Senin, 16 Mei 2005.
Warna Favorit BayiPasangan muda yang sedang menanti kelahiran bayi pertamanya mungkin kini sedang bingung menentukan warna apa yang pas untuk kamar bayinya. Mitos yang menyatakan bahwa bayi yang baru lahir buta warna memang sama sekali tak benar. Bayi sejak lahir sebenarnya sudah tertarik dengan warna-warni. "Mereka dapat melihat warna, tapi hanya saja baru berkembang setelah beberapa bulan," ujar Dr Anna Franklin dari Surrey Baby Lab, Inggris.
Anna telah melakukan penelitian terhadap 250 orang bayi dan melakukan beberapa tes untuk mengetahui bagaimana bayi melihat warna favorit mereka. Rupanya, setelah melalui beberapa tes, bayi akan bosan dengan warna biru dan biru muda. Namun, begitu si imut ini diberi warna hijau, dia akan bergairah dan bersemangat lagi. "Itu artinya warna biru menurut bayi adalah bagian yang sama dengan kategori warna lain," ujarnya.
Warna biru memang menjadi favorit orang tua dalam mendesain kamar untuk sang bayi. Pilihan Anda tak terlalu salah. Buktinya, saat bayi diberi warna-warna secara berpasang-pasangan, mereka memang tertarik dengan warna biru. Tapi bayi juga akan melihat lebih lama pada warna merah, ungu, dan oranye.
Dr Anna menemukan bahwa bayi ternyata tak begitu suka dengan warna cokelat. Warna ini hanya dilihat sebentar oleh mereka. Temuan yang hampir sama dikemukakan oleh Dr Nicola Pitchford dan koleganya Prof Kathy Mullen dari Universitas Mc. Gill, Kanada. Mereka mendapati bahwa warna cokelat dan abu-abu adalah warna yang jarang digunakan anak-anak.
Dr Pitchford menyatakan bahwa anak-anak lebih senang dengan warna-warna utama. Selain itu, latar belakang budaya juga dapat mempengaruhi kegemaran anak-anak pada warna. Dari 24 anak-anak keturunan Cina di Inggris, semuanya senang dengan warna merah. Mungkin ini disebabkan mitos bahwa warna merah membawa keberuntungan yang bagus.
Namun, secara umum, perbedaan budaya ternyata tak mempengaruhi kesukaan anak pada warna-warna biru, oranye, dan ungu. Warna-warna cerah menjadi kesukaan anak-anak karena sejak kecil mereka sudah diajarkan melihat warna-warna ini. Apalagi berbagai perlengkapan di pendidikan prasekolah hampir didominasi warna-warna cerah. Nah, mengapa warna cokelat dan abu-abu tak disukai anak-anak?
Dr Pitchford mengatakan bahwa kemungkinan ada alasan lawas yang tak pernah bisa hilang, yaitu warna cokelat identik dengan kotor dan warna abu-abu pucat seperti orang sakit. JULI HANTORO | BBC
Tips:
Mendekorasi kamar bayi memerlukan waktu dan biaya yang cukup. Ikuti tips berikut ini:
Pilih warna favorit bayi.
Siapkan kursi goyang untuk Anda di samping tempat tidur bayi.
Siapkan tempat tidur bayi dengan kualitas terbaik. Pilihan warna tempat tidur tak selalu harus senada dengan dekorasi ruangan.
Carilah kasur yang mudah dicuci.