Sunday, March 1, 2009

Club Sepak Bola Pertama di Indonesia

By Line: dedy kurniawan

Anda penggemar sepakbola? Kalau jawabannya ya, anda tentu hafal nama-nama club sepakbola seperti AC Milan, Inter Milan, Chelsea, Manchester United, Real Madrid atau Barcelona. Untuk level Indonesia, nama-nama seperti Persija Jakarta, PSM Makassar, Persib Bandung, Sriwijaya FC atau Persipura Jayapura, tentu anda ingat betul di luar kepala.
Tapi kalau anda penggemar sepakbola Indonesia, apakah anda tahu team sepakbola pertama di Indonesia? Apakah anda tahu nama Nedherland Indische Voetbal Unie atau NIVU ??? Kenalkah anda dengan nama-nama seperti Telwe, Hukom, Pattiwael, Soedarmadji, Tan See Han, Anwar, Dorst, Bing Mo Heng, Van der Burg atau Faulbab? Mereka inilah pemain-pemain sepakbola pertama di Indonesia. Hebatnya lagi, mereka bermain hingga level World Cup pada tahun 1938.

Kapankah kesebelasan nasional Indonesia yang ada sekarang mampu mengikuti jejak mereka. Jawabannya....ya... tau ah gelap.

Friday, February 27, 2009

KPU Kendari Diteror Suap oleh Caleg

Menjelang pelaksanaan Pemilu yang tinggal 42 hari lagi, sejumlah Caleg dari berbagai Parpol di Kendari, Sulawesi Tenggara, menggunakan berbagai cara untuk meraih suara terbanyak. Salah satunya dengan meneror anggota KPU, PPK dan PPS.

Menurut anggota KPU Kendari, Hidayatullah, upaya teror yang paling sering digunakan oleh para Caleg adalah dengan menawarkan uang hingga ratusan juta rupiah. Bahkan, para Caleg ini ada yang menawari membelikan mobil baru bagi anggota KPU asalkan perolehan suaranya bisa diamankan alias dibantu.

Friday, February 20, 2009

Angin Kencang Terjang Konawe

By Line: dedy kurniawan

Angin kencang menerjang Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Akibatnya, lebih dari 70 rumah warga yang tersebar di tiga desa di Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe rusak berat dan ambruk. Selain rumah-rumah warga, angin kencang tersebut juga merusak sejumlah fasilitas umum dan pemerintahan seperti mesjid dan balai desa. Meski tak ada korban jiwa, diperkirakan kerugian mencapai miliaran rupiah. Puluhan warga yang kehilangan rumah terpaksa bertahan di tenda darurat atau di sisa puing-puing bangunan rumahnya.
This can also be read in www.sanggoleo.blogspot.com

Monday, February 16, 2009

Parade Baliho Caleg Aneh

Photo di ambil dari berbagai sumber .....



1. Lupakan "PAPANYA CYNTHIA LAMUSU"


2. Pak ..Memangnya dulu makan pake' kaki ya? Trus yang kidal gimana dong . ?





3. Nah yang ini nulis" LEGISLATIF" dan "KARENA" aja salah. Gimana dong.
Dengan menatap foto saya, saya jadi keinget belum rapiin kumis. How about that, sir? Lagian mukanya putih banget! Pasti pake Tje Fuk... atau bedak Kelly




4. Nah ini, udah almarhum masih aja ditaro di spanduk. Terus mukanya diputihin pula lagi jadi mirip hantu jepang yang mukanya rata. Lokasinya bikin serem, ada batang pohon pisang segala. Mau bikin film baru yang judulnya HANTU CALEG? Call Raam Punjabi, QUICK!




5. Yang ini nyatut foto Obama. Gak malu ya... disama-samain lagi. Terus namanya GATOT ADI WIBOWO tapi panggilannya BAMBANG???? Wah bener-bener mendekati ya.
Kita lihat evolusinya : GATOT!!! TOT!! TOTB!!! OTB!!! OTB!!! OTBA!!! OBA!!!! OBAM!!! OBAMA!!! BAM!!! BAM!!! BAMBANG!!! BAMBANG!!! see? mendekati kan?



6. Nah yang ini gak mau kalah sama Gatot alias Bambang alias Obama's long lost brother. Dia nyatut foto Beckham. Lebih besar fotonya si Beckham pula dari fotonya. Gak pede ya mas? Dituntut ntar lho mas...



7. Ini lagi. Belum apa-apa udah bawa-bawa GOLOK?? Wahahahaahha ..KACAAAAAU! !!!!


8. Wahahahahahahahahaa ..... NIH.... CALEG NARSIS


9. Papanya Nia Ramadhani, awas ditabrak kereta pak
Kind of like it,....... but then I don't.

10. Ada sebuah Cerita .....

Pada suatu hari
Tukang spanduk : Pak... foto pendamping bapak apa nih untuk dicetak di spanduk?
Caleg : Saya mau sesuatu yang gagah! garang! Biar saya terkesan buas dan tidak main-main!!
Tukang spanduk : Oooh... foto bapak dan foto calon presiden aja ya pak. Kan garang tuh?
Caleg : Jangaaaan... bosen.
Tukang spanduk : Atau pendampingnya foto tokoh masyarakat lain pak?
Caleg : Duh... udah biasa ah.
Tukang spanduk : sama artis?
Caleg : nggak mau ah...

*besoknya*

Tukang spanduk : Pak...spanduknya udah jadi tuh pak!

Caleg : Mana?




11. Jangan salah.. yang disebelah kiri dan kanan itu bukan foto ayah dan ibu saya. Tapi foto saya juga. Yang satu pake kopiah...yang satu pake jilbab. OKE KAAAAN?????

12. CALEG : Saya paling suka lagu-lagu thrash metal seperti Napalm Death, Black Sabbath, Danzig, Prong. Bisa dibuat karakter saya seperti mereka?

Percetakan : Bisa pak!


13. Tampaknya ada rebut-rebutan Beckham nih antara mas Yudha dan mas yang mirip Nintendo Wii character dari partai Golkar ini.


14. Ada Berita .....

Bocah Sembilan Tahun Ciptakan Aplikasi iPhone
FRIDAY, 06 FEBRUARY 2009

Ketika kebanyakan anak sebayanya masih menggambari kertas dengan krayon, bocah berusia sembilan tahun bernama Lim Ding Wen dari Singapura, "menggambar" di kanvas yang sangat berbeda, yaitu iPhone miliknya.

Lim yang menguasai enam bahasa pemograman, mulai menggunakan komputer di usia 2 tahun. Sejak usia itu dia telah menyelesaikan 20 proyek pemrograman komputer.

bla bla bla bla....jenius. .....programmer termuda....boooorii iiiinggggg. ......

Di Indonesia ? ada doooong!

Perkenalkan : CALEG/HAJI/SARJANA EKONOMI TERMUDA DI INDONESIA!!! !!!


BEAT THAT, LIM DING...whatever your name is .....

15. Yang ini... anak jualan bapaknya ... ?


16. BREAKING NEWS!!!!! AHMAD DHANI JADI CALEG!!!!!!
MANA NIH INFOTAINMENT KOK GAK NGELIPUT???



Oooh well... selamat menyambut pesta demokrasi you guys...
Akhir kata, saya hanya ingin mengucapkan


SALAM METAAAAAAAAAAAAAAL! !!!!!!!!! !!

Friday, February 13, 2009

Main Jenderal di Kendari (The History of Kendari)

Kendari, sebagai ibu kota propinsi sul-tra menghadapi masalah: air minum sulit, listrik terbatas, teluk dangkal akibat hutan yang gundul, jalan raya yang sempit. pejabat setempat membangun sarana yang mubazir.

NAMA Kendari lazimnya dikaitkan orang pada ukiran-ukiran perak atau emas yang tersohor. Kerajinan itu nyaris tenggelam bersamaan dengari kian dangkalnya teluk karena lama tak terurus. Itu sebabnya, baik kerajinan bertukang maupun teluk yang diendapi lumpur itu belakangan ini mulai ditanggulangi.

Terletak disebuah teluk yang tenang meliuk sepanjang 30 km, Kendari merupakan ibukota propinsi Sulawesi Tenggara. Entah kekuatan apa yang terkandung dalam nama Kendari itu, nyatanya selain sebagai ibukota propinsi, Kendari dicantumkan juga buat nama kota kabupaten. Tidak tanggung-tanggung sekaligus juga buat nama kecamatan plus desa. Sehingga bila tak cermat menulis surat ke Kendari, boleh jadi bisa nyasar kemana saja. Yang terbllang kota terdiri dari 4 kecamatan, tiga diantaranya masih berupa tanah lowong. Kalaupun ada rumah, itu boleh dihitung dengan jari. Kota Kendari hanya 10 km berderet bagai terbelah oleh jalan raya. Sedangkan jalan yang ada dalam kota bertetangga dengan pantai dan pegunungan Nipa-nipa. Hingga. kurang berhak di sebut jalan kota lantaran sempit.

Sang teluk, tahun 1930 konon punya kedalaman 30 m. Tahun ini berada pada kedangkalan sama menyolok: hanya 8 m saja. Konon ini akibat ada delapan biji sungai yang bermuara kesana, tambahan akibat gundulnya pegunungan Nipa-nipa, serta-merta lumpur mengalir tanpa malu-malu. Upaya pemerintah daerah memindahkan penduduk yang bikin gara-gara gundulnya tanah pegunungan itu keseberang teluk, yaitu di proyek Andunhu sebegitu jauh baru mencapai 150 kepala keluarga. Rencana meliputi 225 kepala keluarga.

Film butut. Kerja membenahi Kendari menyangkut juga penggusuran rumah-rumah nelayan yang jelek di tepi pantai. Jumlah mereka ada 700 kepala keluarga, semua bakal diboyong pula ke seberang. Jika boyong dan gusur itu kelak lancar saja, konon dapat dibayangkan tampang Kendari sepuluh tahun kemudian sebagai kota yang menarik. Di bagian utara bakal merupakan kota bersusun, dengan dibukanya lagi jalan Wajong. Sementara daerah seberang tentu bakal berkembang pula. Tapi itu bayangan yang masih berbau impian. Bagaimana keadaan Kendari dewasa ini? Jalan yang sempit bukan satu-satunya soal. Ada lagi urusan air minum. Begitu sukarnya air tawar di sini, sehingga pernah harga satu drum air tawar jauh lebih mahal dibanding minyak tanah dalam jumlah yang sama. Penduduknya ada 45.000 jiwa: suatu jumlah yang boleh disebut berkembang pesat mengingat 5 tahun lalu hanya dihuni duapuluh ribu orang. Mereka, lebih-lebih kaum pendatang, konon tak dapat mengelak dari rasa sepi. Apalagi di malam hari satu-satunya biburan murah alias bioskop hanya kebagian memutar film-film yang rada butut. Tak heran jika tiap penghuni rumah mencoba membuat hiburan sendiri. Ada satu permainan yang menarik: main remi dengan kartu bridge yang entah mengapa disebut main jenderal. Tidak jelas adakah nama itu muncul karena beberapa jenderal suka iseng main kartu di malam hari. Yang pasti menurut seorang bupati di sana, "gubernur Eddy Sabara paling gemar main ini." Tidak saja jenderal Sabara, tapi kabarnya kaum remaja lebih-lebih para wanita di sana rata-rata pandai main jenderal.

Bisa dimengerti. Meskipun di tengah kesepian dengan siaran RRI yang daya jangkaunya 10 km, listrik yang menyala sekitar jam 18:00 sampai 01:00, hutan yang gundul, teluk yang dangkal, air minum yang sulit dan kurang liburan tak urung pejabat setempat masih sem pat menoleh pada urusan pasar-pasar kecil. Ini bakal digusur untuk diganti dengan Pasar Sentral di tepi pantai. Konon modalnya diperoleh dari kredit sebesar 150 juta rupiah. Di dekat pasar sentral itu sudah berdiri tempat lelang ikan dan pembantaian hewan. Itu kabarnya belum lagi pernah dipergunakan! namun sudah siap pula untuk dibongkar. Entah bagaimana rencana semula sampai membuat rumah lelang dan tempat potong, tak jelas duduk perkaranya. Yang pasti, biayanya berasal dari Pelita sejumlah Rp 2 juta. (MBM TEMPO Edisi 13 Oktober 1973)