Wanggudu-(Kabar Anoa)
Pengaduan pihak SMA Motui kepada DPRD Konawe Utara terkait aktifitas penambangan PT Bumi Konawe Abadi (BKA) mengganggu proses belajar mengajar sampai juga ditelinga Pemkab Konawe Utara. Bupati Konawe Utara, Aswad Sulaiman bahkan dengan tegas meminta manajemen PT BKA agar menghentikan sementara aktifitasnya ketika proses belajar mengajar di SMA Motui berlangsung.
Penegasan Bupati Aswad Sulaiman itu disampaikan saat peresmian kantor Kecamatan Motui beberapa waktu lalu. Himbauan itu tentunya dimaksudkan agar aktifitas belajar mengajar di sekolah itu tidak terganggu. Selain itu untuk meminimalisir gangguan polusi udara dan polusi suara (kebisingan) yang ditimbulkan dari aktifitas PT BKA, tak jauh dari sekolah. "Kita minta kepada PT BKA agar jangan dulu melakukan aktifitas didekat sekolah ketika belajar mengajar berjalan. Nanti setelah selesai, aktivitas PT BKA dapat dilanjutkan. Atau aktifitasnya dipindahkan dulu dibagian lain agar anak-anak sekolah tidak terganggu," ujar Aswad Sulaiman.
Permintaan Bupati Aswad Sulaiman itu direspon positif General Manager Affair PT BKA, Joni Suleman. Ia menilai penegasan bupati itu adalah solusi terbaik. Pihaknya pun siap menyanggupi permintaan bupati itu. "Menurut kami ini adalah solusi yang rasional. Kita siap untuk melakukan itu," tukas Joni Suleman.
Menurut Joni Suleman, sebelumnya permintaan Bupati itu disampaikan, pihaknya telah menyepakati untuk mencegah polusi debu yang menimpa SMA Motui. Yakni melakukan langkah penanganan dengan menyiram setiap hari secara rutin dilingkungan sekolah SMA Motui. Termasuk menanam pohon penghijauan dilingkungan sekolah, kantor Kecamatan Motui dan sekitarnya pada Desember 2012. Untuk itu, manajemen PT BKA harus menambah satu armada mobil tangki yang semula hanya tiga unit, menjadi empat unit. Selain itu, mengadakan koordinasi secara rutin antara pihak pimpinan SMA, pemerintah kecamatan dan pimpinan daerah.
Untuk kegiatan pengajaran, perusahaan diharuskan memberikan bantuan kepada pihak sekolah berupa masker, sarana olahraga, seragam olahraga dan pembuatan Mandi Cuci Kakus (MCK). "Itu semua sudah kita sepakati dan langkah yang akan kita lakukan sesuai hasil hearing dengan Komisi C DPRD Konut," tegas Joni Suleman.(KA-05/KA-01)
Wednesday, January 23, 2013
Warga Transmigran di Konawe Bertambah
Unaaha-(Kabar Anoa)
Beberapa waktu lalu di Desa Awua Jaya, Kecamatan Asinua, Bupati Konawe Lukman Abunawas secara resmi menerima 125 KK warga transmigran untuk penempatan tahun 2012. Warga ini terdiri dari transmigran lokal, transmigram asal Jawa Barat dan Jawa Timur yang ditempatkan di UPT Awua Jaya Kecamatan Asinua.
Bupati Lukman Abunawas melalui Kabag Humas Setkab Konawe, La Ode Sahidi mengatakan program transmigrasi adalah program nasional, Tujuannya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Saudara-saudara berada di Konawe berarti sudah menjadi warga masyarakat Kabupaten Konawe. Tidak ada lagi istilah suku Jawa, atau Bali tetapi semua warga negara Indonesia dan masyarakat Kabupaten Konawe. Kita adalah saudara, untuk itu mari kita tingkatkan persatuan dan kesatuan saling menjaga antara satu dengan yang lainnya," ujar Lukman Abunawas seperti dikutip La Ode Sahidi, Minggu (6/1) lalu.
Kepada warga setempat, Lukman Abunawas mengingatkan agar tidak beranggapan bahwa yang datang itu adalah orang lain.Tetapi hendaknya diterima sebagai saudara sendiri, karena kedatangan warga di daerah ini sangat besar manfaatnya. Buktinya, sejak adanya program transmigrasi di Konawe tahun 1974 hingga saat ini, Konawe menjadi daerah penghasil beras terbesar di Sultra. Bahkan penyumbang stok beras nasional. Menurut Lukman Abunawas sebelum warga transmigran masuk di Konawe, masyarakat lokal (pribumi,red) hanya mengandalkan ladang berpindah-pindah. Itu karena belum mengetahui tata cara pengolahan sawah. Saat ini, dengan adanya warga transmigrasi, masyarakat tidak lagi berladang berpindah-pindah, sama dengan warga transmigrasi.
"Karena keuletan transmigran mengolah sawah, saya selaku Bupati Konawe sudah tiga kali berturut-turut mendapatkan penghargaan P2BN dari Presiden RI.
"Karena itu saya himbau seluruh transmigran di Konawe pada umumnya dan warga trnsmigrasi UPT Awua Jaya jangan meninggalkan lokasi penempatannya," pinta Lukman Abunawas.
Kabupaten Konawe merupakan wilayah yang subur, baik untuk perkebunan maupun persawahan. Bupati Lukman Abunawas juga minta kepada transmigrasi apabila terdapat permasalahan agar disampaikan kepada pemerintah setempat. "Terkait sarana pendidikan untuk transmigran dan masyarakat Desa Awua Jaya, kami selaku Pemerintah kabupaten Konawe pada tahun 2013 ini segera akan membangun gedung SMA Awua Jaya sehingga anak-anak kita dapat melanjutkan pendidikan ditingkat SMA dan tidak jauh dari lokasi pemukiman," bebernya.
Lukman Abunawas juga berjanji akan segera membangun sarana pengairan. Janji lainnya, Lukman Abunawas akan memberikan bantuan peternakan ayam, itik dan sapi.
Dalam kesempatan itu juga Bupati Konawe menyerahkan bantuan biaya pengolahan lahan sebesar Rp 750 ribu per KK sekaligus meresmikan gedung Taman Kanak-kanak UPT Awua Jaya yang dibangun melalui program PNPM tahun 2012.
Sementara itu Kepala Dinas Nakertrans Konawe, Muh Syahrir. A merinci jumlah transmigran yang ditempatkan di UPT Awua Jaya. Tahun 2011 lalu sekitar 100 KK dan 375 jiwa yang terdiri dari transmigran lokal sebanyak 50 KK, 200 jiwa, asal Jawa Tengah sebanyak 25 KK, 94 jiwa dan asal NTB sebanyak 25 KK, 81 jiwa. "Sedangkan tahun 2012 sebanyak 125 KK terdiri dari trans lokal 67 KK,258 jiwa, trans asal Jawa Barat 25 KK, 96 jiwa dan asal Jawa Timur 33 KK, 100 jiwa. Adapun transmigran di Kabupaten Konawe sejak tahun 1974 hingga saat ini berjumlah 10.346 KK dan 42.697 jiwa tersebar di 13 kecamatan," rincinya.
selain itu, Lukman Abunawas juga menyerahkan sertifikat tanah kepada 200 KK transmigran UPT Asinua Jaya Kecamatan Asinua yang disaksikan Asisten II H.K Santoso, Kabag Humas Setkab Konawe, La Ode Sahidi, Kepala Dinas Nakertras Muh Syahrir, Kepala Badan Narkoba yang juga mantan Kadis Nakertrans Konawe, Arwahid. (Cr-6/KA-06)
Beberapa waktu lalu di Desa Awua Jaya, Kecamatan Asinua, Bupati Konawe Lukman Abunawas secara resmi menerima 125 KK warga transmigran untuk penempatan tahun 2012. Warga ini terdiri dari transmigran lokal, transmigram asal Jawa Barat dan Jawa Timur yang ditempatkan di UPT Awua Jaya Kecamatan Asinua.
Bupati Lukman Abunawas melalui Kabag Humas Setkab Konawe, La Ode Sahidi mengatakan program transmigrasi adalah program nasional, Tujuannya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Saudara-saudara berada di Konawe berarti sudah menjadi warga masyarakat Kabupaten Konawe. Tidak ada lagi istilah suku Jawa, atau Bali tetapi semua warga negara Indonesia dan masyarakat Kabupaten Konawe. Kita adalah saudara, untuk itu mari kita tingkatkan persatuan dan kesatuan saling menjaga antara satu dengan yang lainnya," ujar Lukman Abunawas seperti dikutip La Ode Sahidi, Minggu (6/1) lalu.
Kepada warga setempat, Lukman Abunawas mengingatkan agar tidak beranggapan bahwa yang datang itu adalah orang lain.Tetapi hendaknya diterima sebagai saudara sendiri, karena kedatangan warga di daerah ini sangat besar manfaatnya. Buktinya, sejak adanya program transmigrasi di Konawe tahun 1974 hingga saat ini, Konawe menjadi daerah penghasil beras terbesar di Sultra. Bahkan penyumbang stok beras nasional. Menurut Lukman Abunawas sebelum warga transmigran masuk di Konawe, masyarakat lokal (pribumi,red) hanya mengandalkan ladang berpindah-pindah. Itu karena belum mengetahui tata cara pengolahan sawah. Saat ini, dengan adanya warga transmigrasi, masyarakat tidak lagi berladang berpindah-pindah, sama dengan warga transmigrasi.
"Karena keuletan transmigran mengolah sawah, saya selaku Bupati Konawe sudah tiga kali berturut-turut mendapatkan penghargaan P2BN dari Presiden RI.
"Karena itu saya himbau seluruh transmigran di Konawe pada umumnya dan warga trnsmigrasi UPT Awua Jaya jangan meninggalkan lokasi penempatannya," pinta Lukman Abunawas.
Kabupaten Konawe merupakan wilayah yang subur, baik untuk perkebunan maupun persawahan. Bupati Lukman Abunawas juga minta kepada transmigrasi apabila terdapat permasalahan agar disampaikan kepada pemerintah setempat. "Terkait sarana pendidikan untuk transmigran dan masyarakat Desa Awua Jaya, kami selaku Pemerintah kabupaten Konawe pada tahun 2013 ini segera akan membangun gedung SMA Awua Jaya sehingga anak-anak kita dapat melanjutkan pendidikan ditingkat SMA dan tidak jauh dari lokasi pemukiman," bebernya.
Lukman Abunawas juga berjanji akan segera membangun sarana pengairan. Janji lainnya, Lukman Abunawas akan memberikan bantuan peternakan ayam, itik dan sapi.
Dalam kesempatan itu juga Bupati Konawe menyerahkan bantuan biaya pengolahan lahan sebesar Rp 750 ribu per KK sekaligus meresmikan gedung Taman Kanak-kanak UPT Awua Jaya yang dibangun melalui program PNPM tahun 2012.
Sementara itu Kepala Dinas Nakertrans Konawe, Muh Syahrir. A merinci jumlah transmigran yang ditempatkan di UPT Awua Jaya. Tahun 2011 lalu sekitar 100 KK dan 375 jiwa yang terdiri dari transmigran lokal sebanyak 50 KK, 200 jiwa, asal Jawa Tengah sebanyak 25 KK, 94 jiwa dan asal NTB sebanyak 25 KK, 81 jiwa. "Sedangkan tahun 2012 sebanyak 125 KK terdiri dari trans lokal 67 KK,258 jiwa, trans asal Jawa Barat 25 KK, 96 jiwa dan asal Jawa Timur 33 KK, 100 jiwa. Adapun transmigran di Kabupaten Konawe sejak tahun 1974 hingga saat ini berjumlah 10.346 KK dan 42.697 jiwa tersebar di 13 kecamatan," rincinya.
selain itu, Lukman Abunawas juga menyerahkan sertifikat tanah kepada 200 KK transmigran UPT Asinua Jaya Kecamatan Asinua yang disaksikan Asisten II H.K Santoso, Kabag Humas Setkab Konawe, La Ode Sahidi, Kepala Dinas Nakertras Muh Syahrir, Kepala Badan Narkoba yang juga mantan Kadis Nakertrans Konawe, Arwahid. (Cr-6/KA-06)
Labels:
pembangunan
Konsumsi Ganja, Oknum Mahasiswa Makassar Ditangkap di Konawe
Unaaha-(Kabar Anoa)
Oknum mahasiswa bernama Agus Mispar diamankan polisi sesaat setelah mengonsumsi narkotika yang diduga jenis ganja. Agus Mispar ditangkap polisi Senin (31/12) malam lalu. Penangkapan Agus Mispar itu dibenarkan Kasubag Humas Polres Konawe, AKP Turuman Marani.
Kata dia, malam itu personil polisi yang sedang berpatroli memergoki tersangka berjalan sempoyongan dijalan poros Kota Unaaha. Curiga melihat gelagat Agus Mispar, polisi pun membuntutinya. "Tepat disekitar tugu Adipura, tersangka terlihat sakau. Tersangka langsung diamankan polisi sekitar pukul 22.00 Wita. Tersangka mengaku mahasiswa di Makassar. Dia belum lama tiba di Unaaha dari Makassar tanpa menyebutkan nama kampusnya," ujar AKP Turuman Marani saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (2/1) Lalu.
Malam itu juga polisi berhasil menemukan dan menyita barang bukti empat kemasan daun ganja yang dibuat mirip batang rokok atau dikenal sebutan ganja linting dalam bungkusan rokok milik tersangka Agus Mispar yang juga warga Jln.Perkantoran Unaaha itu. Dalam keadaan setengah mabuk, Agus Mispar mengaku kepada polisi bahwa ia telah menikmati dua linting ganja. Polisi menengarai empat linting ganja itu hendak dijual karena memang Agus Mispar sudah lama menjadi target operasi (TO) polisi. Tak hanya itu, polisi juga menyita pipet dan hand phone milik tersangka. "Tersangka memang sudah lama menjadi target polisi. Hanya saja malam itu, tersangka ditemukan dalam keadaan sakau,"tegas AKP Turuman Marani.
AKP Turuman Marani menambahkan saat ini pihaknya telah menyidik tersangkanya dan memeriksa lima saksi, "dan dalam waktu dekat kita akan tahap satu sekarang tinggal dirampungkan dalam satu, dua hari ini. kami juga siap diawasi kalau memang ada keliru tapi kami yakin dalam proses penyelidikan perkara semua tindak pidana, termasuk narkotika jenis ganja, kita tidak akan pernah main-main dalam satu kasus, kita akan proses sampai tuntas". ujarnya
AKP Turuman juga menambahkan tersangka dijerat pasal 111, 112 dan 127 uu RI Nomor 35 tentang nerkotika dan dijatuhi Ancaman hukuman 12 tahun penjara," tutup AKP Turuman Marani. (Cr-6/KA-06)
Oknum mahasiswa bernama Agus Mispar diamankan polisi sesaat setelah mengonsumsi narkotika yang diduga jenis ganja. Agus Mispar ditangkap polisi Senin (31/12) malam lalu. Penangkapan Agus Mispar itu dibenarkan Kasubag Humas Polres Konawe, AKP Turuman Marani.
Kata dia, malam itu personil polisi yang sedang berpatroli memergoki tersangka berjalan sempoyongan dijalan poros Kota Unaaha. Curiga melihat gelagat Agus Mispar, polisi pun membuntutinya. "Tepat disekitar tugu Adipura, tersangka terlihat sakau. Tersangka langsung diamankan polisi sekitar pukul 22.00 Wita. Tersangka mengaku mahasiswa di Makassar. Dia belum lama tiba di Unaaha dari Makassar tanpa menyebutkan nama kampusnya," ujar AKP Turuman Marani saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (2/1) Lalu.
Malam itu juga polisi berhasil menemukan dan menyita barang bukti empat kemasan daun ganja yang dibuat mirip batang rokok atau dikenal sebutan ganja linting dalam bungkusan rokok milik tersangka Agus Mispar yang juga warga Jln.Perkantoran Unaaha itu. Dalam keadaan setengah mabuk, Agus Mispar mengaku kepada polisi bahwa ia telah menikmati dua linting ganja. Polisi menengarai empat linting ganja itu hendak dijual karena memang Agus Mispar sudah lama menjadi target operasi (TO) polisi. Tak hanya itu, polisi juga menyita pipet dan hand phone milik tersangka. "Tersangka memang sudah lama menjadi target polisi. Hanya saja malam itu, tersangka ditemukan dalam keadaan sakau,"tegas AKP Turuman Marani.
AKP Turuman Marani menambahkan saat ini pihaknya telah menyidik tersangkanya dan memeriksa lima saksi, "dan dalam waktu dekat kita akan tahap satu sekarang tinggal dirampungkan dalam satu, dua hari ini. kami juga siap diawasi kalau memang ada keliru tapi kami yakin dalam proses penyelidikan perkara semua tindak pidana, termasuk narkotika jenis ganja, kita tidak akan pernah main-main dalam satu kasus, kita akan proses sampai tuntas". ujarnya
AKP Turuman juga menambahkan tersangka dijerat pasal 111, 112 dan 127 uu RI Nomor 35 tentang nerkotika dan dijatuhi Ancaman hukuman 12 tahun penjara," tutup AKP Turuman Marani. (Cr-6/KA-06)
Labels:
Hukum dan Kriminal
Ketua Kelompok Diduga Cari Keuntungan Dipercetakan Sawah
Kolaka-(Kabar Anoa)
Percetakan sawah yang baru dikucurkan pemerintah pusat melalui anggaran APBN di Desa Solewatu Kecamatan Tinondo Kabupaten Kolaka seluas 100 Ha dengan anggaran Rp. 750.juta, yang dianggap dapat membantu masyarakat ekonomi rendah, namun diduga dijadikan ajang bisnis dan lahan mencari keuntungan oleh oknum ketua kelompok
Menurut salah satu warga pemilik lahan Desa Solewatu yang tersentuh percetakan sawah baru Baharnaje,dirinya merasa tertipu oleh ketua kelompok pasalnya lahan miliknya itu seluas 2 Ha hanya sebatas pembabatan saja,sementara ditempat lain dirinya menemukan lahan warga yang tersentuh percetakan sawah baru, sudah siap diolah dengan baik.
"Selama lahan saya disentuh percetakan sawah baru, saya belum pernah merasakan yang namanya tahap penyelesaian,lahan saya yang seluas 2 Ha itu, diberikan bantuan oleh ketua kelompok hanya berupa dana Rp. 600.ribu dan racun dua liter saja. menurut saya Dana tersebut tidak cukup untuk digunakan sebagai tahap penyelesaian percetakan lahan saya, saya juga menduga Ketua Kelompok Andi Sudirman hanya mencari keuntungan dibalik percetakan sawah baru itu " Ungkapnya
Hal senada juga diungkapkan warga pemilik lahan seluas 1 Ha yang tersentuh percetakan sawah baru Milodirinya belum pernah sama sekali menyentuh yang namanya bantuan itu dari ketua kelompok Andi Sudirman, "saya sudah bosan dengan janji-janji yang dia lontarkan setiap saya bertemu, memang Andi sudirman hanya mencari keuntungan dibalik percetakan sawah baru itu" ungkapnya
Ditempat terpisah warga dusun Tawa-tawaro Desa Solewatu Ashar juga mengatakan, dirinya memiliki lahan seluas 1 ha yang juga mendapat bantuan catak sawah baru, namun lahannya hanya sebatas tahap pembabatan saja, dan dirinya sudah mempertanyakan kepada pihak kepala pertanian Kecamatan (KPK) bernama Guna, namun dia tak mendapat penjelasan dengan baik. dan dirinya hanya berharap Semoga hal ini tidak dibiarkan berlarut-larut yang dampaknya, bisa merugikan masyarakat.
Ketua kelompok Andi sudirman yang ditemui di kediamannya dengan santainya mengatakan, seharusnya pihak wartawan, dan LSM apabila mau mempertanyakan hal tersebut harus terlebih dahulu lapor ke Dinas Pertanian." bahwa dana dengan anggaran Rp 750 juta itu telah habis dan sukses 100%" katanya mendengar ocehan Andi sudirman,
Mendengar ocehan Andi Sudirman, wartawan media ini berkunjung di kediaman kepala pertanian Kecamatan (KPK) Guna, namun dia hanya berkomentar dengan lemas dan mengatakan Lahan yang tersentuh percetakan sawah baru yang berada di Dusun Tawa-tawaro seluas 100 Ha dengan anggaran 750 juta, yang dibagikan kepada pemilik lahan, Rp 750 ribu/Ha, dan yang tidak dikelola dengan baik seluas 30 Ha.
"dananya sudah cair semua dan yang mencairkan ketua kelompok, yang belanja ketua kelompok bukan saya, dan yang perlu diketahui saya selaku KPK tinondo hanya selaku pendamping saja, dan seharusnya setiap wartawan apabila mempertanyakan hal tersebut terlebih dahulu lapor ke Dinas kabupaten. Ujar Guna
Untuk diketahui warga yang lahannya mendapat percetakan sawah baru antara lain Bahar Naje 2 Ha, Abdullah 2 Ha, Abdul Rahim 1 Ha, Idrus 1 Ha, Lolo 1 Ha, Ashar 1 Ha, Lame 1 Ha, Aco P ½ Ha, atau 50 Areh, Pagi ½ Ha, Zainuddin ½ Ha, Ahmad N 2 Ha, anwar 1 Ha, Padu ½ Ha, Ardi ½ Ha, Ukas ½ Ha, Hatta 1 Ha, Bahri ½ Ha, Milo 1 Ha, Ismail ½ Ha, Andi masarapi ½ Ha, Ridawan M 1 Ha, jahili 1 Ha, Karima 1 Ha, Aco.H 1 Ha, Rudi Semi 1 Ha, Tapee 1 Ha, Rajamudin ½ Ha, Jamaluddin S ½ Ha, Lesso ½ Ha, dan dana yang diberikan pada mereka bervariasi, manun ada juga yang sama sekali tidak diberikan, karena dana tersebut telah habis dibagikan oleh ketua kelompok yang diduga kepihak Dinas kabupaten.(Cr-9/Cr-10/KA-01)
Percetakan sawah yang baru dikucurkan pemerintah pusat melalui anggaran APBN di Desa Solewatu Kecamatan Tinondo Kabupaten Kolaka seluas 100 Ha dengan anggaran Rp. 750.juta, yang dianggap dapat membantu masyarakat ekonomi rendah, namun diduga dijadikan ajang bisnis dan lahan mencari keuntungan oleh oknum ketua kelompok
Menurut salah satu warga pemilik lahan Desa Solewatu yang tersentuh percetakan sawah baru Baharnaje,dirinya merasa tertipu oleh ketua kelompok pasalnya lahan miliknya itu seluas 2 Ha hanya sebatas pembabatan saja,sementara ditempat lain dirinya menemukan lahan warga yang tersentuh percetakan sawah baru, sudah siap diolah dengan baik.
"Selama lahan saya disentuh percetakan sawah baru, saya belum pernah merasakan yang namanya tahap penyelesaian,lahan saya yang seluas 2 Ha itu, diberikan bantuan oleh ketua kelompok hanya berupa dana Rp. 600.ribu dan racun dua liter saja. menurut saya Dana tersebut tidak cukup untuk digunakan sebagai tahap penyelesaian percetakan lahan saya, saya juga menduga Ketua Kelompok Andi Sudirman hanya mencari keuntungan dibalik percetakan sawah baru itu " Ungkapnya
Hal senada juga diungkapkan warga pemilik lahan seluas 1 Ha yang tersentuh percetakan sawah baru Milodirinya belum pernah sama sekali menyentuh yang namanya bantuan itu dari ketua kelompok Andi Sudirman, "saya sudah bosan dengan janji-janji yang dia lontarkan setiap saya bertemu, memang Andi sudirman hanya mencari keuntungan dibalik percetakan sawah baru itu" ungkapnya
Ditempat terpisah warga dusun Tawa-tawaro Desa Solewatu Ashar juga mengatakan, dirinya memiliki lahan seluas 1 ha yang juga mendapat bantuan catak sawah baru, namun lahannya hanya sebatas tahap pembabatan saja, dan dirinya sudah mempertanyakan kepada pihak kepala pertanian Kecamatan (KPK) bernama Guna, namun dia tak mendapat penjelasan dengan baik. dan dirinya hanya berharap Semoga hal ini tidak dibiarkan berlarut-larut yang dampaknya, bisa merugikan masyarakat.
Ketua kelompok Andi sudirman yang ditemui di kediamannya dengan santainya mengatakan, seharusnya pihak wartawan, dan LSM apabila mau mempertanyakan hal tersebut harus terlebih dahulu lapor ke Dinas Pertanian." bahwa dana dengan anggaran Rp 750 juta itu telah habis dan sukses 100%" katanya mendengar ocehan Andi sudirman,
Mendengar ocehan Andi Sudirman, wartawan media ini berkunjung di kediaman kepala pertanian Kecamatan (KPK) Guna, namun dia hanya berkomentar dengan lemas dan mengatakan Lahan yang tersentuh percetakan sawah baru yang berada di Dusun Tawa-tawaro seluas 100 Ha dengan anggaran 750 juta, yang dibagikan kepada pemilik lahan, Rp 750 ribu/Ha, dan yang tidak dikelola dengan baik seluas 30 Ha.
"dananya sudah cair semua dan yang mencairkan ketua kelompok, yang belanja ketua kelompok bukan saya, dan yang perlu diketahui saya selaku KPK tinondo hanya selaku pendamping saja, dan seharusnya setiap wartawan apabila mempertanyakan hal tersebut terlebih dahulu lapor ke Dinas kabupaten. Ujar Guna
Untuk diketahui warga yang lahannya mendapat percetakan sawah baru antara lain Bahar Naje 2 Ha, Abdullah 2 Ha, Abdul Rahim 1 Ha, Idrus 1 Ha, Lolo 1 Ha, Ashar 1 Ha, Lame 1 Ha, Aco P ½ Ha, atau 50 Areh, Pagi ½ Ha, Zainuddin ½ Ha, Ahmad N 2 Ha, anwar 1 Ha, Padu ½ Ha, Ardi ½ Ha, Ukas ½ Ha, Hatta 1 Ha, Bahri ½ Ha, Milo 1 Ha, Ismail ½ Ha, Andi masarapi ½ Ha, Ridawan M 1 Ha, jahili 1 Ha, Karima 1 Ha, Aco.H 1 Ha, Rudi Semi 1 Ha, Tapee 1 Ha, Rajamudin ½ Ha, Jamaluddin S ½ Ha, Lesso ½ Ha, dan dana yang diberikan pada mereka bervariasi, manun ada juga yang sama sekali tidak diberikan, karena dana tersebut telah habis dibagikan oleh ketua kelompok yang diduga kepihak Dinas kabupaten.(Cr-9/Cr-10/KA-01)
Labels:
Dugaan Rekayasa
Monday, November 19, 2012
Polres Buton Bedah Rumah Lansia
BUTON, Lintas-sultra.com

Wa Ina Kamisi (70) janda lansia yang ditinggal suaminya selama 40 tahun lebih tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya. Pasalnya, anggota Polres Buton yang dipimpin langsung Kapolres Buton, AKBP Fahrurozi datang menyambangi kediamannya dan memberikan bantuan bedah rumah, Sabtu (17/11).
Nenek tua yang hidup sendirian di rumah panggung ukuran 3 x 4 meter berdinding jelajah itu tidak bisa membendungkan air matanya saat menyaksikan puluhan anggota Polisi yang datang memperbaiki rumahnya menjadi lebih baik dari kondisi sebelumnya.
Wa Ina sudah sejak lama memiliki keinginan untuk memperbaiki kondisi rumahnya yang rusak akibat dimakan zaman. Namun keterbatasan biaya ditambah lagi faktor usia yang sudah tidak kuat lagi sehingga dia hanya bisa pasrah dengan keadaan itu.
"Terimakasih banyak bapak-bapak Polisi yang mau bantu kerjakan rumah saya," ujarnya.
Wa Ina menceritakan riwayat hidupnya bersama dengan suaminya La Roja dan dikarunia tiga orang anak yakni Jamaludi, La Tahiri dan La Gasia. Namun tiga anaknya kini sudah hidup sendiri dengan keluarga kecilnya, sementara sang suami tidak diketahui lagi keberadaannya setelah pamit pergi merantau di Samarinda.
Saat ditemui di lokasi bedah rumah, Kapolres Buton, AKBP Moch. Fahrurozi mengatakan, bedah rumah tersebut merupakan rangkaian kegiatan yang diberi nama Patroli Karya Bakti. Untuk wilyah Sultra kegiatan tersebut merupakan kegiatan pertama kalinya dan baru dilaksanakan di Polres Buton.
"Sat Polres Buton mencoba membuat terobosan-terobosan kreatif.
Harapannya dengan kehadiran kita ditengah-tengah masyarakat bisa bermanfaat," ujarnya.
Mantan Kabid Humas Polda Sultra menjelaskan konsep patroli biasanya dilakukan dengan berkeliling memantau kondisi keamanan, namun di Polres Buton meramu kegiatan patroli tersebut dengan karya bakti. Artinya selain melakukan patroli juga dilakukan kerja bakti.
"Kebetulan sekali hari ini kami fokus melakukan bedah rumah salah seorang warga yang hidup sendiri dengan usia yang sudah tua," tambahnya.
Untuk program bedah rumah yang dilakukan Polres Buton sebelumnya diseleksi melalui pantauan Polsek masing-masing wilayah. Kapolres Buton merencanakan kegiatan bedah rumah itu akan dilakukan secara bergilir di wilayah Polres Buton.
Ditanya terkait pendanaan yang dilakukan terhadap bedah rumah tersebut, dirinya mengungkapkan dalam kegiatan sosial itu, Polres Buton telah menyiapkan anggaran yang berasal dari zakat mal yang dikumpulkan dari masing-masing anggota Polres Buton.
Jika zakat mal itu diberikan secara perorangan memang sepertinya tidak bernilai karena jumlahnya tidak begitu banyak. Olehnya itu zakal mal dikumpulkan sekaligus dan diwujudkan dalam bentuk fisik guna memberikan penghidupan bagi masyarakat agar lebih bermanfaat.
Sementara itu, selain membedah rumah Wa Ina, Polres Buton juga melalui kesatuan Bhayangkari Kabupaten Buton yang dipimpin AKBP Idah Fahrurozi melakukan penyerahan bantuan berupa fasilitas rumah tangga kasur dan bantal kepada Wa Ina serta puluhan ternak berupa ayam. Dengan harapan bisa dipelihara yang nantinya telur yang dihasilkan ayam tersebut bisa dimanfaatkan untuk berkesinambungan.
Subscribe to:
Posts (Atom)