Monday, December 15, 2008

Unjuk rasa mahasiswa di kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara menuntut pengusutan kasus korupsi yang melibatkan tiga bupati di daerah itu berakhir ricuh. Kericuhan terjadi saat mahasiswa memaksa masuk ke kantor kejaksaan untuk bertemu dengan kepala kejaksaan.

Wednesday, May 7, 2008

Buah Tangan dari Sulawesi Tenggara

Bingung nyari oleh-oleh khas SULTRA? Gak usah bingung lagi… coba saja berkunjung ke showroom Dewan Kerajinan Nasional SULTRA (DEKRANAS SULTRA) di depan lorong Transito atau mungkin ke toko Souvenir Bravo di depan Hotel Imperial Wua-Wua. Oh iya, setahuku ada satu lagi cabang toko Bravo di daerah kota lama dan ada beberapa toko lain. Namun banyak diantaranya hanya menjual jenis barang tertentu saja dan tidak selengkap toko bravo ataupun showroom DEKRANAS.

Kali ini saya akan bercerita ttg kunjungan saya ke DEKRANAS beberapa minggu yang lalu. Gedungnya tidak asing lagi karena hampir setiap hari saya melewatinya. Hanya saja, baru sekarang ini saya berkesempatan mengunjunginya.Saat masuk, saya tertarik dengan bangunan kecil yang terpisah satu sama lain. Ternyata, bangunan tersebut adalah ruang khusus yang disediakan untuk para pengrajin yang melakukan aktivitasnya. Pertama, saya menjumpai dua orang ibu yang sedang membuat tenun ikat. Salah seorang penenun itu, Ibu Manihu mengatakan bahwa kegiatan menenun di DEKRANAS telah dimulai sejak tahun 1986, namun peralatan tenun mereka masih sangat sederhana seperti halnya yang digunakan oleh para penenun di daerah Masalili, Kab. Muna. Saat itu mereka mengolah kapas menjadi benang hingga menjadi kain yang dapat dipakai. Sekitar tiga tahun kemudian barulah DEKRANAS mendatangkan beberapa set ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) dan menyelenggarakan pelatihan untuk para penenunnya. Masih menurut Ibu Manihu, dengan ATBM ini mereka dapat menyelesaikan tenunan ikat sepanjang 1 meter selama 2 hari. Mereka pun tak harus mengolah kapas lagi hingga menjadi benang karena mereka dapat membeli sendiri benang dan memintalnya. Meskipun demikian, proses ini tetap terbilang cukup lama jika dibandingkan dengan mesin karena setiap kali memintal benang mereka juga harus mengatur kembali susunan benang itu agar sesuai dengan corak yang diinginkan. Melihat prosesnya yang cukup rumit, tak heran jika harga tenunan tradisional per-meternya bisa mencapai ratusan ribu.

Hasil tenunan di Masalili bercorak khas Muna yang tentu saja berbeda dengan corak Tolaki ataupun Buton. Menurut pengamatanku selama ini, ada beberapa corak tenunan Muna yang agak mirip dengan corak yang dibuat oleh para penenun di kepulauanWakatobi. Mungkin ada diantara teman-teman blogger yang tau bedanya, silahkan ditulis lebih detail tentang ragam corak tenunan SULTRA. Yah, sukur sukur jika bisa dibuat dalam bentuk dokumentasi ataupun dipatenkan agar kebudayaan kita tidak diklaim oleh pihak lain. Kita tentu tidak ingin terulang kembali kasus “Batik, lagu rasa sayang-sayange dari Maluku, Reog Ponorogo, Angklung Sunda” yang diklaim oleh negara lain sebagai ragam budaya mereka. Parahnya lagi, tempe pun sudah dipatenkan oleh negara lain. What a big looseness...

Beranjak ke ruang berikutnya, saya mendapati para pengrajin perak yang sedang rehat sejenak. Thanks God, mereka tak keberatan ditanyai mengenai beberapa hal. Menurut salah seorang pengrajin, Anto, mereka mengkhususkan pada pembuatan perhiasan seperti cincin, kalung bros dan lain-lain. Untuk pesanan khusus mereka bisa menyelesaikannya selama sekitar 4 hari dengan harga Rp 17.000/gram. Jangan takut jika anda membutuhkannya segera, karena display hasil karya mereka ada di showroom DEKRANAS.Oh iya, di showroom tersebut juga ditampilkan anyaman hagel dalam bentuk tas, topi dll. Selain anyaman dari tali hagel, SULTRA juga memiliki kerajinan khas yang disebut anyaman nentu yang berasal dari Pulau Muna. Nentu ini bisa dijadikan topi, tas, tudung saji, tempat buah dll. Selain itu, ada juga pilihan oleh-oleh lain yaitu Madu Kolaka, Mutiara Buton, Bagea Kendari, Mente dari Lombe, dan masih banyak lagi. Jepretan berikut adalah contoh kerajinan khas SULTRA di showroom DEKRANAS. They are amazing, aren’t they?

Friday, December 21, 2007

Menentukan Arah Kiblat Mesjid dengan IT

Kemajuan teknologi memungkinkan kita untuk mengukur kelurusan kiblat mesjid dengan memanfaatkan software google earth sebagaimana kita ketahui bahwa pembangunan mesjid seringkali sangat bergantung pada posisi jalan, kontur tanah dan kelerangan dari tanah tempat didirikannya mesjid tersebut. selain itu faktor dana juga bisa jadi alasan hal lainnya mungkin disebabkan oleh karena teknologi yang bisa dimanfaatkan pada saat pembangunan mesjid belum memadai.

disini saya mengajak pembaca untuk melakukan cek kelurusan arah kiblat beberapa mesjid di kota Kendari, silahkan cek kelurusan mesjid di dekat rumah anda, ok kita langsung praktek. Pertama-tama siapkan software google earth yang bisa anda download di sini pertama tentukan letak Ka'bah menurut hitungan Posisi Ka'bah akan ditemukan di Longitude 39.50 East dan Latitude 21.25 North. Pada titik ini langsung saja ditarik line (menunya ada di google earth yang untuk mengukur jarak) ke arah indonesia, kearah kota kendari. Gambarnya sebagai berikut :







Contoh kasus adalah lokasi mesjid Agung Al-Kautsar mesjid terbesar di kota kendari, Setelah coba ditarik garisnya, ternyata menghasilkan gambar seperti yang disamping/bawah ini






Menunjukkan kelurusan arah kiblat dari mesjid ini InsyaAllah sudah lurus, saya mencoba mengecek kelurusan mesjid Nurul Falah dan hasilnya seperti berikut






Terlihat garis kuning adalah garis arah kiblat yang lurus dan garis merah adalah garis kiblat dari mesjid Nurul Falah, terlihat bahwa ada kemiringan beberapa derajad dari arah kiblat yang seharusnya, nah bagaimana dengan mesjid dekat rumah anda? Selamat mencoba *Ichal- http://Kendari.info

Friday, July 13, 2007

Kendari, Diantara Beragam Pilihan

Menurut berita di Kendari Express, diskusi di Forum Kendari.info dan berita langsung dari sumber terpercaya, pemilihan Walikota/Wawali Kendari dimenangkan oleh duo Ir. Asrun - Musaddar yang diusung oleh koalisi PKS (Partai Keadilan Sejahtera) dan beberapa partai lain. Seharusnya postingan ini direlease sebulan sebelumnya, namun karena ada beberapa hal yang butuh perhatian lebih hingga blog ini agak terbengkalai. Karenanya para penanggung jawab blog ini mohon maaf atas keterlambatan ini. Semoga teman-teman tidak bosan-bosan berkunjung ke sini.

Sebagai warga kota Kendari, tentu kita berharap agar duo ini bisa menjalankan tugas dengan lebih baik dan menunjukkan dedikasinya bagi kemajuan Kendari secara khusus dan umat manusia secara umum. Secara pribadi, saya sendiri belum pernah bekerjasama langsung dengan kedua pilihan masyarakat ini. Namun, beberapa sumber menyebutkan bahwa mereka menunjukkan kepedulian mereka untuk kepentingan masyarakat umum bukan hanya saat menjelang PILKADA namun sedari dulu mereka telah memberi sumbangsih yang sangat berarti. Salah satu contoh adalah menjadi Ketua para pedagang dan penjual di Pasar Baru (CMIIW). Tentu saja menjadi ketua dari lapisan masyarakat yang bervariasi bukanlah hal yang mudah. Karena tugas seorang ketua selain sebagai penanggung jawab tapi juga sebagai pengayom bagi masyarakat yang dipimpinnya. Permasalahan di pasar sangatlah kompleks dan bisa dibilang, ini adalah satu komunitas kecil yang bisa jadi representasi masyarakat umum. Mungkin ada teman-teman yang bisa memberi contoh lain tentang kinerja duo ini sebelum menjadi Walikota/Wawali?

Sedangkan mengenai kinerja PKS selama ini, sudah tidak diragukan lagi. Saat banjir melanda kota Kendari teman-teman PKS menjadi ujung tombak dalam pemberiaan layanan kepada para korban banjir. Sejak beberapa tahun yang lalu juga, teman-teman PKS menyediakan berbagai jasa semisal pengajaran baca tulis latin dan Alquran kepada para fakir miskin dan gelandangan di Kendari. Satu hal yang saya ingat, setiap Ramadhan mereka menyediakan ifthor (buka puasa) di beberapa titik-titik lalu lintas di Kendari. Misalnya di perempatan dekat Wua-Wua Jaya. Mengenai detail kegiatan mereka, saya sendiri kurang mengikuti. Namun, berdasarkan kinerja mereka selama ini, tak heran jika masyarakat memilih calon dari PKS untuk menjadi pemimpin mereka. Semoga para pemimpin dan unsur-unsur terkait diberi kekuatan untuk menjalankan amanah yang dititipkan oleh masyarakat kepada mereka. AMIN.

Menyikapi pemilihan Gubernur SULTRA yang akan datang, sudah selayaknya masyarakat SULTRA menjadi lebih cerdas dan kritis. Pertimbangan siapa yang akan dipilih adalah hak prerogatif setiap warga yang memiliki hak untuk memilih. Saya sendiri karena tidak bertempat tinggal di SULTRA kehilangan hak untuk memilih ini. Jika boleh menyarankan, pilihlah pemimpin yang kinerjanya sudah terbukti dan kira-kira bisa diserahi amanah besar ini. Masa depan SULTRA terletak di tangan anda. Mengenai calon-calon yang akan berlaga di ajang PILKADA nanti, silahkan dibaca di Kendari Express, Kendari Pos ataupun sumber-sumber lain. Seperti halnya memilih dan menentukan pilihan-pilihan hidup lainnya, pilihlah dengan teliti dan jika perlu adakan riset khusus mengenai hal ini. Jangan lupa berdoa agar tidak salah memilih. Berhubung ini adalah forum bebas, sharing pendapat dari teman sekalian akan sangat dihargai. So, menurut teman-teman sosok seperti apa sih yang dibutuhkan untuk jadi seorang Gubernur/Wagub SULTRA ke depannya? Selamat memilih !!!!
(Tabe diii.....)

Monday, April 9, 2007

Seputar Uang Panai

Photo : Courtesy of Sarahfriedlander - Flickr.com

Beberapa hari yang lalu, saya chatting dengan beberapa teman dari Kendari dan salah satu topiknya adalah tentang mahalnya uang panai di Kendari. Apa sebenarnya uang panai itu? Uang panai adalah sejumlah uang yang diserahkan oleh pihak mempelai pria kepada mempelai wanita. Berangkat dari hal ini, sudah semestinyalah jika ada unsur keikhlasan dari kedua belah pihak di dalamnya. Pada dasarnya uang panai sendiri bisa dibagi menjadi dua unsur yaitu, uang mahar yang merupakan hak prerogatif mempelai wanita dan uang yang dipakai untuk membiayai pesta dan urusan-urusan lain seputar prosesi pernikahan. Untuk jenis yang kedua, biasa disebut uang belanja atau uang yang hangus dimakan api.
Pernikahan sendiri pada dasarnya bukan saja menikahkan kedua mempelai namun juga mempersatukan dua keluarga besar, sehingga tidaklah heran hampir setiap keluarga selalu berupaya untuk menyelenggarakannya semeriah mungkin. Namun demikian, hal ini tergantung dari kesepakatan kedua belah pihak. Dan penentuan seberapa besar uang panai itu, tergantung dari hasil mufakat dari kedua keluarga tersebut. Dengan demikian, tidak ada patokan dalam penentuan seberapa besar uang panai tersebut. Oleh karenanya, anggota delegasi yang diutus untuk melamar ataupun bernegosiasi dengan pihak wanita sangatlah berperan penting dalam penentuannya.
Berikut tips untuk anda yang ingin menikah namun terbentur kendala uang panai.
  1. Berdoa. Bagi yang beragama Islam, pernikahan adalah setengah dari dien (agama) dan ijab kabul menandai apa2 yang tadinya haram menjadi halal. Janji Allah untuk memudahkan urusan orang-orang yanag berniat baik sangat jelas disebutkan dalam Al-Quran. So, keep praying guys....
  2. Menghadap langsung ke orang tua wanita. Saat ini, sebaiknya anda jangan membawa orang tua anda terlebih dahulu, just in case ada hal-hal yang tidak diinginkan. Sampaikan itikad dan niat baik anda dan sampaikan juga apa yang menjadi kendalanya. Namun tentu saja dengan cara yang bijak. Jika kedua orangnya adalah orang tua yang bijak, Insya Allah merekapun akan terkesan dengan sikap anda. Tunjukkan sopan santun dan kesungguhan anda di hadapan mereka.
  3. Minta si gadis untuk melobi keluarganya. Karena pernikahan tersebut diawali dari keiginan 2 insan untuk bersatu, sudah semestinya si wanita juga menunjukkan upayanya agar prosesnya tidak dipersulit. Caranya, bisa dengan bicara dari hati ke hati dengan orang tua. Jika takut pada Ayah, coba mulai dengan ibu yang biasanya hatinya lebih lembut. Ataupun sebaliknya. Jika masih ditolak, cobalah terus dengan cara bijak. Jangan sampai ada tindakan yang mengarahkan kepada durhaka pada orang tua. Bukankah niat menikah itu adalah hal yang suci? jadi jangan kotori dengan awal yang tidak baik.
  4. Temukan Wali yang tepat. Jika anda adalah seorang pria dari kota lain yang kebetulan berniat ingin melamar seorang gadis dari Sulawesi Tenggara, cobalah untuk meminta kesediaan seorang wali yang mengetahui prosesi adat seputar pernikahan di Sultra. Akan lebih baik lagi jika beliau adalah seseorang yang bijak dan perkataannya didengarkan dalam upacara-upacara adat. It works !!! kata teman saya yang berhasil mempraktekkannya. Beliau berhasil menyunting gadis pujaannya dengan jumlah uang panai yang rasionil sesuai kemampuannya dan tanpa utang di akhir pesta.

Jika anda sudah berhasil dengan urusan panai, jangan langsung senang dulu. Apalagi jika prosesi pernikahan yang sesungguhnya belum terjadi. Jika pernikahan yang akan dilaksanakan itu mengikutsertakan upacara adat didalamnya, ada baiknya anda tetap berkonsultasi dengan pihak yang mengetahui secara pasti prosedur yang harus dilewati.

Orang bilang, lain padang lain belalang lain lubuk lain ikannya. Mungkin di daerah anda, saat mempelai datang langsung ditaburi untain melati, namun di beberapa suku di Sultra anda harus melewati prosesi lain. Sebagai catatan, di Sultra sendiri ada beragam suku, i.e. Muna, Tolaki, Buton, Moronene, Kabaena dll. Sebagai contoh, masyarakat Muna biasanya menyajikan silat khas daerah Muna sebagai upacara penyambutannya. Jadi, rombongan pihak mempelai pria akan berangkat dengan pesilatnya demikian pula halnya pihak wanita juga akan menyambutnya dengan pesilat mereka. Dan selanjutnya mereka akan bermain silat selama beberapa saat yang menandakan penerimaan pihak wanita terhadap rombongan dari keluarga pria.

Selain itu, jumlah pinang ataupun hantaran yang diserahkan ke pihak wanita akan sangat beragam maknanya. Anda pasti tak ingin dianggap kurang paham adat. So, ikut sertakan orang yang lebih paham dalam prosesi ini. Manfaat lainnya, pihak keluarga wanita juga tentu akan senang jika mendapatkan seorang menantu yang mau menghormati adat mereka. Untuk pihak wanita, mereka pun sebaiknya memiliki seorang narasumber yang paham akan adat pihak mempelai pria. Karena setelah prosesi pernikahan biasanya ada upacara mengantar kedua mempelai ke rumah mempelai pria. Dengan demikian kesalahpahaman yang biasanya terjadi hanya karena kesalahan komunikasi bisa terhindarkan. Dan kedua mempelaipun akan tersenyum dengan lebih manis lagi di atas singgasananya.

Akhir kata, coba mi dipraktekkan guys...then you'll be fine & wish u luck...