UNJUK RASA PULUHAN PEDAGANG PASAR SENTRAL KOTA KENDARI INI, ADALAH BUNTUT DARI AKSI PENERTIBAN YANG DI LAKUKAN PEMERINTAH KOTA KENDARI KEPADA PEDAGANG, YANG BERJUALAN DI ATAS BAHU JALAN, DI LUAR AREAL TEMPAT PENAMPUNGAN SEMENTARA.
UNJUK RASA PEDAGANG INI, DI DOMINASI PEDAGANG PEREMPUAN, YANG MEMILIKI BERJUALAN DI DEPAN PASAR TEMPAT PENAMPUNGAN SEMENTARA.
SETELAH LAMA BERORASI DI HALAMAN KANTOR DPRD KENDARI,SEJUMLAH PERWAKILAN PEDAGANG,DI TERIMA WAKIL PIMPINAN DAN KOMISI DPRD KOTA KENDARI.
DALAM PERTEMUAN INI, PEDAGANG MEMINTA DPRD, SUPAYA MEREKOMENDASIKAN KEPADA WALIKOTA, AGAR MENGIZINKAN KEMBALI BERJUALAN DI ATAS BAHU JALAN, DI LUAR PASAR TEMPAT PENAMPUNGAN SEMENTARA.
MENURUT PEDAGANG, LOKASI BERJUALAN YANG BERADA DI BELAKANG PASAR, SANGAT TIDAK LAYAK KARENA SEPI PEMBELI.
SEMENTARA ITU, KOMISI B DPRD KENDARI, AKAN TURUN LANGSUNG DILAPANGAN UNTUK MELIHAT KONDISI PEDAGANG DI LOKASI PENAMPUNGAN SEMENTARA.
Wednesday, June 2, 2010
Tuesday, June 1, 2010
Ketakutan

By Line --- Soe Tjen Marching, PhD dari Monash University, Australia dan Pendiri Majalah dan LSM non-profit Bhineka ----
"AKU lahir bersama ketakutan," tulis Thomas Hobbes. "Ketakutan adalah saudara kembarku." Saat itu 5 April 1588, armada Spanyol yang perkasa telah dikirim untuk menghantam Inggris. Ibu Hobbes yang mendengar berita ini begitu ketakutan dan hal inilah yang membuatnya melahirkan bayi Thomas secara prematur.
Mungkin bukan kebetulan, bayi inilah yang kemudian memprakarsai Leviathan, mahluk berkuasa yang mengontrol keliaran dan kebrutalan masyarakat. Karena menurut Hobbes, ketakutan akan menciptakan perdamaian dan keteraturan.
Beratus, bahkan mungkin beribu filsuf lain, telah mengritik teori ini. Ketakutan yang disebut Hobbes sebagai kembarannya bukanlah ketakutan yang sama dengan yang diwujudkan dalam Leviathan. Dan lebih-lebih lagi, masyarakat itu begitu kompleks dan bisa punya reaksi amat berbeda. Namun, bukan berarti Hobbes tidak ada benarnya. Ketakutan memang dapat menjadi pemicu tindakan dan keputusan yang amat menentukan.
Tidak pula keliru, jika ketakutan terkadang bisa melindungi - ketakutan akan virus HIV/AIDS telah menyebabkan penelitian dan penemuan-penemuan yang luar biasa tentang virus ini. Ketakutan dengan kadar tertentu dapat memicu rasa ingin tahu. Sehingga ketakutan tersebut dianalisa dan diselidiki sehingga sebisa mungkin membawa kepada pokok permasalahannya. Dan inilah yang bisa menjadi pencegahan efektif.
Tapi, tidak semua orang bisa mengatasi ketakutan mereka dengan cara ini. Ketakutan, bagi mereka ini tidak mengatasi tapi memperbesar masalah. Ketakutan yang mereka punyai tidak dianalisa, namun malah dipompa, dikembangkan, dan diperbesar.
Dalam kampanye dan pemilhan umum (pemilu), seringkali rakyat memilih pemimpin bukan karena kemampuan sang pemimpin tersebut, tapi lebih karena ketakutan apa yang akan terjadi pada nasib mereka bila ia tak terpilih. Karena itu pula, kebanyakan calon pemimpin mempermainkan ketakutan rakyat, mengingatkan dan bahkan menciptakannya untuk kemudian menawarkan obat penawarnya.
Sebagai pemicu adrenalin, ia dinikmati bersama-sama. Disantap dalam gosip: Lihatlah tetangga kita, yang tidak serupa, yang mencurigakan, yang dapat membahayakan, yang sepatutnya dihukum. Ketakutan yang berkembang dan kemudian dapat dimanipulasi dan dijadikan alasan untuk menindas pada akhirnya. Ketakutan warga Jerman akan dominasi orang Yahudi membuat Hitler dan Nazi merekayasanya menjadi kekejaman tersendiri. Dan kemudian, identitas mereka akhirnya tergantung kepada ketakutan itu. Apa jadinya Nazi tanpa Yahudi?
Bukankah ini yang terjadi dalam Orde Baru? Ketakutan atas komunis yang membabi buta telah mematikan rasa keinginan tahu. Sehingga rakyat seringkali tidak tahu menahu apa arti komunis itu sendiri, tapi serta merta mengkerut dan menghujat tanpa tahu apa yang sebenarnya dihujat.
Tanpa sadar mereka yang dilanda ketakutan ini telah menjadi kaki tangan penguasa. Ketakutan dengan kadar yang tinggi tanpa disertai kekritisan dapat menjadi propaganda politik yang efisien dan murah. Dan ketakutan inilah yang seringkali dipelihara oleh penguasa, untuk dijadikan kenikmatan bersama sehingga tanpa ketakutan itu akan ada kehilangan yang luar biasa. Dan bukan, bukan penyebab masalah itu yang kemudian dianalisa atau dicari, tapi bagaimana memelihara ketakutan tersebut dan memuaskannya dengan mencari mangsa yang empuk. Pada jaman puritan di Eropa, berapa kisah dan dongeng tentang nenek sihir yang dinikmati dan dikunyah oleh beribu orang, dengan korban perempuan-perempuan yang tak bersalah? Namun, hukuman dan penderitaan bagi para perempuan itu adalah kenikmatan, pertunjukan gratisan yang selalu dipenuhi oleh rakyat.
Untungnya, tidak seluruh masyarakat bisa dimanipulasi sedemikian rupa. Kekerasan dan teror yang ditebarkan oleh Front Pembela Islam (FPI) dan Forum Umat Islam (FUI) ternyata tidak sampai membuat mayoritas masyarakat termakan oleh preman yang mengatasnamakan agama tersebut. Mayoritas masyarakat justru mengecam mereka-mereka ini. Tapi tidak berarti ketakutan yang tidak masuk akal itu hilang. Justru masyarakat yang telah sadar akan kebejatan FPI ini, masih saja memilih untuk bungkam dan bersembunyi dalam ketakutan. Tanpa sadar, mereka telah menjadi agen FPI itu sendiri, karena telah ikut menggagalkan dan menyurutkan semangat para manusia yang mencoba melawan kelompok peneror ini.
Namun, para pahlawan Kemerdekaan Indonesia bukannya tidak mendapat tantangan dari masyarakatnya. Soekarno muda sendiri harus menghadapi perlawanan, tidak saja dari pihak penjajah, tapi justru dari rakyat yang dibelanya. Berapa lamanya para calon proklamator Indonesia harus mengadakan pertemuan rahasia, dalam ruang tamu kecil, tidak saja untuk melindungi diri dari intaian penjajah namun juga dari rakyat yang ketakutan. Rakyat yang tidak bersedia melawan penjajah karena ketakutan itu, siap untuk menghambat perjuangan bahkan mengkhianati mereka. Rakyat yang kemudian turut menikmati Kemerdekaan.
Ketakutan yang tidak dibendung kadarnya, yang dibiarkan merajalela, akan menjadi salah sasaran. Ia tidak lain dan tidak bukan hanyalah imajinasi. Penyebab dan penangkalnya sudah tak lagi terpikirkan. Ia memang tidak terlihat menggelikan tapi jauh lebih berbahaya daripada keputusan seorang anak yang menggantungkan bawang putih di depan rumah dengan alasan: “Untuk mengusir drakula”. (indoprogres.blogspot.com)
Labels:
Artikel
Sunday, May 30, 2010
Kendari TV -ANTRIAN MINYAK TANAH DI KELURAHAN BENU-BENUA
Kebijakan pemerintah pusat tentang konversi minyak tanah ke gas / hingga kini belum mempengaruhi keinginan warga kota kendari untuk beralih menggunakan gas elpiji.
Di beberapa pangkalan minyak tanah dalam kota kendari, hampir setiap saat di temukan warga yang tengah antri untuk mendapatkan jatah minyak tanah, salah satunya di pangkalan minyak tanah kelurahan benu-benua kecamatan kendari barat.
Sejumlah warga, rela mengantri hingga berjam-jam hanya untuk mendapatkan kebutuhan minyak tanah yang sudah di jatah oleh pemilik pangkalan.
Di pangkalan minyak tanah ini, setiap warga yang hendak membeli minyak tanah terlebih dahulu memperlihatkan kartu yang sudah di bagikan sebelumnya.
Menurut pemilik pangkalan, penggunaan sistem kartu ini bertujuan untuk menghindari spekulasi dan kemungkinan adanya warga kelurahan lain / yang datang membeli minyak tanah.
Sejak dua pekan terakhir, warga di kelurahan benu-benua kesulitan mendapatkan minyak tanah di tingkat pengecer, kalaupun ada harga perliternya mencapai 4 hingga 5 ribu rupiah per liter.
Di beberapa pangkalan minyak tanah dalam kota kendari, hampir setiap saat di temukan warga yang tengah antri untuk mendapatkan jatah minyak tanah, salah satunya di pangkalan minyak tanah kelurahan benu-benua kecamatan kendari barat.
Sejumlah warga, rela mengantri hingga berjam-jam hanya untuk mendapatkan kebutuhan minyak tanah yang sudah di jatah oleh pemilik pangkalan.
Di pangkalan minyak tanah ini, setiap warga yang hendak membeli minyak tanah terlebih dahulu memperlihatkan kartu yang sudah di bagikan sebelumnya.
Menurut pemilik pangkalan, penggunaan sistem kartu ini bertujuan untuk menghindari spekulasi dan kemungkinan adanya warga kelurahan lain / yang datang membeli minyak tanah.
Sejak dua pekan terakhir, warga di kelurahan benu-benua kesulitan mendapatkan minyak tanah di tingkat pengecer, kalaupun ada harga perliternya mencapai 4 hingga 5 ribu rupiah per liter.
Labels:
Kiniwia
Kendari TV-Jumlah Pasien Jamkesmas Di RumahSakit Abunawas Meningkat
pelayanan kesehatan yang menggunakan kartu jaminan kesehatan masyarakat atau jamkesmas di rumah sakit abunawas kota kendari setiap harinya terus bertambah.
Berdasarkan catatan petugas kesehatan rumah sakit abunawas kendari, jumlah pasien pengguna kartu jamkesmas yang di rawat sejak bulan januari hingga bulan april kemarin, sudah mencapai 2 ribu 300 pasien.
dari jumlah tersebut, 418 pasien di antaranya menjalani rawat inap dan sisanya, hanya menjalani perawatan jalan.
Direktur rumah sakit abunawas kendari asridah mukaddim mengatakan, pelayanan kesehatan bagi pasien pengguna kartu jamkesmas ini akan terus di tingkatkan.
untuk itu, asrida mukaddim meminta kepada seluruh warga kota kendari yang ingin mendapat pelayanan kesehatan, tidak ragu menunjukan kartu jamkesmas mereka.
sementara itu sejumlah keluarga pasien pengguna kartu jamkesmas mengaku, selama menjalani perawatan di rumah sakit abunawas, tidak pernah di kenakan biaya perawatan, baik untuk harga obat-obatan maupun kebutuhan lain.
Berdasarkan catatan petugas kesehatan rumah sakit abunawas kendari, jumlah pasien pengguna kartu jamkesmas yang di rawat sejak bulan januari hingga bulan april kemarin, sudah mencapai 2 ribu 300 pasien.
dari jumlah tersebut, 418 pasien di antaranya menjalani rawat inap dan sisanya, hanya menjalani perawatan jalan.
Direktur rumah sakit abunawas kendari asridah mukaddim mengatakan, pelayanan kesehatan bagi pasien pengguna kartu jamkesmas ini akan terus di tingkatkan.
untuk itu, asrida mukaddim meminta kepada seluruh warga kota kendari yang ingin mendapat pelayanan kesehatan, tidak ragu menunjukan kartu jamkesmas mereka.
sementara itu sejumlah keluarga pasien pengguna kartu jamkesmas mengaku, selama menjalani perawatan di rumah sakit abunawas, tidak pernah di kenakan biaya perawatan, baik untuk harga obat-obatan maupun kebutuhan lain.
Labels:
Kiniwia
Sunday, May 9, 2010
Sulawesi Tenggara menjadi Contoh Sosial Akunbilitas di Kawasan Indonesia Timur
Kendari, 22 Maret 2010
Kota kendari menjadi contoh Program Sosial Akuntabilitas di kawasan timur Indonesia, program ini melibatkan masyarakat dan pemerintah sebagai sasaran.
Menerapkan prinsip-prinsip sosial akuntabiliti, sejumlah LSM di Kota Kendari mengikuti workshop sosial akuntabilitas yang di gelar Afiliated Network Sosial Accountability atau ANSA EAP.
Selama dua hari para peserta di bekali dengan sejumlah pemahaman dan stategi perencanaan (planning) terkait sosial akuntabilitas.
Perwakilan ANSA EAP, Randy mengatakan program ini diharapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat dan pemerintah.
Sementara itu direktur Jaringan untuk Hutan atau JAUH Sultra Silverius Oscar Unggul menjelaskan, sosial akuntabilitas di bidang pengelolaan sumberdaya alam sudah di lakukan di Koperasi Hutan Jaya Lestari atau KHJL.
Di koperasi ini terdapat sekitar 63 standar operasional prosedur, sop yang mengatur anggota dan pengurus KHJL yang dibuat secara partisipatif.
Dalam workshop tersebut para peserta sepakat akan membudayakan sosial akuntabilitas dalam tata kelola negara.
Kota kendari menjadi contoh Program Sosial Akuntabilitas di kawasan timur Indonesia, program ini melibatkan masyarakat dan pemerintah sebagai sasaran.
Menerapkan prinsip-prinsip sosial akuntabiliti, sejumlah LSM di Kota Kendari mengikuti workshop sosial akuntabilitas yang di gelar Afiliated Network Sosial Accountability atau ANSA EAP.
Selama dua hari para peserta di bekali dengan sejumlah pemahaman dan stategi perencanaan (planning) terkait sosial akuntabilitas.
Perwakilan ANSA EAP, Randy mengatakan program ini diharapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat dan pemerintah.
Sementara itu direktur Jaringan untuk Hutan atau JAUH Sultra Silverius Oscar Unggul menjelaskan, sosial akuntabilitas di bidang pengelolaan sumberdaya alam sudah di lakukan di Koperasi Hutan Jaya Lestari atau KHJL.
Di koperasi ini terdapat sekitar 63 standar operasional prosedur, sop yang mengatur anggota dan pengurus KHJL yang dibuat secara partisipatif.
Dalam workshop tersebut para peserta sepakat akan membudayakan sosial akuntabilitas dalam tata kelola negara.
Subscribe to:
Posts (Atom)