Tuesday, June 29, 2010

UFO Muncul di Kendari



Warga Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, digegerkan fenomena kehadiran UFO atau Unindentified Fliying Object. gambar kehadiran pesawat berbentuk piring terbang itu secara tak sengaja diambil tiga orang siswa SMP. Sejumlah warga bahkan mengaku sempat menyaksikan kehadiran pesawat itu secara sepintas.

Tiga orang siswa SMP Negeri 9 Kendari yakni Wahlidar Adiputra, Arkam Putra Riawan dan Muhammad Harun, sama sekali tak menduga, keisengannya menggunakan kamera ponsel membuat geger masyarakat dan dunia ilmu pengetahuan.

Berawal dari ketertarikan ketiga siswa tersebut saat melihat matahari yang tiba-tiba dikelilingi bulatan-bulatan kecil bercahaya . Salah seorang siswa yakni Wahlidar Adiputra kemudian menggunakan kamera ponselnya untuk mengabadikan fenomena alam tersebut.

Tak disangka, saat sedang merekam tiba-tiba muncul bayangan hitam persis di tengah-tengah matahari. Saat mencoba memperbesar gambar menggunakan fasilitas zooming, bayangan hitam tersebut berbentuk mirip seperti pesawat UFO.

Dalam gambar yang direkam oleh ketiga siswa tersebut, titik hitam yang berada di tengah-tengah matahari itu nampak mengeluarkan cahaya berwarna-warni yang terus mengelilinginya. Saat diperbesar terlihat jelas titik hitam tersebut berbentuk seperti piring terbang atau yang dikenal sebagai pesawat UFO.

Kehadiran fenomena UFO tersebut, menjadi bahan pembicaraan masyarakat di Kota Kendari dan sekitarnya. Meski demikian, hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak berwenang terkait fenomena tersebut. IZA

Belasan Warga Keracunan Kerang Laut



Mau untung malah bunting. Pepatah itu agaknya tepat ditujukan pada belasan warga Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, yang mengalami keracunan setelah mengkonsumsi makanan sejenis kerang laut. Lantaran tergiur dengan harga murah, mereka nekat membeli sejenis kerang dari seorang pedagang di pasar Wameo Baubau. Namun hanya sejam setelah mengkonsumsi kerang tersebut, belasan warga ini malah mengalami gejala seperti keracunan. Selain muntah-muntah, mereka juga mengalami kram di bagian kaki, tangan dan wajahnya.

Belasan warga ini kini dirawat di Puskesmas Wajo, Kota Baubau. Sebagian besar para korban keracunan ini masih berusia anak-anak. Tak heran, suasana panik makin terasa di wajah orang tua pasien lantaran melihat anaknya menangis sambil terus meringis kesakitan.

Dari informasi yang diperoleh, jumlah korban keracunan sebanyak 19 orang. Delapan diantaranya adalah orang dewasa.

Pihak Puskesmas setempat menyatakan belum bisa memastikan penyebab belasan pasien tersebut mengalami gejala seperti orang keracunan, sebab hal tersebut harus diperiksa terlebih dahulu di laboratorium.

Pihak kepolisian sendiri saat ini tengah menyelidiki kasus tersebut. Saat ini, polisi sedang memeriksa sampel muntah para pasien tersebut. IZA

Friday, June 18, 2010

Anggota DPRD Kendari Menjadi Tersangka Korupsi

Salah seorang Anggota DPRD Kota Kendari periode 2009 – 2014 memenuhi panggilan Direktorat Reserse dan Kriminal Polda Sultra sebagai tersangka, terkait dugaan korupsi pengadaan mobil Puskesmas Keliling dinas kesehatan Kabupaten Bombana tahun 2008 lalu. Penasehat hukum tersangka mengatakan, kedatangan tersangka ke kantor kepolisian sebagai bentuk kepatuhan kliennya sebagai warga negara yang taat hukum. Dan untuk sementara pihaknya belum mengambil langkah atau upaya hukum selanjutnya karena masih menunggu proses pemeriksaan penyidik polri.

Sementara itu Kabid Humas Polda Sultra Muh. Fahrurrozi mengatakan, penetapan tersangka yang masih menjabat sebagai Anggota DPRD Kendari periode 2009 – 2014 berdasarkan hasil penyidikan, di mana tersangka di duga merugikan negara sebesar Rp 900 Juta.

Gedung SMA 1 Konda Belum di Benahi

Gedung guru SMA 1 Konda Kabupaten Konawe Selatan yang diterjang angin puting beliung pada bulan februari 2010 lalu, hingga kini belum dibenahi pihak Pemerintah Kabupaten.
Plafon dan lantai gedung sekolahpun sudah mulai rusak akibat rembesan air. Untuk sementara Ruang guru di SMA 1 Konda terpaksa memanfaatkan gedung laboratorium IPA.

Pihak sekolah menyayangkan belum adanya penanganan serius untuk perbaikan gedung tersebut, Padahal beberapa waktu Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan pernah berjanji untuk menganggarkan biaya perbaikan gedung sekolah sebesar Rp 50 juta.

Saat ini, Pihak sekolah juga mulai khawatir, jika di biarkan seperti ini, maka seluruh perlengkapan inventaris kantor sekolah juga akan rusak dan tidak tertangani.

Tiang Listrik di Keluhkan Warga

Seorang warga di Kompleks Perumahan 5 Perkasa Kelurahan Tobuha, menyayangkan pemasangan tiang jaringan listrik yang hanya berjarak 2,5 meter dari rumahnya. Warga tersebut khawatir / keberadaan tiang jaringan listrik itu / sewaktu - waktu bisa membahayakan keselamatan keluarganya.

Pemilik rumah Muhamad Basir Ismail meminta pihak PLN cabang Kendari segera memindahkan tiang listrik tersebut ke tempat yang lebih aman bagi keluarganya.

Sementara Pihak PLN Cabang Kendari menyarankan kepada pemilik rumah agar segera bersurat ke PLN Rayon Benu – Benua, terkait keluhan tersebut.

Pemancangan tiang jaringan listrik di wilayah tersebut, adalah upaya PLN Cab. Kendari untuk Instalasi pemasangan listrik baru, setelah puluhan tahun lamanya, warga di lokasi tersebut belum mendapatkan fasilitas penerangan listrik.

Thursday, June 17, 2010

Ketua DPRD Prov. Sultra Wafat

G
Suasana duka, menyelimuti keluarga almarhum Sutan Harahap Ketua DPRD Sultra di Jalan Sam Ratulangi 5 Kelurahan Kemaraya-Kendari. Almarhum meninggal dunia akibat serangan jantung. Almarhum sempat di larikan ke RSUD Sultra untuk mendapat perawatan itensif, namun di tengah perjalanan almarhum menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 11.00 Wita

Almarhum Sutan Harahap adalah Ketua DPRD Sultra periode 2009 – 2014, berasal dari partai Golkar untuk daerah pemilihan Kolaka – Kolaka Utara.

Almarhum meninggalkan seorang istri, Waddy Rahmat Madjid Yunus dan 3 orang putri.

Pembangunan Tanpa AMDAL

Kemajuan pembangunan di Kota Kendari, mulai menimbulkan dampak alam yang tidak terduga, seperti banjir. Penyebab utamanya adalah, maraknya bangunan yang ada, ternyata belum mengantongi Izin Analisa Mengenai Dampak Lingkungan atau AMDAL. DPRD Kendari sebagai lembaga pengawas pemerintahan dikota Kendari, mengakui belum maksimal melakukan kordinasi dengan instansi tehnis, terkait pemanfaatan kawasan bangunan yang di haruskan melalui analisa lingkungan dan Upaya Pemantauan - Pengelolaan Lingkungan (UPL–UKL)

Menurut HUMAS Kota Kendari, Trikota Iriyanto, genangan banjir yang terjadi di Kota Kendari, cenderung di sebabkan pengaruh topografi wilayah dan dampak kemajuan pembangunan kota, yang lebih menggunakan tehnis penimbunan dan penggalian di lokasi tertentu, tanpa memperhatikan sanitasi lingkungan yang aman dari banjir.

Berdasarkan data pemerintah Kota Kendari saat ini, pembangunan rumah toko atau RUKO hingga kini mencapai 200 – 300 unit Per-tahun, sedangkan perumahan warga sekitar 1000 unit Per-tahun

AMDAL tanpa Pengawasan dan Evaluasi

Munculnya dampak banjir disejumlah lokasi di kota kendari, mulai menimbulkan kritikan dan evaluasi. Sejumlah pihak menilai, banjir yang terjadi karena maraknya pendirian bangunan yang tidak diiringi dengan pengawasan ketat dan evaluasi dampak lingkungan yang seharusnya dilakukan per-triwulan oleh instansi terkait.

Konsep penataan dan perkembangan Kota Kendari, seharusnya tidak di utamakan pada orientasi PAD, melainkan Kebijakan Pembangunan yang selaras dengan perbaikan dan sanitasi lingkungan yang layak.

Keterlambat Soal pada SNMPTN Unhalu

Hari ke-2 Pelaksanaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) Universitas Haluoleo Kendari, di warnai dengan keterlambatan pendistribusian lembar soal Keterlambatan ini, terjadi pada jam kedua pelaksanaan Ujian Seleksi. Para pengawas dan peserta seleksi masuk perguruan tinggi, terpaksa menunggu beberapa menit.

keterlambatan pendistribusian lembar soal pada SMPTN di Universitas Haluoleo tidak hanya terjadi pada hari ke-2 saja, namun juga terjadi pada hari pertama.

Wednesday, June 16, 2010

Proyek Pembagunan Jalan Ranomeeto - Bandara Haluoleo kembali dilanjutkan

Proyek pelebaran jalan Ranomeeto menuju Bandara Udara Haluoleo Kabupaten Konawe Selatan yang sempat terhenti karena kekuarangan anggaran, kembali dilanjutkan pengerjaannya. Berdasarkan keterangan Kadis PU Sultra Dody Djalante, untuk kelanjutan pembangunan jalan ini, menggunakan anggaran APBN sebesar Rp 4 Milyar untuk tahun 2010, dan tahun 2011 nanti Pemda Provinsi Sultra akan mengusul kembali bantuan dana serupa sebesar Rp 7 Milyar. Sedangkan untuk merampungkan proyek pelebaran jalan ini, dibutuhkan total anggaran Rp 60 Milyar.

Beberapa waktu lalu, proyek pelebaran jalan di Ranomeeto menuju Bandara Udara Haluoleo, terhenti pengerjaanya karena minimnya anggaran yang di alokasikan dalam proyek tersebut.

Bahkan dengan kondisi jalan yang ada mengakibatkan Kecelakaan lalu lintas sering terjadi pada jalan tersebut.

Penemuan Mayat Tanpa Identitas di Kolaka

Warga jalan Bekicot Kelurahan Kolaka Asi Kabupaten Kolaka, spontan dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat tanpa identitas di sebuah pohon bakau. Mayat tanpa identitas tersebut ditemukan terapung sekitar pukul 11.00 wita, dengan luka tusukan di bagian leher . Tidak satupun warga sekitar lokasi yang mengenali jenazah tersebut. Kondisi korban yang memprihatinkan, menyulitkan pihak kepolisian untuk meng-identifikasi. Kepala unit SPK Polres Kolaka, Alan Katinusa mengatakan dugaan sementara, mayat tersebut adalah korban penganiayaan

Saat ini, mayat tanpa identitas itu berada di kamar mayat RSUD Kolaka untuk keperluan otopsi.

Friday, June 4, 2010

Sebelum Ramadhan Paddy’s Market Sudah Difungsikan

Pusat penjualan untuk pedagang kaki lima (PKL) pasar Peddy’s Market yang terletak di jalan Lawata, Mandonga tidak lama lagi akan difungsikan.

Menurut walikota Kendari Asrun, pasar Peddy’s Market tersebut rencananya akan digunakan sebelum bulan suci ramadhan.

Saat ini proyek pembangunan pasar Peddy’s Market sedang dalam proses finishing untuk pemasangan atap dan lantai bangunan.
Bagi pedagang yang berjualan di pasar Peddy’s Market akan dibebaskan biaya sewa lods selama 2 hingga 3 bulan, dan selanjutnya baru dipungut biaya retribusi untuk pemeliharaan bangunan.

Untuk mempermudah akses transportasi warga, pemerintah kota akan membuka jalur transportasi angkutan umum yang melewati jalan lawata.

DPRD dan Pemkot Kendari Sepekati Pemberian Insentif PHL Dishub

Dewan perwakilan rakyat kota kendari sudah menggelar pertemuan dengan pemerintah kota untuk menindaklanjuti tuntutan pegawai harian lepas dinas perhubungan.

Dalam pertemuan ini anggota DPRD bersama pemerintah kota menyetujui pemberian insentif bagi seluruh pegawai harian lepas yang bertugas di kantor dinas perhubungan.

Wakil ketua DPRD kota Kendari Bahrun Konggoasa mengatakan dana insentif untuk pegawai harian lepas nantinya akan dimasukan dalam pembahasan perubahan anggaran APBD yang besaranannya masih dibahas lebih lanjut dengan pemerintah kota.
Menurut Bahrun Konggoasa, pegawai harian lepas dinas perhubungan kota sangat layak mendapat dana insentif mengingat beban kerja mereka yang cukup berat.

Setiap harinya pegawai harian lepas akan berjaga di pos penarikan retribusi pendapatan asli daerah (PAD).

BKLDK Sultra Kecam Kekerasan Tentara Zionis Israel

Aksi solodaritas atas penyerangan kapal relawan Mavy Marmara yang dilakukan oleh militer Israel terus bergulir kali ini massa yang tergabung dalam badan koordinasi lembaga dakwah kampus (BKLDM)mengutuk keras tindakan yang di lakukan militer Israel.

Selain itu massa BKLDM Sultra menilai Presiden Obama tidak dapat menyelesaikan permasalahan yang menimpah warga Palestina hingga saat ini.

Bahkan Presiden Obama dinilai sebagai bagian dari pelangaran hak asasi yang terjadi di Palestina.
Massa juga menyuruhkan dengan tegas kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan pemimpin negara muslim dunia untuk mengirim tentara dan pasukan ke Paletina.

Massa yang diterima oleh komisi I dewan perwakilan rakyat Provinsi Sultra juga mengutuk serangan terhadap relawan kemanusiaan yang telah menewaskan sebanyak 19 relawan dari berbagai Negara.

Massa juga membawa berbagai poster yang bertuliskan kecaman terhadap militer Isreal.

Thursday, June 3, 2010

Pedagang Pasar Sentral Kembali datangi Kantor Walikota

Untuk kesekian kalinya sejumlah pedagang pasar sentral kota mendatangi kantor walikota kendari meminta walikota menyetujui keinginan mereka berjualan diatas bahu jalan.

Dalam orasinya di depan kantor walikota para pedagang menuntut pemerintah kota merealisasikan rekomendasi DPRD yang mengizinkan mereka berjualan diatas bahu jalan.

Para pedagang mengaku sebelum mereka dipindahkan ke lokasi penampungan sementara, walikota menyetujui keinginan pedagang untuk berjualan diatas bahu jalan dengan catatan kios yang dibangun hanya sebatas lesehan.
Anehnya persetujuan tersebut kini dicabut dan harus ditertibkan oleh aparat satuan polsi pamong praja dan aparat TNI.

Setelah lama berorasi, Asisten 2 pemerintah kota kendari langsung menemui para pedagang. Dari pertemuan ini Asisten 2 mengaku akan menindaklanjuti keinginan pedagang dengan melakukan pertemuan bersama.

Persoalan pedagang pasar sentral kota kendari ini sudah cukup lama terjadi. Hampir setiap saat para pedagang disibukkan dengan aksi unjuk rasa untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Siswa MAN 1 Kendari gelar shalat ghaib untuk relawan kemanusiaan

Insiden penembakan kapal Mavi Marmara yang dilakukan tentara zionis Israel di Jalur Gaza mengundang kemarahan masyarakat dunia internasional, tak terkecuali siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kendari.

Seluruh relawan kemanusiaan yang ditahan tentara Israel kini terancam keselamatan jiwa mereka. Karena itu ratusan siswa-siswi MAN 1 Kendari menggelar shalat dhuha dan shalat ghaib untuk mendoakan keselamatan seluruh relawan kemanusiaan.
shalat ghaib dilakukan di halaman upacara yang diikuti seluruh siswa dan sejumlah guru Madrasah Aliyah.

Kepala MAN 1 Kendari Mas’ud Achmad mengatakan dukungan perjuangan rakyat Palestina hanya bisa mereka lakukan dalam bentuk doa.

Menurutnya tindakan tentara zionis Israel terhadap rakyat Palestina adalah satu bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang harus disikapi bersama.

Wednesday, June 2, 2010

Karya Anak Kendari, Kapal Fiber Glasio Eksspress

ANDA MASIH INGAT DENGAN KAPAL GLASIO EKSPRESS KARYA ANAK KENDARI YANG DITAYANGKAN KTV BEBERAPA BULAN LALU.

KINI , KAPAL GLASIO YANG DI BUAT DI SEKITAR PANTAI KELURAHAN MATA INI , SUDAH RAMPUNG 90 PERSEN LEBIH , DAN DALAM TAHAP PENYELESAIAN INTERIOR KAPAL , DENGAN BAHAN UTAMANYA DIDESAIN MENGGUNAKAN TRIPLEKS DAN KAYU KASO . SELURUH BAGIAN INTERIOR KAPAL INI , DI POLES DENGAN SERAT KHUSUS , UNTUK MENGHASILKAN DINDING BERKELAS FIBER .

UNTUK LANTAI DAN LAMBUNG KAPAL , PERANCANGNYA MENGGUNAKAN FIBER ASLI , YANG DIMAKSUDKAN UNTUK MENJAGA KETAHANAN DAN KEKUATAN KAPAL , AGAR PENUMPANG BISA LEBIH NYAMAN .

SELAMA PENYELESAIKAN INTERIOR KAPAL GLASIO EKSPRESS INI , PEMBUATNYA IRWAN ADI , SUDAH MENGGUNAKAN SEKITAR 40 LEMBAR TRIPLEKS DALAM BERBAGAI UKURAN , MULAI UKURAN TRIPLEKS 4 MILIMETER , 9 MILIMETER SAMPAI TRIPLEKS UKURAN 12 MILIMETER .

PEMBUATAN INTERIOR KAPAL DENGAN PANJANG 20 METER DAN TINGGI SEKITAR 7 METER INI , DIKERJAKAN SELAMA SEPEKAN , DENGAN DIBANTU 8 PEKERJANYA .

3 MESIN KAPAL SUDAH DIPASANG DENGAN SISTIM WATER JET YANG KECEPATANNYA SEKITAR 1000 POWER HORSE , ATAU 1000 TENAGA KUDA .

PEMBUATAN KAPAL GLASIO BERPENUMPANG SERATUS 10 ORANG INI , DIAKUI PERANCANGNYA IRWAN ADI , TIDAK DIKERJAKAN SECARA KONTINYU LAYAKNYA PENYELESAIAN KAPAL MEGA PROYEK PADA UMUMNYA , AKIBAT TERKENDALA ANGGARAN .

SELAMA PEMBUATAN KAPAL GLASIO YANG DI MULAI SEJAK TAHUN 2008 LALU , SUDAH MENGHABISKAN DANA SEKITAR 2 KOMA 3 MILYAR RUPIAH .

MANTAN TEHNISI SALAH SATU STASIUN TELEVISI NASIONAL DIKENDARI INI , MENGAKU , PEMBUATAN KAPAL FIBER GLASIO EKSPRESS DENGAN RUTE KENDARI – SULAWESI TENGAH INI , BERAWAL DARI MOTIVASINYA UNTUK BERKREATIFITAS MENCIPTAKAN SESUATU YANG BISA DINIKMATI ORANG BANYAK .

BESAR HARAPANNYA , KAPAL PELAYARAN DENGAN RUTE KENDARI – SULAWESI TENGAH INI , BISA RAMPUNG TAHUN 2010 INI .

WORKSHOP REDD JARINGAN ASTEKI DI PONTIANAK

BERTEMPAT DI SALAH SATU HOTEL DI KOTA PONTIANAK. KALIMANTAN BARAT. ACARA WORKSHOP PELATIHAN DAN PRODUKSI BERSAMA PROGRAM ACARA TELEVISI ASOSIASI TV LOKAL KERAKYATAN DI BUKA OLEH KETUA ASTEKI. RIDZKI RENANTO SIGIT.

WORKSHOP KALI INI. DI IKUTI BEBERAPA TV LOKAL YANG ADA . SEPERTI KENDARI TV. BOGOR KOTA HUJAN DOT KOM. RUAI TV PONTIANAK . SERTA BEBERAPA TV LOKAL LAINNYA YANG TERGABUNG DALAM JARINGAN ASTEKI.

AGENDA WORKSHOP KALI INI. LEBIH MENGEDEPANKAN SINERGITAS. DALAM MEMBAGUN ISU BERSAMA TENTANG PERUBAHAN IKLIM DAN TANTANGAN KONSEP PEDAGANGAN KARBON DALAM MENGURANGI LAJU DEGRADASI DAN DEFORESTASI HUTAN YANG TERJADI DI PONTIANAK KALIMANTAN BARAT.

SEMENTARA ITU. PIMPINAN REDAKSI RUAI TV.SELAKU TUAN RUMAH ACARA WORKSHOP KALI INI. SANGAT ANTUSIAS DENGAN KEGIATAN INI. DENGAN MEMBERIKAN DUKUNGAN PERALATAN PERALATAN. YANG AKAN DI PERGUNAKAN PARA PESERTA DALAM PELIPUTAN DI LAPANGAN.

RENCANANYA WORKSHOP INI AKAN BERLANGSUNG HINGGA RABU 3 JUNI 2010. YANG AKAN DI TINDAK LANJUTI DENGAN LIPUTAN BERSAMA DI BEBERAPA LOKASI..

SELAIN WORKSHOP KALI INI. KEGIATAN JUGA AKAN DI RANGKAIAKAN OLEH PEMBAHASAN RENCANA KERJA PARA TV LOKAL YANG BERJARINGAN DALAM ASTEKI. UNTUK MENYIKAPI PERKEMBANGAN MEDIA MASA . DI BEBERAPA DAERAH.

Pasca Ditertibkan, Pedagang Pasar Sentral Berunjuk Rasa Di Kantor DPRD Kota Kendari

UNJUK RASA PULUHAN PEDAGANG PASAR SENTRAL KOTA KENDARI INI, ADALAH BUNTUT DARI AKSI PENERTIBAN YANG DI LAKUKAN PEMERINTAH KOTA KENDARI KEPADA PEDAGANG, YANG BERJUALAN DI ATAS BAHU JALAN, DI LUAR AREAL TEMPAT PENAMPUNGAN SEMENTARA.

UNJUK RASA PEDAGANG INI, DI DOMINASI PEDAGANG PEREMPUAN, YANG MEMILIKI BERJUALAN DI DEPAN PASAR TEMPAT PENAMPUNGAN SEMENTARA.
SETELAH LAMA BERORASI DI HALAMAN KANTOR DPRD KENDARI,SEJUMLAH PERWAKILAN PEDAGANG,DI TERIMA WAKIL PIMPINAN DAN KOMISI DPRD KOTA KENDARI.

DALAM PERTEMUAN INI, PEDAGANG MEMINTA DPRD, SUPAYA MEREKOMENDASIKAN KEPADA WALIKOTA, AGAR MENGIZINKAN KEMBALI BERJUALAN DI ATAS BAHU JALAN, DI LUAR PASAR TEMPAT PENAMPUNGAN SEMENTARA.

MENURUT PEDAGANG, LOKASI BERJUALAN YANG BERADA DI BELAKANG PASAR, SANGAT TIDAK LAYAK KARENA SEPI PEMBELI.

SEMENTARA ITU, KOMISI B DPRD KENDARI, AKAN TURUN LANGSUNG DILAPANGAN UNTUK MELIHAT KONDISI PEDAGANG DI LOKASI PENAMPUNGAN SEMENTARA.

Tuesday, June 1, 2010

Ketakutan


By Line --- Soe Tjen Marching, PhD dari Monash University, Australia dan Pendiri Majalah dan LSM non-profit Bhineka ----


"AKU lahir bersama ketakutan," tulis Thomas Hobbes. "Ketakutan adalah saudara kembarku." Saat itu 5 April 1588, armada Spanyol yang perkasa telah dikirim untuk menghantam Inggris. Ibu Hobbes yang mendengar berita ini begitu ketakutan dan hal inilah yang membuatnya melahirkan bayi Thomas secara prematur.

Mungkin bukan kebetulan, bayi inilah yang kemudian memprakarsai Leviathan, mahluk berkuasa yang mengontrol keliaran dan kebrutalan masyarakat. Karena menurut Hobbes, ketakutan akan menciptakan perdamaian dan keteraturan.

Beratus, bahkan mungkin beribu filsuf lain, telah mengritik teori ini. Ketakutan yang disebut Hobbes sebagai kembarannya bukanlah ketakutan yang sama dengan yang diwujudkan dalam Leviathan. Dan lebih-lebih lagi, masyarakat itu begitu kompleks dan bisa punya reaksi amat berbeda. Namun, bukan berarti Hobbes tidak ada benarnya. Ketakutan memang dapat menjadi pemicu tindakan dan keputusan yang amat menentukan.

Tidak pula keliru, jika ketakutan terkadang bisa melindungi - ketakutan akan virus HIV/AIDS telah menyebabkan penelitian dan penemuan-penemuan yang luar biasa tentang virus ini. Ketakutan dengan kadar tertentu dapat memicu rasa ingin tahu. Sehingga ketakutan tersebut dianalisa dan diselidiki sehingga sebisa mungkin membawa kepada pokok permasalahannya. Dan inilah yang bisa menjadi pencegahan efektif.

Tapi, tidak semua orang bisa mengatasi ketakutan mereka dengan cara ini. Ketakutan, bagi mereka ini tidak mengatasi tapi memperbesar masalah. Ketakutan yang mereka punyai tidak dianalisa, namun malah dipompa, dikembangkan, dan diperbesar.

Dalam kampanye dan pemilhan umum (pemilu), seringkali rakyat memilih pemimpin bukan karena kemampuan sang pemimpin tersebut, tapi lebih karena ketakutan apa yang akan terjadi pada nasib mereka bila ia tak terpilih. Karena itu pula, kebanyakan calon pemimpin mempermainkan ketakutan rakyat, mengingatkan dan bahkan menciptakannya untuk kemudian menawarkan obat penawarnya.

Sebagai pemicu adrenalin, ia dinikmati bersama-sama. Disantap dalam gosip: Lihatlah tetangga kita, yang tidak serupa, yang mencurigakan, yang dapat membahayakan, yang sepatutnya dihukum. Ketakutan yang berkembang dan kemudian dapat dimanipulasi dan dijadikan alasan untuk menindas pada akhirnya. Ketakutan warga Jerman akan dominasi orang Yahudi membuat Hitler dan Nazi merekayasanya menjadi kekejaman tersendiri. Dan kemudian, identitas mereka akhirnya tergantung kepada ketakutan itu. Apa jadinya Nazi tanpa Yahudi?

Bukankah ini yang terjadi dalam Orde Baru? Ketakutan atas komunis yang membabi buta telah mematikan rasa keinginan tahu. Sehingga rakyat seringkali tidak tahu menahu apa arti komunis itu sendiri, tapi serta merta mengkerut dan menghujat tanpa tahu apa yang sebenarnya dihujat.

Tanpa sadar mereka yang dilanda ketakutan ini telah menjadi kaki tangan penguasa. Ketakutan dengan kadar yang tinggi tanpa disertai kekritisan dapat menjadi propaganda politik yang efisien dan murah. Dan ketakutan inilah yang seringkali dipelihara oleh penguasa, untuk dijadikan kenikmatan bersama sehingga tanpa ketakutan itu akan ada kehilangan yang luar biasa. Dan bukan, bukan penyebab masalah itu yang kemudian dianalisa atau dicari, tapi bagaimana memelihara ketakutan tersebut dan memuaskannya dengan mencari mangsa yang empuk. Pada jaman puritan di Eropa, berapa kisah dan dongeng tentang nenek sihir yang dinikmati dan dikunyah oleh beribu orang, dengan korban perempuan-perempuan yang tak bersalah? Namun, hukuman dan penderitaan bagi para perempuan itu adalah kenikmatan, pertunjukan gratisan yang selalu dipenuhi oleh rakyat.

Untungnya, tidak seluruh masyarakat bisa dimanipulasi sedemikian rupa. Kekerasan dan teror yang ditebarkan oleh Front Pembela Islam (FPI) dan Forum Umat Islam (FUI) ternyata tidak sampai membuat mayoritas masyarakat termakan oleh preman yang mengatasnamakan agama tersebut. Mayoritas masyarakat justru mengecam mereka-mereka ini. Tapi tidak berarti ketakutan yang tidak masuk akal itu hilang. Justru masyarakat yang telah sadar akan kebejatan FPI ini, masih saja memilih untuk bungkam dan bersembunyi dalam ketakutan. Tanpa sadar, mereka telah menjadi agen FPI itu sendiri, karena telah ikut menggagalkan dan menyurutkan semangat para manusia yang mencoba melawan kelompok peneror ini.

Namun, para pahlawan Kemerdekaan Indonesia bukannya tidak mendapat tantangan dari masyarakatnya. Soekarno muda sendiri harus menghadapi perlawanan, tidak saja dari pihak penjajah, tapi justru dari rakyat yang dibelanya. Berapa lamanya para calon proklamator Indonesia harus mengadakan pertemuan rahasia, dalam ruang tamu kecil, tidak saja untuk melindungi diri dari intaian penjajah namun juga dari rakyat yang ketakutan. Rakyat yang tidak bersedia melawan penjajah karena ketakutan itu, siap untuk menghambat perjuangan bahkan mengkhianati mereka. Rakyat yang kemudian turut menikmati Kemerdekaan.

Ketakutan yang tidak dibendung kadarnya, yang dibiarkan merajalela, akan menjadi salah sasaran. Ia tidak lain dan tidak bukan hanyalah imajinasi. Penyebab dan penangkalnya sudah tak lagi terpikirkan. Ia memang tidak terlihat menggelikan tapi jauh lebih berbahaya daripada keputusan seorang anak yang menggantungkan bawang putih di depan rumah dengan alasan: “Untuk mengusir drakula”. (indoprogres.blogspot.com)