelurahan Puunaaha Kecamatan Unaaha, setelah sempat terjadi ketegangan antara mereka, lalu kedua orang tersebut pergi sambil mengucapkan kata-kata yang tak senono kepada dirinya.
Baso mengatakan, dirinya tak akan keberatan secara hukum, namun dia menghimbau agar hal itu tak terjadi lagi atau dengan kata lain tak ada lagi yang menjual organisasi lain untuk mencari uang. dia juga menghimbau kepada masyarakat, jika ada yang menawarkan pemasangan baru instalasi listrik yang mengaku dari Akli supaya mengkonfirasikan kepada Akli. juga kepada anggota Akli agar berhati hati-hati karena nama Akli sudah dijual oleh oknum organisasi lain dalam mencari pemasangan instalasi listrik baru.
Baso menduga, keduanya melakukan penawaran pemasangan instalasi listrik baru dengan mengatasnamakan Akli, setelah hal itu disetujui oleh pelanggan tersebut baru mengaku dari Aklindo, seperti yang dilakukan oeh Dirga bersama temannya, di salah satu rumah di Desa Ambepulu Kecamatan Tongauna.
"saya menduga mereka memanfaatkan kebingungan masyarakat untuk memasang instalasi listrik baru, jadi mereka masuk dengan nama Akli setelah itu disetujui dan mulai lakukan pekerjaan baru mengaku dari Aklindo"ungkapnya (Cr-13/KA-01)
Cari Pasangan baru oknum Aklindo menjual nama Akli, tak hanya menjual nama Akli juga terkesan memaksa kepada pelanggan, hal ini terungkap ketika oknum tersebut menawarkan pemasangan baru disalah satu rumah di Desa Ambupulu Kecamatan Tongauna, Kamis (16/1) .yang secara kebetulan dirumah tersebut ada Koordinator Akli Konawe Baso Daeng Timung.
Baso Daeng Timung mengaku, dua orang mengendari sepeda motor mendatangi rumah tersebut menawarkan pemasangan baru, yang mengaku anggotanya H. Fajar karena kebetulan Baso berada di rumah tersebut lalu mereka berbicang-bincang beberapa saat, lalu kemudian dia pun menanyai mereka dari organisasi mana, dan mereka menjawab dari Akli, mendengar jawaban itu dirinya hanya terdiam dan senyum.
Kemudian dia kembali menanyai mereka yang kedua kalinya, dari organisasi mana, mereka pun memberi jawaban yang sama, Baso kembali menayai mereka lagi yang ketiga kalinya mereka pun menjawab dari Akli dengan nada sedikit nyaring. Mendengar jawaban yang agak keras lalu koordinator Akli Konawe ini menasehati mereka, kalau mencari uang jangan jual organisasi orang.
"saya nasehati, kalau cari uang jangan jual nama organisasi,ehh justru mereka marah, mereka juga mengacam saya katanya mau bawakan wartawan, saya jawab bawa saja banyak-banyak, mereka juga merekam pembicaraan saya juga foto-foto saya, mereka tanya siapa saya, saya jawab saya koordinator Akli Konawe, dan mereka tanya lagi siapa yang saya kenal di PLN, saya jawab tanya saja di PLN di mana saja di Sultra kalau kenal Baso Daeng Timung" ungkap Baso yang juga Pemimpin umum Surat Kabar Umum Kabar Anoa ini.
Kata Baso, dia sempat menanyai mereka kalau sudah berapa lama di Akli lalu mereka menjawab sudah dua tahun bekerja di Akli, dan mereka juga balik bertanya kepada dirinya kalau sudah berapa lama menjadi anggota Akli, dia menjawab baru 20 tahun, lalu keduanya terdiam mendengan jawaban itu.
Baso mengaku, kedua orang tersebut yang satunya bernama Dirga yang memakai pin Aklindo, dan yang satunya lagi dia tak tau persis namanya namun dia menyebutkan alamatnya di lingkungan Rahabangga Kelurahan Puunaaha Kecamatan Unaaha, setelah sempat terjadi ketegangan antara mereka, lalu kedua orang tersebut pergi sambil mengucapkan kata-kata yang tak senono kepada dirinya.
Baso mengatakan, dirinya tak akan keberatan secara hukum, namun dia menghimbau agar hal itu tak terjadi lagi atau dengan kata lain tak ada lagi yang menjual organisasi lain untuk mencari uang. dia juga menghimbau kepada masyarakat, jika ada yang menawarkan pemasangan baru instalasi listrik yang mengaku dari Akli supaya mengkonfirasikan kepada Akli. juga kepada anggota Akli agar berhati hati-hati karena nama Akli sudah dijual oleh oknum organisasi lain dalam mencari pemasangan instalasi listrik baru.
Baso menduga, keduanya melakukan penawaran pemasangan instalasi listrik baru dengan mengatasnamakan Akli, setelah hal itu disetujui oleh pelanggan tersebut baru mengaku dari Aklindo, seperti yang dilakukan oeh Dirga bersama temannya, di salah satu rumah di Desa Ambepulu Kecamatan Tongauna.
"saya menduga mereka memanfaatkan kebingungan masyarakat untuk memasang instalasi listrik baru, jadi mereka masuk dengan nama Akli setelah itu disetujui dan mulai lakukan pekerjaan baru mengaku dari Aklindo"ungkapnya (Cr-13/KA-01)
Labels:
Protes Warga
SMKN 1 Unaaha Dibobol Maling
Unaaha-(Kabar Anoa)
Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Unaaha yang bertepat di Kelurahan Ambekaeri Kecamatan Unaaha pada hari Minggu (23/12) lalu sekitar pukul 02.30 wita dibobol maling.mereka berhasil menggasak barang-barang di sekolah tersebut,atas kejadian tersebut, SMKN 1 Unaaha, mengalami kerugian Rp 246 juta.380 ribu.
Kasubag Humas Polores Konawe AKP Tuman Marani mengatakan, kronologisnya,pada awalnya kepala SMKN 1 Unaaha Drs. Kartowiyono menerima laporan dari penjaga sekolah bahwa di sekoah tersebut mengalami kecurian, kemudian sang kepala sekolah menuju sekolah, dan kepala sekolah tersebut menemukan ruangan perpustakaan, ruangan kepala sekolah dan ruangan tata usaha sudah teracak-acak."kejadiannya Pada hari Minggu (23/12) lalu, pukul 02.30 wita SMKN 1 Unaaha, yang berada Di Kelurahan Ambekaeri Kecamatan Unaaha, kejadian ini juga telah dilaporkan oleh kepala SMKN 1 Unaaha,Drs. Kartowiyono dengan nomor laporan No. Pol : LP/308/K/XII/SPK"katanya
kata AKP Turuman, para pelaku mengambil 13 buah Laptop merk Relion, 2 buah Notebook Esemka warna hitam, empat buah Notebook Esemka warna putih, 4 buah LCD Esemka, 4 buah Notebook Getway, dan uang senilai Tiga juta 400 ribu rupiah, serta 1 buah JPS juga 1 buah speraker laptop
"atas kejadian ini SMKN 1 Unaaha mengalami kerugian sebesar Rp 246 juta.380 ribu, dan saat ini pula kami dari pihak Polres Konawe, masih melakukan pengusutan"ujar Perwira tiga balak tersebut. (KA-01)
Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Unaaha yang bertepat di Kelurahan Ambekaeri Kecamatan Unaaha pada hari Minggu (23/12) lalu sekitar pukul 02.30 wita dibobol maling.mereka berhasil menggasak barang-barang di sekolah tersebut,atas kejadian tersebut, SMKN 1 Unaaha, mengalami kerugian Rp 246 juta.380 ribu.
Kasubag Humas Polores Konawe AKP Tuman Marani mengatakan, kronologisnya,pada awalnya kepala SMKN 1 Unaaha Drs. Kartowiyono menerima laporan dari penjaga sekolah bahwa di sekoah tersebut mengalami kecurian, kemudian sang kepala sekolah menuju sekolah, dan kepala sekolah tersebut menemukan ruangan perpustakaan, ruangan kepala sekolah dan ruangan tata usaha sudah teracak-acak."kejadiannya Pada hari Minggu (23/12) lalu, pukul 02.30 wita SMKN 1 Unaaha, yang berada Di Kelurahan Ambekaeri Kecamatan Unaaha, kejadian ini juga telah dilaporkan oleh kepala SMKN 1 Unaaha,Drs. Kartowiyono dengan nomor laporan No. Pol : LP/308/K/XII/SPK"katanya
kata AKP Turuman, para pelaku mengambil 13 buah Laptop merk Relion, 2 buah Notebook Esemka warna hitam, empat buah Notebook Esemka warna putih, 4 buah LCD Esemka, 4 buah Notebook Getway, dan uang senilai Tiga juta 400 ribu rupiah, serta 1 buah JPS juga 1 buah speraker laptop
"atas kejadian ini SMKN 1 Unaaha mengalami kerugian sebesar Rp 246 juta.380 ribu, dan saat ini pula kami dari pihak Polres Konawe, masih melakukan pengusutan"ujar Perwira tiga balak tersebut. (KA-01)
Labels:
Hukum dan Kriminal
Terkesan Asal-asalan, Pengaspalan Baru Justru Berbahaya
Kolaka-(Kabar Anoa)
Proyek pengaspalan jalan di Kelurahan Woitombo Kecamatan Mowewe Kolaka, dinilai warga sekitar kurang maksimal. Proyek pengaspalan jalan yang baru-baru ini dilakukan pihak kontraktor dengan cara menutup aspal yang lama menggunakan aspal yang baru tersebut akhirnya terburai, dan berserakan kepinggir badan jalan.
Menurut salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, kondisi jalan tersebut tidak bakal bertahan lama, pasalnya daya tahan aspal tidak sesuai dengan berat kendaraan yang sering melintas. ‘’kapasitas aspal lama di kelurahan hanya dapat menahan 40-50 ton muatan berat, sementara mobil pengangkut kayu olahan yang diantar ke industri memiliki muatan berat 70-80 ton disini menimbulkan pertanyaan dibenak kami selaku warga setempat mampukah aspal tersebut bertahan lama?” tandasnya
Akibatnya, para pengendara roda dua dan roda empat mesti ekstra hati-hati, sebab jalan tersebut kembali berlubang dan cukup berbahaya.
“ini berdampak negatif pada para pengendara roda dua dan empat karena rawan terjadi kecelakaan’’ ujarnya lagi.
Proyek pengaspalan sepanjang kurang lebih 1 Km ini menurut warga hanya memiliki ketahanan berat 10 ton saja. Lebih jauh, mereka menyebutkan perbaikan jalan ini merupakan salah satu janji politik yang di lontarkan Gubernur Sultra saat membuka turnamen sepak bola Nur Alam Cup I di Kecamatan Mowewe, sayangnya, pengerjaannya terkesan asal-asalan alias tidak berkualitas. (Cr-9/KA-06)
Proyek pengaspalan jalan di Kelurahan Woitombo Kecamatan Mowewe Kolaka, dinilai warga sekitar kurang maksimal. Proyek pengaspalan jalan yang baru-baru ini dilakukan pihak kontraktor dengan cara menutup aspal yang lama menggunakan aspal yang baru tersebut akhirnya terburai, dan berserakan kepinggir badan jalan.
Menurut salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, kondisi jalan tersebut tidak bakal bertahan lama, pasalnya daya tahan aspal tidak sesuai dengan berat kendaraan yang sering melintas. ‘’kapasitas aspal lama di kelurahan hanya dapat menahan 40-50 ton muatan berat, sementara mobil pengangkut kayu olahan yang diantar ke industri memiliki muatan berat 70-80 ton disini menimbulkan pertanyaan dibenak kami selaku warga setempat mampukah aspal tersebut bertahan lama?” tandasnya
Akibatnya, para pengendara roda dua dan roda empat mesti ekstra hati-hati, sebab jalan tersebut kembali berlubang dan cukup berbahaya.
“ini berdampak negatif pada para pengendara roda dua dan empat karena rawan terjadi kecelakaan’’ ujarnya lagi.
Proyek pengaspalan sepanjang kurang lebih 1 Km ini menurut warga hanya memiliki ketahanan berat 10 ton saja. Lebih jauh, mereka menyebutkan perbaikan jalan ini merupakan salah satu janji politik yang di lontarkan Gubernur Sultra saat membuka turnamen sepak bola Nur Alam Cup I di Kecamatan Mowewe, sayangnya, pengerjaannya terkesan asal-asalan alias tidak berkualitas. (Cr-9/KA-06)
Labels:
Dugaan Rekayasa
Program KEMENPERA di Wolo Diduga Ada Unsur KKN-nya
Kolaka-(Kabar Anoa)
Program Kementerian Perumahan Rakyat(KEMENPERA) melalui deputi perumahan swadaya memberikan bantuan dana kepada masyarakat sekitar 52 KK di Desa Lapao-pao Kecamatan Wolo kabupaten kolaka, namun pada realisasi bantuan tersebut diduga terindikasi ada unsur Kolusi, Korupasi dan Nepotisme (KKN)-nya. Pasalnya bantuan tersebut seharusnya dana sebesar Rp 6 juta tersebut masuk kerekening penerima bantuan, namun kenyataanya warga tak menerima dana tersebut.
Salah satu seorang warga Desa Lapao-pao Bahri yang ditemui dikediamannya Rabu (9/1/2013) lalu mengungkapkan, dirinya sangat terkesan sekaligus kecewa kepada pihak pemerintah desa Lapoa-pao H. Jasrin, pasalnya tidak puas dengan bantuan yang diberikan oleh kadesnya tersebut, berupa seng 47 lembar, sementara dana yang cair melalui rekening kepala desanya berkisar Rp 3 juta, karena berdasarkan kalkusinya dengan seng 5 kaki yang berjumlah 47 lembar hanya berharga 1,8 juta rupiah
Menurut Bahri pihak pemerintah desa telah memperbodohi warga dan menganggap sosok kadesnya telah menyalahgunakan wewenangnya. "saya sangat kecewa terhadap pemerintah desa yang telah memperbodohi kami masyarakat kecil, awalnya didata dengan tujuan untuk menerima bantuan pemerintah pusat melalui program KEMENPERA,saya juga telah diberitahu oleh pengurus KEMENPERA di desa saya, bahwa bantuan KEMENPERA kepada masyarakat yang telah didata dan memilki rekening langsung menerima dana berkisar 6 juta namun ironisnya dana yang 6 juta tersebut saya tidak menerimanya" ungkapnya
Kata dia Dirinya mengetahui bahwa program pemerintah pusat melalui KEMENPERA per Kepala Keluarga (KK) itu, menerima 6 juta rupiah. "Sementara itu dana yang saya ambil melalui rekening saya pada tahap pertama, yang pencairannya melalui BRI Unit Samaturu sebanyak 3 juta rupiah, namun diminta oleh suruhan kades-Nya, yang katanya bahwa dana tersebut dipergunakan dengan tiga pembiayaan yaitu atap,lantai dan dinding. Sedangkan bantuan yang saya terima hanya berupa seng 5 kaki sebanyak 47 lembar"rinci Bahri
Dengan raut wajah yang bersedih Bahri mengatakan, walaupun janji kepala desa Lapao-pao, bahwa dana yang berjumlah Rp 3 juta tersebut akan diterima pada tahap pertama dan sebanyak 50 lembar seng. Akan tetapi baginya tidak jadi persoalan karena bagi dirinya, "untuk tahap kedua saya akan diberikan lagi sisa dana yang tiga jutanya, sebagaimana janji kadesnya itu" ujarnya
Oleh Warga setempat menuding pengurus KEMENPERA ini, melalakukan kerja sama dengan oknum Desa Lapao-pao untuk mencari keuntungan pribadi. Olehnya itu, warga meminta kepada instansi yang terkait agar menurunkan tim investigasi dilapangan agar oknum-oknum tersebut yang diduga tidak bertanggung jawab ini segera dijerat peraturan perundang-undangan yang berlaku.(Cr-9/Cr-10/KA-01)
Program Kementerian Perumahan Rakyat(KEMENPERA) melalui deputi perumahan swadaya memberikan bantuan dana kepada masyarakat sekitar 52 KK di Desa Lapao-pao Kecamatan Wolo kabupaten kolaka, namun pada realisasi bantuan tersebut diduga terindikasi ada unsur Kolusi, Korupasi dan Nepotisme (KKN)-nya. Pasalnya bantuan tersebut seharusnya dana sebesar Rp 6 juta tersebut masuk kerekening penerima bantuan, namun kenyataanya warga tak menerima dana tersebut.
Salah satu seorang warga Desa Lapao-pao Bahri yang ditemui dikediamannya Rabu (9/1/2013) lalu mengungkapkan, dirinya sangat terkesan sekaligus kecewa kepada pihak pemerintah desa Lapoa-pao H. Jasrin, pasalnya tidak puas dengan bantuan yang diberikan oleh kadesnya tersebut, berupa seng 47 lembar, sementara dana yang cair melalui rekening kepala desanya berkisar Rp 3 juta, karena berdasarkan kalkusinya dengan seng 5 kaki yang berjumlah 47 lembar hanya berharga 1,8 juta rupiah
Menurut Bahri pihak pemerintah desa telah memperbodohi warga dan menganggap sosok kadesnya telah menyalahgunakan wewenangnya. "saya sangat kecewa terhadap pemerintah desa yang telah memperbodohi kami masyarakat kecil, awalnya didata dengan tujuan untuk menerima bantuan pemerintah pusat melalui program KEMENPERA,saya juga telah diberitahu oleh pengurus KEMENPERA di desa saya, bahwa bantuan KEMENPERA kepada masyarakat yang telah didata dan memilki rekening langsung menerima dana berkisar 6 juta namun ironisnya dana yang 6 juta tersebut saya tidak menerimanya" ungkapnya
Kata dia Dirinya mengetahui bahwa program pemerintah pusat melalui KEMENPERA per Kepala Keluarga (KK) itu, menerima 6 juta rupiah. "Sementara itu dana yang saya ambil melalui rekening saya pada tahap pertama, yang pencairannya melalui BRI Unit Samaturu sebanyak 3 juta rupiah, namun diminta oleh suruhan kades-Nya, yang katanya bahwa dana tersebut dipergunakan dengan tiga pembiayaan yaitu atap,lantai dan dinding. Sedangkan bantuan yang saya terima hanya berupa seng 5 kaki sebanyak 47 lembar"rinci Bahri
Dengan raut wajah yang bersedih Bahri mengatakan, walaupun janji kepala desa Lapao-pao, bahwa dana yang berjumlah Rp 3 juta tersebut akan diterima pada tahap pertama dan sebanyak 50 lembar seng. Akan tetapi baginya tidak jadi persoalan karena bagi dirinya, "untuk tahap kedua saya akan diberikan lagi sisa dana yang tiga jutanya, sebagaimana janji kadesnya itu" ujarnya
Oleh Warga setempat menuding pengurus KEMENPERA ini, melalakukan kerja sama dengan oknum Desa Lapao-pao untuk mencari keuntungan pribadi. Olehnya itu, warga meminta kepada instansi yang terkait agar menurunkan tim investigasi dilapangan agar oknum-oknum tersebut yang diduga tidak bertanggung jawab ini segera dijerat peraturan perundang-undangan yang berlaku.(Cr-9/Cr-10/KA-01)
Labels:
Dugaan Rekayasa
Subscribe to:
Posts (Atom)